Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 10 November 2013 : HIDUP DALAM KEKEKALAN

Saudara dan saudari terkasih, halo!

Injil hari Minggu ini (Luk 20:27-38) menyajikan kita Yesus berdebat dengan orang-orang Saduki, yang menyangkal kebangkitan. Dan justru pada pokok pembicaraan ini bahwa mereka mengajukan sebuah pertanyaan kepada Yesus untuk memberi-Nya kesulitan dan mengolok-olok iman tentang kebangkitan orang mati. Mereka mengajukan sebuah keadaan  pengandaian : "Seorang perempuan memiliki tujuh suami, yang meninggal satu demi satu", dan mereka bertanya kepada Yesus : "Siapakah yang akan menjadi suami perempuan itu setelah kematiannya?". Yesus, yang selalu lemah lembut dan sabar, pertama-tama menjawab bahwa kehidupan setelah kematian tidak memiliki patokan yang sama seperti kehidupan di bumi. Kehidupan kekal adalah kehidupan yang lain, dalam dimensi lain, di mana, antara lain, tidak akan ada pernikahan, yang terkait dengan keberadaan kita di dunia ini. Orang yang dibangkitkan, Yesus berkata, akan menjadi seperti malaikat, dan mereka akan hidup dalam keadaan yang berbeda yang tidak bisa kita alami atau bayangkan sekarang. Dan inilah bagaimana Yesus menjelaskan hal-hal tersebut.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 6 November 2013 : SAKRAMEN, KARISMA, DAN AMAL

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Rabu lalu, saya berbicara tentang persekutuan para kudus, yang dipahami sebagai persekutuan di antara orang-orang kudus, yaitu, di antara kita orang-orang percaya. Hari ini saya ingin merenungkan lebih lanjut tentang segi lain dari kenyataan ini : Anda ingat bahwa ada dua segi : segi pertama adalah persekutuan, kesatuan di antara kita, dan segi lainnya adalah persekutuan hal-hal kudus, muatan-muatan rohani. Kedua segi tersebut berhubungan erat, bahkan persekutuan di antara orang-orang Kristiani tumbuh melalui keikutsertaan dalam muatan-muatan rohani. Secara khusus kita mempertimbangkan : Sakramen, karisma, dan amal (bdk. Katekismus Gereja Katolik, No 949-953). Kita bertumbuh dalam kesatuan, dalam persekutuan, dengan sakramen, karisma yang masing-masing memiliki dari Roh Kudus, dan dengan amal.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 3 November 2013 : MARILAH KITA MENYAMBUT YESUS KE DALAM HIDUP KITA DENGAN SUKACITA

Saudara dan saudari terkasih, halo!

Bacaan Injil hari Minggu ini dari Lukas (19:1-10) menunjukkan kepada kita bahwa Yesus, dalam perjalanannya ke Yerusalem, memasuki kota Yerikho. Ini adalah tahap terakhir sebuah perjalanan yang merangkum dalam dirinya seluruh kehidupan Yesus, yang didedikasikan untuk mencari dan menyelamatkan domba-domba yang hilang dari umat Israel. Namun semakin dekat perjalanan datang ke tujuannya, semakin dekat lingkaran permusuhan pada Yesus.

PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT PADA HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS 1 November 2013

Pada Hari Raya Semua Orang Kudus, Paus Fransiskus menekankan bahwa orang-orang kudus bukanlah “orang yang hebat" yang "terlahir sempurna", melainkan orang-orang biasa yang mengikuti Allah "dengan segenap hati mereka". "Mereka seperti kita, mereka seperti kita masing-masing, mereka adalah orang-orang yang sebelum mencapai kemuliaan surga menjalani sebuah kehidupan biasa, dengan sukacita dan dukacita, perjuangan dan pengharapan", kata Paus Fransiskus sebelum Doa Malaikat Tuhan tengah hari di Lapangan Santo Petrus 1 November 2013.

Setiap orang kudus mengubah hidupnya "ketika mereka mengenal kasih Allah, mereka mengikuti-Nya dengan sepenuh hati, tanpa syarat dan kemunafikan". "Mereka menghabiskan hidup mereka dalam pelayanan orang lain, mereka mengalami penderitaan dan kesulitan tanpa kebencian dan menanggapi kejahatan dengan kebaikan, menyebarkan sukacita dan damai", beliau berkata.