Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 8 Januari 2014 : TENTANG SAKRAMEN BAPTIS

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Hari ini kita memulai sebuah rangkaian katekese baru tentang sakramen-sakramen, dan yang pertama adalah sakramen baptis. Dengan sebuah kebetulan yang membahagiakan, Minggu depan menandai Hari Raya Pembaptisan Tuhan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN PADA HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN 6 Januari 2014 : PENAMPAKAN TUHAN MERUPAKAN SEBUAH GERAKAN GANDA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Hari ini kita merayakan Penampakan Tuhan, yaitu, "perwujudan" Tuhan. Hari Raya ini terhubung dengan kisah Alkitab tentang kedatangan orang-orang Majus dari Timur ke Betlehem untuk melakukan penghormatan kepada Raja orang Yahudi : sebuah episode yang dibahas Paus Benediktus dengan sangat bagus dalam bukunya tentang bayi Yesus. Itu merupakan, pada kenyataannya, "perwujudan" pertama Kristus kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Itulah mengapa Penampakan Tuhan menyoroti permulaan keselamatan universal yang dibawa oleh Yesus. Liturgi hari ini mengelu-elukan : "Semua orang di bumi menyembah Engkau, Tuhan", karena Yesus datang untuk kita semua, untuk semua orang, untuk semuanya!

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 5 Januari 2014 : TENTANG MISTERI PENJELMAAN

Saudara dan saudari terkasih!
Liturgi Minggu ini mengajukan kembali kepada kita, dalam pembukaan Injil Santo Yohanes, makna terdalam kelahiran Yesus. Dia adalah Firman Allah yang menjadi manusia dan mendirikan "kemah"-Nya, kediaman-Nya, di antara manusia. Penginjil Yohanes menulis : “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita” (Yoh 1:14). Dalam kata-kata ini, yang tidak pernah berhenti memukau kita, merupakan seluruh kekristenan! Allah menjadi fana, rapuh seperti kita, Ia berbagi kondisi kemanusiaan kita, kecuali dosa, tetapi mengambil dosa-dosa kita atas diri-Nya seakan-akan mereka adalah milik-Nya. Ia masuk ke dalam sejarah kita, Ia sepenuhnya menjadi Allah beserta kita! Kelahiran Yesus, kemudian, menunjukkan kepada kita bahwa Allah ingin menyatukan diri-Nya kepada setiap pria dan wanita, kepada kita masing-masing, untuk menyampaikan hidup-Nya dan sukacita-Nya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 1 Januari 2014 : ROH KUDUS MENJIWAI UPAYA-UPAYA PARA PENCIPTA PERDAMAIAN

Harapan Kristiani berpusat pada Kristus dengan Roh Kudus sebagai kekuatan yang menggerakkan menuju tujuan Kerajaan Allah. Paus Fransiskus mengatakannya dalam wejangan Malaikat Tuhannya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Hari Raya Santa Maria Bunda Allah 1 Januari 2014.

Bapa Suci mengatakan harapan untuk tahun baru yang penuh dengan "perdamaian dan setiap yang baik" bukanlah tentang konotasi "magis dan agak fatalistik". Justru tentang harapan Kristiani yang pusatnya adalah "Yesus Kristus, yang menjelma, wafat dan bangkit". Juga memiliki tujuan, Paus mengatakan, "Kerajaan Allah, kerajaan perdamaian, keadilan, kebebasan, kasih".