Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 27 September 2017 : TENTANG SETERU PENGHARAPAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Saat ini kita sedang berbicara tentang pengharapan; tetapi, hari ini saya ingin merenungkan bersama kalian seteru pengharapan, karena pengharapan memiliki seteru, sebagaimana setiap kebaikan di dunia ini memiliki seteru.

Dan muncullah dongeng kuno kotak Pandora : pembukaan kotak tersebut memicu begitu banyak bencana bagi sejarah dunia. Tetapi, sedikit yang ingat bagian terakhir dari cerita tersebut, yang membuka celah terang : setelah semua kejahatan keluar dari mulut kotak, sebuah hadiah kecil-kecilan tampak membalas dendam dalam menghadapi semua kejahatan yang sedang tertumpah. Pandora, wanita yang menjaga kotak ini merasakan yang terakhir : orang-orang Yunani menyebutnya elpis, yang berarti pengharapan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 24 September 2017 : PERUMPAMAAN TENTANG TUAN RUMAH YANG MEMANGGIL PARA PEKERJA UNTUK KEBUN ANGGURNYA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam perikop Injil hari ini (bdk. Mat 20:1-16) kita memiliki perumpamaan tentang para pekerja yang diminta bekerja harian, yang dikisahkan oleh Yesus untuk menyampaikan dua aspek Kerajaan Allah : aspek yang pertama, bahwa Allah ingin memanggil semua orang bekerja untuk Kerajaan-Nya; aspek yang kedua, bahwa pada akhirnya Ia ingin memberikan semua orang imbalan jasa yang sama, yaitu, keselamatan, kehidupan kekal.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 20 September 2017 : MENGAJARKAN BERHARAP

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Tema katekese hari ini adalah "Mengajarkan Berharap". Oleh karena itu saya akan menyampaikannya secara langsung dengan "kamu" [yang lazim di Italia], membayangkan bahwa saya sedang berbicara sebagai pendidik, sebagai ayah kepada seorang pemuda atau kepada siapapun orang yang terbuka untuk belajar.

Pikirkan: di sanalah, tempat Allah telah menanamkan kamu, pengharapan! - selalu berharap.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 17 September 2017 : TENTANG PENGAMPUNAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Perikop Injil hari Minggu ini (bdk. Mat 18:21-35) memberi kita sebuah pengajaran tentang pengampunan, yang tidak mengingkari orang memikul kesalahannya, tetapi mengakui bahwa manusia, yang diciptakan menurut gambar Allah, selalu lebih besar daripada kejahatan yang dilakukannya. Santo Petrus bertanya kepada Yesus : "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" (ayat 21). Bagi Petrus sudah nampak maksimal mengampuni orang yang sama sebanyak tujuh kali; dan mungkin bagi kita tampaknya banyak melakukannya dua kali. Tetapi Yesus menjawab : "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali" (ayat 22), yaitu selalu : kamu harus selalu mengampuni. Dan Ia menegaskannya dengan menceritakan perumpamaan tentang raja yang penuh belas kasih dan pelayan yang tak berbelas kasihan, yang di dalamnya Ia menunjukkan ketidakselarasan dalam diri orang yang pertama kali diampuni dan kemudian menolak untuk mengampuni tersebut.