Liturgical Calendar

BAGAIMANA MARIA DAPAT MENJADI BUNDA ALLAH?



Bagaimana Maria Dapat Menjadi Bunda Allah?* 
(Oleh : Tim Staples**)

Kebanyakan jemaat-jemaat Protestanyang lebih tradisional, mempercayai Bunda Maria adalah Theotokos (Yunani : “pembawa Allah”) atau Bunda Allah. Jika Yesus Kristus sungguh Allah, maka Maria sungguh Bunda Allah. Tetapi jutaan umat lain dalam jemaat-jemaat Fundamentalis dan Evangelis tidak sudi mengikuti orang-orang Katolik dalam merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah.
Keberatan atas dogma iman yang agung ini pada dasarnya ada tiga. Keberatan pertama menyatakan kejelasan. Tidak dijumpai di mana pun dalam Kitab Suci kata-kata “Bunda Allah” yang digunakan untuk menggambarkan Maria. “ Jika ajaran ini sama pentingnya sebagaimana diklaim Katolik Roma, tidakkah seharusnya ada sekurang-kurangannya satu dari para pengarang yang terilhami telah menggunakannya?” Keberatan kedua berakar dalam Luk 1:43 – suatu teks yang digunakan oleh orang-orang Katolik untuk menunjukkan dasar biblis untuk Theotokos – yang di dalamnya Elisabet “berseru [kepada Maria] dengan suara nyaring, ‘Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu! Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?’”. Kaum fundamentalis menunjukkan teks ini tidak menyebut Maria Bunda Allah, tetapi Ibu Tuhanku. Perjanjian Baru mengunakan istilah “tu(h)an” (Yunani : kurios) kadang-kadang dalam konteks keilahian, tetapi juga menggunakannya dengan kepada pribadi-pribadi manusia dalam berbagai konteks. Perikop dalam Lukas, disangkal, tidak mengacu kepada keilahian Kristus, tetapi kepada kemanusiaan-Nya. Dan akhirnya, keberatan ketiga, kaum Protestan menunjukkan bahwa tidak mungkin bagi Allah untuk memiliki seorang Ibu. “Allah adalah Tritunggal. Jika Maria adalah Bunda Allah, ia adalah bunda Tritunggal. Karena itu, Tritunggal tidak lagi menjadi Tritunggal, tetapi akan menjadi Caturtunggal!”

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 12 November 2014 : PARA USKUP, IMAM DAN DIAKON DIPANGGIL UNTUK MELAYANI DENGAN KERENDAHAN HATI


Saudara dan saudari terkasih,
Dalam katekese sebelumnya kita melihat bagaimana Tuhan terus memberi makan domba-domba-Nya melalui jabatan pelayanan para uskup, yang dibantu oleh para imam dan para diakon. Di dalam merekalah Yesus membuat diri-Nya sendiri hadir, dalam kuasa Roh-Nya, dan terus melayani Gereja, memelihara dalam imannya, harapan dan kesaksian amal. Oleh karena itu, jabatan pelayanan ini merupakan sebuah karunia agung dari Tuhan bagi setiap jemaat Kristiani dan bagi seluruh Gereja, lantaran mereka adalah sebuah tanda hidup kehadiran-Nya dan kasih-Nya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 9 November 2014 : TENTANG PESTA PEMBERKATAN BASILIKA LATERAN


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Liturgi hari ini memperingati Pemberkatan Basilika Lateran, Katedral Keuskupan Roma, sehingga tradisi mengartikan sebagai "ibu dari semua Gereja "Urbe et Orbe" [Kota dan Dunia]. Kata "ibu" merujuk tidak hanya pada bangunan besar Basilika yang kudus, tetapi kepada karya Roh Kudus yang diwujudkan dalam gedung ini, berbuah melalui pelayanan Uskup Roma, dalam semua jemaat yang tetap dalam kesatuan dengan Gereja yang dipimpinnya. Kesatuan ini menyajikan sifat sebuah keluarga universal, dan karena ada seorang ibu dalam sebuah keluarga, maka demikian juga Katedral Lateran yang dihormati menjadi seorang "ibu" bagi gereja-gereja dari semua jemaat dunia Katolik.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 5 November 2014 : USKUP BUKAN PERAN KEHORMATAN, TETAPI SEBUAH PELAYANAN



Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Kita mendengar apa yang dikatakan Rasul Paulus kepada Uskup, Titus, berapa banyak keutamaan yang harus dimiliki kita para uskup, kita semua mendengar, bukan? Dan itu tidak mudah, itu tidak mudah karena kami adalah orang berdosa-orang. Tetapi kami mempercayakan diri kami kepada doa-doa Anda agar kami dapat setidaknya berharap untuk menjadi lebih dekat dengan hal-hal yang disarankan Rasul Paulus untuk semua Uskup. Apakah Anda setuju? Maukah Anda mendoakan kami?