Liturgical Calendar

RINGKASAN ANJURAN APOSTOLIK PERTAMA PAUS FRANSISKUS “EVANGELII GAUDIUM”

Paus Fransiskus mengeluarkan anjuran apostoliknya yang pertama, Evangelii Gaudium (Sukacita Injil) pada tanggal 26 November 2013. Anjuran apostolik tersebut mengembangkan tema pemberitaan Injil dalam dunia masa kini. Berikut ini adalah ringkasan singkat Evangelii Gaudium.

**********

Sukacita Injil memenuhi hati dan kehidupan semua orang yang berjumpa Yesus. Jadi mengawali Anjuran Apostolik Evangelii Gaudium, yang olehnya Paus Fransiskus mengembangkan tema pemberitaan Injil dalam dunia masa kini, mengambil dari, di antara sumber-sumber lain, sumbangsih karya Sinode yang diadakan di Vatikan, 7-28 Oktober 2012, dengan tema evangelisasi baru untuk penerusan iman. Saya ingin mendorong umat Kristiani untuk memulai sebuah babak baru evangelisasi yang ditandai dengan sukacita ini, sambil menunjukkan jalan baru bagi perjalanan Gereja-gerejas di tahun yang akan datang (1). Merupakan daya tarik yang tulus bagi semua orang yang dibaptis untuk membawa kasih Kristus kepada orang lain, secara tetap dalam sebuah keadaan perutusan (25), menaklukkan bahaya besar dalam dunia masa kini, yakni sebuah kebinasaan dan penderitaan berat yang bersifat pribadi (2).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 27 November 2013 : ORANG YANG MENJALANKAN BELAS KASIH TIDAK TAKUT MATI

Saudara dan saudari terkasih,
Selamat pagi dan selamat karena Anda berani berada di sini di Lapangan (Santo Petrus) ini dengan [cuaca] dingin ini. Banyak pujian!

Saya ingin membawa kepada sebuah penutupan katekese tentang "Syahadat”, yang dilakukan selama Tahun Iman, yang berakhir hari Minggu lalu. Dalam hal ini dan katekese berikutnya saya ingin mempertimbangkan tema kebangkitan badan, mengambil dua segi sebagaimana disajikan dalam Katekismus Gereja Katolik, yaitu kematian dan pengangkatan kita dalam Yesus Kristus. Hari ini saya akan berhenti sejenak pada segi pertama, pada "mati dalam Kristus".

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 20 November 2013 : GEREJA BUKAN TUAN PENGAMPUNAN, TETAPI PELAYANNYA

Saudara dan saudari terkasih,
Rabu lalu saya berbicara tentang pengampunan dosa, yang secara khusus merujuk kepada Pembaptisan. Hari ini kita melanjutkan dengan pokok bahasan pengampunan dosa, tetapi rujukan pada apa yang disebut "kuasa kunci-kunci", yang merupakan lambang biblis perutusan yang diberikan Yesus kepada para Rasul.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 17 November 2013 : JANGAN TERTIPU OLEH PARA PENYELAMAT PALSU YANG MENCOBA MENGGANTI YESUS; BERDOALAH BAGI BANYAK ORANG KRISTIANI YANG DIANIAYA


Saudara dan saudari terkasih, halo!

Injil hari Minggu ini (Luk 21:5-19) tersusun dalam bagian pertama dari salah satu khotbah Yesus, tentang saat-saat terakhir. Yesus memberikannya di Yerusalem, dekat bait Allah, dan dengan tepat sekali pokok pembicaraan yang diberikan kepada-Nya oleh orang-orang yang sedang berbicara tentang keindahan bait Allah, karena bait Allah itu indah. Maka Yesus berkata : "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan" (Luk 21:6). Tentu saja, mereka bertanya kepada-Nya : Kapan ini akan terjadi? Akan terjadi tanda-tanda apakah? Tetapi Yesus mengalihkan perhatian dari aspek-aspek sekunder ini – Kapan itu akan terjadi? Akan terjadi seperti apakah? - dan mengubahnya ke arah masalah nyata. Dan ada dua masalah. Pertama, jangan biarkan diri kalian ditipu oleh para juru selamat palsu dan jangan membiarkan diri kalian menjadi lumpuh oleh ketakutan. Kedua, hidupilah masa penantian sebagai saat kesaksian dan ketekunan. Dan kita berada saat penantian kedatangan Tuhan ini.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 13 November 2013 : PENGAKUAN DOSA BAGAIKAN BAPTISAN KEDUA UNTUK PENGAMPUNAN DOSA

Saudara dan saudari terkasih,

Dalam Syahadat, yang melaluinya setiap hari Minggu kita membuat pengakuan iman kita, kita menegaskan : "Aku percaya dalam satu Baptisan untuk pengampunan dosa". Inilah satu-satunya acuan gamblang untuk Sakramen di dalam Syahadat. Pada kenyataannya Baptisan adalah "pintu" iman dan kehidupan Kristiani. Yesus yang bangkit meninggalkan tugas ini kepada para Rasul : "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan” (Mrk 16:15-16). Perutusan Gereja adalah berevangelisasi dan menghapuskan dosa melalui sakramen yang berkenaan dengan pembaptisan. Tetapi mari kita kembali ke kata-kata Syahadat. Ungkapan tersebut dapat dibagi dalam tiga pokok : "Aku percaya"; dalam satu Baptisan"; "untuk pengampunan dosa".

