Liturgical Calendar

Showing posts with label Wejangan Angelus 2014. Show all posts
Showing posts with label Wejangan Angelus 2014. Show all posts

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 28 Desember 2014 : PESTA KELUARGA KUDUS

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam hari Minggu pertama setelah Natal ini, sementara kita masih tenggelam dalam iklim sukacita perayaan, Gereja mengajak kita untuk merenungkan Keluarga Kudus dari Nazaret. Injil hari ini menceritakan Santa Maria dan Santo Yosef pada saat yang di dalamnya, 40 hari setelah kelahiran Yesus, mereka pergi ke Bait Allah di Yerusalem. Mereka melakukannya dalam ketaatan religius pada Hukum Musa, yang mengatur untuk mempersembahkan anak sulung kepada Tuhan (bdk. Luk 2:22-24). Kita bisa membayangkan keluarga kecil ini, di tengah-tengah begitu banyak orang, di halaman besar Bait Suci.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 26 Desember 2014 : PESTA SANTO STEFANUS

Saudara dan saudari terkasih,
Hari ini liturgi mengingatkan kesaksian Santo Stefanus. Dipilih oleh para Rasul, bersama dengan enam orang lainnya, untuk diakonat amal kasih dalam jemaat Yerusalem, ia menjadi martir pertama Gereja. Dengan kemartirannya, Stefanus menghormati kedatangan ke dalam dunia Raja segala raja, menawarkan kepada-Nya karunia hidupnya sendiri. Dan maka ia menunjukkan kepada kita bagaimana menghayati kepenuhan misteri Natal.
Injil pesta ini memberikan bagian pengajaran Yesus kepada murid-murid-Nya pada saat yang di dalamnya Ia mengutus mereka. Antara lain, Ia berkata, "Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat" (Mat 10:22). Kata-kata Tuhan ini tidak mengacaukan perayaan Natal, tetapi mengupas tentang kemanisan palsu sakarin yang bukan miliknya. Membuat kita memahami bahwa dalam pencobaan-pencobaan yang diterima berkenaan pentingnya iman, kekerasan diatasi dengan kasih, kematian dengan kehidupan. Untuk benar-benar menyambut Yesus dalam keberadaan kita, dan untuk memperpanjang sukacita Malam Kudus, jalannya justru yang ditunjukkan dalam Injil ini: yaitu, bersaksi dalam kerendahan hati, dalam pelayanan hening, tanpa takut akan melawan arus, mampu membayar secara pribadi. Dan jika tidak semua orang dipanggil, seperti Santo Stefanus, menumpahkan darah mereka sendiri, meskipun demikian, setiap orang Kristen dipanggil dalam setiap keadaan menjalani kehidupan yang mudah dimengerti dengan iman yang ia akui.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 21 Desember 2014 : YESUS MENGETUK HATI KITA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Hari ini, hari Minggu Adven keempat dan terakhir, liturgi ingin mempersiapkan kita untuk Natal, yang merupakan "sudah di ambang pintu", mengajak kita untuk merenungkan perikop Kabar Sukacita malaikat kepada Maria. Malaikat Agung Gabriel menyatakan kepada Perawan Maria kehendak Allah bahwa ia akan menjadi ibu Putra-Nya yang tunggal. "Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi".

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 14 Desember 2014 : SUKACITA YESUS DIMULAI SEKARANG

Pada kesempatan tersebut, sebagai hadiah, Paus Fransiskus membagikan 50.000 buku doa yang diterbitkan oleh Kantor Amal Kasih Kepausan dan Libreria Editrice Vaticana (rumah penerbitan Vatican), kepada mereka yang hadir di Lapangan Santo Petrus. Pada kesempatan itu, Paus Fransiskus memberikan berkat tradisional Bambinelli kepada anak-anak Roma yang membawa bayi-bayi Yesus dari kandang Natal mereka. Berikut adalah wejangan Paus Fransiskus sebelum dan sesudah pendarasan Doa Malaikat Tuhan yang bertepatan dengan Hari Minggu Adven III (Minggu Gaudete) 14 Desember 2014 dari Balkon Utama yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
****************

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 8 Desember 2014 : TENTANG HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

