Saudara-saudari,
selamat hari Minggu!
Setelah
Ia dibaptis, Yesus mulai berkhotbah dan memanggil murid-murid-Nya yang pertama:
Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya, serta Yakobus dan Yohanes
(bdk. Mat 4:12-22). Dengan merefleksikan lebih dalam kisah dalam Bacaan Injil
hari ini, kita dapat mengajukan dua pertanyaan kepada diri kita sendiri.
Pertanyaan pertama berkaitan dengan waktu perutusan Yesus, dan pertanyaan kedua
berkaitan dengan tempat yang Ia pilih untuk berkhotbah dan memanggil para
rasul-Nya. Kita dapat bertanya: Kapan Ia mengawalinyai? Dan di mana Ia
mengawalinya?
Pertama-tama,
Bacaan Injil memberitahu kita bahwa Yesus memulai khotbah-Nya “ketika Ia
mendengar bahwa Yohanes telah ditahan” (ayat 12). Oleh karena itu, Ia
mengawalinya pada saat yang tampaknya tidak tepat. Yohanes Pembaptis baru saja
ditahan dalam penjara, dan para pemimpin umat tampaknya enggan menerima
kebaruan Mesias. Rupanya, suatu waktu yang membutuhkan kehati-hatian. Namun,
justru dalam situasi yang gelap inilah Yesus mulai membawa terang Kabar Baik:
“Kerajaan Surga sudah dekat” (ayat 17).
Dalam
kehidupan kita, baik secara individu maupun sebagai Gereja, pergumulan batin
atau keadaan yang kita anggap tidak menguntungkan dapat membuat kita meyakini
bahwa hal tersebut bukanlah waktu yang tepat untuk mewartakan Injil, mengambil
keputusan, memilih, atau mengubah situasi. Namun, dengan cara ini, kita
berisiko menjadi lumpuh karena keraguan atau terpenjara oleh kehati-hatian yang
berlebihan, sedangkan Bacaan Injil mengajak kita untuk berani percaya. Allah
bekerja setiap saat; setiap saat adalah “waktu Allah,” bahkan ketika kita
merasa belum siap atau ketika situasi tampak tidak menguntungkan.
Bacaan
Injil juga memberikan kita wawasan tentang tempat tertentu di mana Yesus
mengawali perutusan-Nya di muka umum. Kita diberitahu bahwa Ia “meninggalkan
Nazaret dan tinggal di Kapernaum” (ayat 13). Dengan demikian, Ia tetap tinggal
di Galilea – wilayah yang sebagian besar dihuni oleh orang-orang kafir yang
telah diubah oleh perdagangan menjadi persimpangan jalan dan tempat pertemuan.
Kita dapat menggambarkannya sebagai wilayah multikultural, yang dilalui oleh
orang-orang dari berbagai asal dan afiliasi agama. Dalam pengertian ini, Bacaan
Injil mengungkapkan bahwa Mesias, meskipun berasal dari Israel, melampaui
batas-batas tanah kelahirannya untuk memberitakan Allah yang mendekati setiap
orang. Ia adalah Allah yang tidak mengecualikan siapa pun, dan yang datang
bukan hanya untuk orang-orang yang "murni," tetapi sepenuhnya masuk
ke dalam kerumitan situasi dan hubungan manusiawi. Oleh karena itu, sebagai
umat kristiani, kita pun harus mengatasi godaan untuk mengasingkan diri. Injil
harus diberitakan dan dihayati di setiap lingkungan, berfungsi sebagai ragi
persaudaraan dan perdamaian di antara semua individu, budaya, agama, dan bangsa.
Saudara-saudari,
seperti para murid pertama, kita dipanggil untuk menerima undangan Tuhan dengan
sukacita, mengetahui bahwa setiap waktu dan setiap tempat dalam kehidupan kita
dipenuhi oleh kehadiran dan kasih-Nya. Marilah kita berdoa kepada Perawan
Maria, agar ia memperolehkan bagi kita kepercayaan batin ini dan menyertai kita
dalam perjalanan kita.
[Setelah pendarasan
doa Malaikat Tuhan]
Saudara-saudari
terkasih,
Hari
Minggu ini, Hari Minggu Biasa III, adalah Hari Minggu Sabda Allah. Paus
Fransiskus menetapkannya tujuh tahun yang lalu untuk mempromosikan pengetahuan
tentang Kitab Suci di seluruh Gereja dan perhatian yang lebih besar kepada Sabda
Allah dalam Liturgi dan dalam kehidupan komunitas. Saya berterima kasih dan
mendorong semua orang yang berkomitmen dengan iman dan kasih pada prioritas ini.
Bahkan
hingga saat ini, Ukraina terus dilanda serangan, membuat seluruh penduduknya
terpapar dinginnya musim dingin. Saya mengikuti situasi ini dengan penuh duka,
dan saya turut berduka cita serta mendoakan mereka yang menderita. Berlanjutnya
permusuhan, dengan konsekuensi yang semakin serius bagi warga sipil,
memperlebar jurang pemisah antarbangsa dan semakin menjauhkan peluang untuk
perdamaian yang adil dan abadi. Saya mengajak semua orang untuk meningkatkan
upaya mereka mengakhiri perang ini.
Hari
ini adalah Hari Kusta Sedunia. Saya menyampaikan rasa simpati saya kepada semua
orang yang terkena penyakit ini. Saya menyampaikan dukungan kepada Lembaga
Sahabat Raoul Follereau di Italia dan semua orang yang merawat pasien kusta,
terutama komitmen mereka untuk melindungi martabat pasien.
Saya
menyapa kamu semua, umat Roma dan para peziarah dari berbagai negara! Secara
khusus, saya menyapa paduan suara Paroki Rakovski, Bulgaria, kelompok
Quinceañera dari Panama, para siswa Institut Zurbarán, Badajoz, Spanyol; serta
para calon penerima sakramen krisma dari Paroki San Marco Vecchio, Florence,
komunitas sekolah Institut Komprehensif Erodoto, Corigliano-Rossano, dan
Lembaga Sukarelawan Cuori Aperti, Lecce.
Dengan
hangat saya menyapa orang muda Aksi Katolik Roma, bersama dengan orang tua,
pendidik, dan imam mereka, yang telah menyelenggarakan Karavan Perdamaian.
Anak-anak dan orang muda yang terkasih, saya berterima kasih kepadamu karena
kamu membantu kami orang dewasa untuk melihat dunia dari sudut pandang lain:
yaitu kerja sama antarmanusia dan antarbangsa. Terima kasih! Jadilah pembawa
damai di rumah, di sekolah, dalam olahraga, di mana pun. Jangan pernah
melakukan kekerasan, baik dengan kata-kata maupun dengan gestur. Jangan pernah!
Kejahatan hanya dapat dikalahkan dengan kebaikan.
Bersama
dengan orang muda ini, marilah kita berdoa untuk perdamaian: di Ukraina, Timur
Tengah, dan setiap wilayah di mana, sayangnya, terjadi pertempuran demi
kepentingan yang bukan kepentingan rakyat. Perdamaian dibangun atas dasar
penghormatan terhadap bangsa-bangsa!
Hari
ini menandai berakhirnya Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen. Sore
hari, sesuai tradisi, saya akan merayakan Vespers di Basilika Santo Paulus di
Luar Tembok bersama perwakilan umat kristiani lainnya. Saya berterima kasih
kepada semua yang akan berpartisipasi, termasuk melalui media, dan saya mengucapkan
selamat hari Minggu kepada semuanya.
_____
(Peter Suriadi - Bogor, 25 Januari 2026)