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 10 November 2013 : HIDUP DALAM KEKEKALAN

Saudara dan saudari terkasih, halo!

Injil hari Minggu ini (Luk 20:27-38) menyajikan kita Yesus berdebat dengan orang-orang Saduki, yang menyangkal kebangkitan. Dan justru pada pokok pembicaraan ini bahwa mereka mengajukan sebuah pertanyaan kepada Yesus untuk memberi-Nya kesulitan dan mengolok-olok iman tentang kebangkitan orang mati. Mereka mengajukan sebuah keadaan  pengandaian : "Seorang perempuan memiliki tujuh suami, yang meninggal satu demi satu", dan mereka bertanya kepada Yesus : "Siapakah yang akan menjadi suami perempuan itu setelah kematiannya?". Yesus, yang selalu lemah lembut dan sabar, pertama-tama menjawab bahwa kehidupan setelah kematian tidak memiliki patokan yang sama seperti kehidupan di bumi. Kehidupan kekal adalah kehidupan yang lain, dalam dimensi lain, di mana, antara lain, tidak akan ada pernikahan, yang terkait dengan keberadaan kita di dunia ini. Orang yang dibangkitkan, Yesus berkata, akan menjadi seperti malaikat, dan mereka akan hidup dalam keadaan yang berbeda yang tidak bisa kita alami atau bayangkan sekarang. Dan inilah bagaimana Yesus menjelaskan hal-hal tersebut.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 6 November 2013 : SAKRAMEN, KARISMA, DAN AMAL

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Rabu lalu, saya berbicara tentang persekutuan para kudus, yang dipahami sebagai persekutuan di antara orang-orang kudus, yaitu, di antara kita orang-orang percaya. Hari ini saya ingin merenungkan lebih lanjut tentang segi lain dari kenyataan ini : Anda ingat bahwa ada dua segi : segi pertama adalah persekutuan, kesatuan di antara kita, dan segi lainnya adalah persekutuan hal-hal kudus, muatan-muatan rohani. Kedua segi tersebut berhubungan erat, bahkan persekutuan di antara orang-orang Kristiani tumbuh melalui keikutsertaan dalam muatan-muatan rohani. Secara khusus kita mempertimbangkan : Sakramen, karisma, dan amal (bdk. Katekismus Gereja Katolik, No 949-953). Kita bertumbuh dalam kesatuan, dalam persekutuan, dengan sakramen, karisma yang masing-masing memiliki dari Roh Kudus, dan dengan amal.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 3 November 2013 : MARILAH KITA MENYAMBUT YESUS KE DALAM HIDUP KITA DENGAN SUKACITA

Saudara dan saudari terkasih, halo!

Bacaan Injil hari Minggu ini dari Lukas (19:1-10) menunjukkan kepada kita bahwa Yesus, dalam perjalanannya ke Yerusalem, memasuki kota Yerikho. Ini adalah tahap terakhir sebuah perjalanan yang merangkum dalam dirinya seluruh kehidupan Yesus, yang didedikasikan untuk mencari dan menyelamatkan domba-domba yang hilang dari umat Israel. Namun semakin dekat perjalanan datang ke tujuannya, semakin dekat lingkaran permusuhan pada Yesus.

PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT PADA HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS 1 November 2013

Pada Hari Raya Semua Orang Kudus, Paus Fransiskus menekankan bahwa orang-orang kudus bukanlah “orang yang hebat" yang "terlahir sempurna", melainkan orang-orang biasa yang mengikuti Allah "dengan segenap hati mereka". "Mereka seperti kita, mereka seperti kita masing-masing, mereka adalah orang-orang yang sebelum mencapai kemuliaan surga menjalani sebuah kehidupan biasa, dengan sukacita dan dukacita, perjuangan dan pengharapan", kata Paus Fransiskus sebelum Doa Malaikat Tuhan tengah hari di Lapangan Santo Petrus 1 November 2013.

Setiap orang kudus mengubah hidupnya "ketika mereka mengenal kasih Allah, mereka mengikuti-Nya dengan sepenuh hati, tanpa syarat dan kemunafikan". "Mereka menghabiskan hidup mereka dalam pelayanan orang lain, mereka mengalami penderitaan dan kesulitan tanpa kebencian dan menanggapi kejahatan dengan kebaikan, menyebarkan sukacita dan damai", beliau berkata.