Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 13 Mei 2018 : TENTANG HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Raya Kenaikan Tuhan dirayakan hari ini di Italia dan di banyak negara lainnya. Hari raya ini mengandung dua unsur. Di satu sisi, hari raya ini mengarahkan pandangan kita ke Surga, tempat Yesus, dimuliakan, duduk di sebelah kanan Allah (bdk. Mrk 16:19). Di sisi lain, hari raya ini mengingatkan permulaan perutusan Gereja: mengapa? Karena Yesus yang bangkit dan naik ke surga mengutus murid-murid-Nya untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia; Oleh karena itu, Hari Raya Kenaikan Tuhan mendesak kita untuk menengadah kita ke surga, untuk kemudian segera kembali ke bumi, melaksanakan tugas-tugas yang telah dipercayakan oleh Tuhan yang bangkit kepada kita.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 9 Mei 2018 : MELALUI PEMBAPTISAN, GEREJA MELAHIRKAN KITA KEMBALI KEPADA KEHIDUPAN KEKAL

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Katekese tentang Sakramen Pembaptisan menuntun kita hari ini untuk berbicara tentang pembersihan, yang disertai dengan doa Tritunggal Mahakudus, yaitu, ritus inti yang sebagaimana mestinya “membaptis” - yaitu, menenggelamkan - dalam Misteri Paskah Kristus (Katekismus Gereja Katolik, 1239). Santo Paulus mengingatkan makna tata gerak ini, kepada umat kristiani di Roma, bertanya terlebih dulu : “Tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?”. Dan kemudian menjawab: “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati ... demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru”(Rm 6:3-4). Pembaptisan membuka pintu bagi kita kepada kehidupan kebangkitan, bukan kepada kehidupan duniawi <tetapi kepada> kehidupan menurut Yesus.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 6 Mei 2018 : TENTANG TINGGAL DI DALAM KASIH KRISTUS

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam Masa Paskah ini, sabda Allah terus menunjukkan kepada kita gaya hidup yang bertalian erat untuk menjadi komunitas Kristus yang bangkit. Di antaranya, Injil hari ini menghadirkan tuntutan Yesus: "tinggallah di dalam kasih-Ku" (Yoh 15:9). Mendiami aliran kasih Allah, memiliki tempat tinggal yang tetap adalah keadaan sehingga kasih kita tidak kehilangan semangatnya dan berani dalam perjalanan. Seperti Yesus dan di dalam Dia, kita juga harus menerima dengan rasa syukur kasih yang berasal dari Bapa dan tinggal di dalam kasih ini, berusaha untuk tidak memisahkan diri kita oleh egoisme dan dosa. Ini adalah program yang menuntut tetapi bukan tidak mungkin.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 2 Mei 2018 : TENTANG PEMBAPTISAN, SUMBER KEHIDUPAN

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Melanjutkan permenungan tentang pembaptisan, hari ini saya ingin berhenti pada ritus-ritus pokok yang dilakukan pada bejana baptis.

Pertama-tama kita meninjau air, yang di atasnya dimohonkan kuasa Roh Kudus, sehingga air tersebut memiliki kekuatan untuk melahirkan dan memperbarui (bdk. Yoh 3:5 dan Tit 3:5). Air adalah matriks kehidupan dan kesejahteraan, sedangkan ketidakhadirannya menyebabkan padamnya seluruh kesuburan, seperti yang terjadi di padang gurun. Namun, air juga bisa menjadi penyebab kematian, ketika air menenggelamkan di antara gelombang-gelombangnya atau, dalam jumlah besar, menyapu bersih semuanya. Akhirnya, air memiliki kapasitas untuk mencuci, membersihkan dan memurnikan. Berasal dari simbolisme alamiah yang diakui secara universal ini, Alkitab menggambarkan campur tangan dan janji Allah melalui tanda air. Namun, kuasa untuk mengampuni dosa bukan ada di dalam air itu sendiri, seperti dijelaskan Santo Ambrosius kepada orang-orang yang baru dibaptis: “Kamu telah melihat air, tetapi tidak semua air menyembuhkan : air menyembuhkan yang memiliki rahmat Kristus. [...] Tindakan tersebut adalah rahmat air, keberhasilannya adalah rahmat Roh Kudus” (De Sakramentis 1,15).