Saudara dan saudari terkasih,
Pesan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda ini dapat diringkas dalam kata-kata ini: semuanya merupakan sebuah rahmat, semuanya merupakan sebuah rahmat yang bebas dari Allah dan kasih-Nya bagi kita. Malaikat Gabriel menyebut Maria "penuh rahmat" (Luk. 1:28): dalam dirinya tidak ada ruang untuk dosa, karena Allah telah selalu memilihnya sebagai bunda Yesus dan telah mengamankannya dari dosa asal.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 7 Desember 2014 : TENTANG PENGHIBURAN TUHAN


Saudara dan saudari terkasih,
Hari Minggu ini menandai tahap kedua Masa Adven, masa yang menakjubkan yang membangunkan dalam diri kita harapan kedatangan kembali Kristus dan memori kedatangan-Nya yang bersejarah. Liturgi hari ini menyajikan kita dengan sebuah pesan penuh harapan. Undangan Tuhan yang diungkapkan dengan kata-kata nabi Yesaya: "Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu" (40:1). Dengan kata-kata ini, Kitab penghiburan dibuka, yang di dalamnya nabi memberi amanat kepada orang-orang di pengasingan pengumuman pembebasan yang penuh sukacita. Masa kesusahan berakhir; orang-orang Israel dapat melihat ke masa depan dengan keyakinan: kembali ke rumah akhirnya menanti mereka. Dan ini adalah alasan bagi undangan untuk membiarkan diri kita dihibur oleh Tuhan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 23 November 2014 : TENTANG ENAM SANTO/SANTA YANG BARU DIKANONISASI


Saudara dan saudari terkasih,
Pada akhir perayaan ini, saya ingin menyambut Anda semua yang telah datang untuk menghormati para santo/santa baru, terutama delegasi resmi dari Italia dan India.


Semoga teladan empat santo/santa Italia [Santo Amato Ronconi; Santo Giovanni Antonio Farina; Santa Nicola da Longobardi dan Santo Ludovico da Casoria], yang lahir di Provinsi Vicenza, Napoli, Cosenza dan Rimini, membantu orang-orang Italia terkasih untuk menghidupkan kembali semangat kerja sama dan keselarasan untuk kebaikan bersama dan untuk melihat dengan harapan ke masa depan, percaya pada kedekatan Allah yang tidak pernah meninggalkan kita, bahkan di saat-saat sulit.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 16 November 2014 : PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA


Saudara dan saudari terkasih,
Injil hari Minggu ini adalah perumpamaan tentang talenta, yang diambil dari Injil Santo Matius (25:14-30). Perumpamaan tersebut menceritakan tentang seorang yang, sebelum bepergian, memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan mereka dengan hartanya dalam bentuk talenta, mata uang kuno nilai bernilai besar. Tuan itu mempercayakan lima talenta kepada hamba yang pertama, dua talenta kepada hamba yang kedua, dan satu talenta kepada hamba yang ketiga. Selama kepergian tuannya, ketiga hamba harus membuat keberuntungan ini berbuah. Hamba yang pertama dan kedua menggandakan modal awal mereka masing-masing; hamba yang ketiga, namun, karena takut kehilangan segalanya, mengubur talenta yang ia terima di dalam sebuah lubang. Setelah kepulangan tuannya, dua hamba yang pertama menerima pujian dan ganjaran, sementara hamba yang ketiga yang hanya mengembalikan mata uang yang diterima, dimarahi dan dihukum.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 9 November 2014 : TENTANG PESTA PEMBERKATAN BASILIKA LATERAN


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Liturgi hari ini memperingati Pemberkatan Basilika Lateran, Katedral Keuskupan Roma, sehingga tradisi mengartikan sebagai "ibu dari semua Gereja "Urbe et Orbe" [Kota dan Dunia]. Kata "ibu" merujuk tidak hanya pada bangunan besar Basilika yang kudus, tetapi kepada karya Roh Kudus yang diwujudkan dalam gedung ini, berbuah melalui pelayanan Uskup Roma, dalam semua jemaat yang tetap dalam kesatuan dengan Gereja yang dipimpinnya. Kesatuan ini menyajikan sifat sebuah keluarga universal, dan karena ada seorang ibu dalam sebuah keluarga, maka demikian juga Katedral Lateran yang dihormati menjadi seorang "ibu" bagi gereja-gereja dari semua jemaat dunia Katolik.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 2 November 2014 : TENTANG PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN

