Saudara-saudari
terkasih,
Pada awal Pekan Suci, doa kita lebih dari sebelumnya tertuju kepada umat
kristiani di Timur Tengah, yang menderita akibat konflik brutal dan, dalam
banyak kasus, tidak dapat sepenuhnya mengikuti liturgi hari-hari suci ini.
Seraya Gereja merenungkan misteri sengsara Tuhan, kita tidak boleh melupakan
mereka yang hari ini benar-benar turut merasakan penderitaan-Nya. Pencobaan
mereka menantang hati nurani kita semua. Marilah kita memanjatkan doa kepada
Sang Raja Damai agar Ia menopang bangsa-bangsa yang terluka oleh perang dan
membuka jalan nyata menuju rekonsiliasi dan perdamaian.
Saya juga
ingin mempercayakan kepada Tuhan para pekerja maritim yang telah menjadi korban
konflik. Saya berdoa untuk mereka yang meninggal, terluka, dan keluarga mereka.
Daratan, langit, dan laut semuanya diciptakan untuk kehidupan dan perdamaian!
Marilah
kita juga berdoa untuk semua migran yang telah meninggal di laut, terutama
mereka yang kehilangan nyawa dalam beberapa hari terakhir di lepas pantai
Kreta.
Saya
menyapa dan berterima kasih kepada kamu semua – baik umat Roma maupun para
peziarah – yang telah ambil bagian dalam liturgi ini! Bersama-sama, marilah
kita sekarang berpaling kepada Perawan Maria, mempercayakan semua doa kita
kepada perantaraannya. Semoga ia membimbing kita selama hari-hari suci ini,
agar kita dapat mengikuti Yesus, Juruselamat kita, dengan iman dan kasih.
____
(Peter Suriadi - Bogor, 29 Maret 2026)