Saudara dan saudari terkasih,
Kemarin kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus, dan hari ini liturgi mengajak kita untuk memperingati umat beriman yang telah meninggal. Kedua peristiwa ini sangat erat berkaitan satu sama lain, sama seperti sukacita dan air mata menemukan sebuah perpaduan dalam Yesus Kristus yang adalah dasar dari iman kita dan harapan kita. Di satu sisi, pada kenyataannya, Gereja, peziarah dalam sejarah, bersukacita untuk perantaraan para santo/santa dan para beato/beata yang menopangnya dalam perutusan memaklumkan Injil; di sisi lain, ia, seperti Yesus, berbagi dalam air mata orang-orang yang menderita ditinggalkan orang yang dicintai, dan seperti Dia dan berkat-Nya, menggemakan berkat Bapa yang telah membebaskan kita dari kuasa dosa dan kematian.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 1 November 2014 : TENTANG HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS



Saudara dan saudari terkasih, dua hari pertama bulan November adalah untuk kita semua sebuah momen iman, doa dan permenungan yang intens mengenai "hal-hal terakhir" kehidupan. Bahkan dalam merayakan hari raya semua orang kudus dan memperingati arwah semua orang beriman, dalam liturgi peziarahan Gereja di bumi menghidupi dan mengungkapkan ikatan rohani yang mempersatukannya dengan Gereja di surga. Hari ini kita memuji Allah karena sejumlah besar laki-laki dan perempuan kudus yang tak terhitung jumlahnya dari segala usia: laki-laki dan perempuan sederhana, yang kadang-kadang merupakan "yang terakhir" bagi dunia, tetapi "yang pertama" bagi Allah. Pada saat yang sama kita telah mengingat orang-orang tercinta kita yang telah meninggal dengan mengunjungi kuburan-kuburan : Ini adalah sebuah sumber penghiburan besar untuk berpikir bahwa mereka berada dalam persekutuan Perawan Maria, para rasul, para martir dan semua orang kudus dari surga!

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 26 Oktober 2014 : TENTANG KASIH KEPADA ALLAH DAN KEPADA SESAMA


Saudara dan saudari terkasih,
Injil hari ini mengingatkan kita bahwa Hukum Ilahi dapat diringkas dalam kasih kepada Allah dan kepada sesama. Penginjil Matius mengatakan bahwa beberapa orang Farisi sepakat untuk menguji Yesus (bdk 22:34-35). Seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, mengajukan kepada-Nya pertanyaan ini : "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" (ayat 36). Yesus, mengutip kitab Ulangan, menanggapi : "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama" (ayat 37-38). Ia bisa saja berhenti di sana. Sebaliknya, Yesus menambahkan sesuatu yang lain yang tidak ditanyakan oleh ahli Taurat tersebut. Ia berkata : “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (ayat 39). Bahkan perintah kedua ini tidak diciptakan oleh Yesus, melainkan diambil dari Kitab Imamat. Kebaruannya tepatnya terdiri dalam menempatkan kedua hukum ini bersama-sama – kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama - mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi, mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Anda tidak dapat mengasihi Allah tanpa mengasihi sesama Anda dan Anda tidak dapat mengasihi sesama Anda tanpa mengasihi Allah. Paus Benediktus telah mewariskan kita sebuah ulasan indah tentang hal ini dalam Ensiklik pertamanya Deus Caritas Est (bab 16-18).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 19 Oktober 2014 : TENTANG PONTIFIKASI BEATO PAULUS VI


Saudara dan saudari terkasih,

Pada akhir perayaan resmi ini, saya ingin menyapa para peziarah dari Italia dan dari berbagai negara, dengan sambutan hormat kepada para Delegasi resmi. Secara khusus, saya menyambut umat dari Keuskupan Brescia, Milan dan Roma, yang secara signifikan terkait dengan kehidupan dan pelayanan Paus Montini. Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Anda dan mendorong Anda untuk dengan setia mengikuti ajaran-ajaran dan keteladanan sang beato baru.