Hari ini, Rabu Abu, perjalanan
empat puluh hari Masa Prapaskah dimulai, yang akan membawa kita ke Triduum
Paskah, peringatan Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Tuhan, jantung dan pusat misteri
keselamatan kita. Masa Prapaskah mempersiapkan
kita untuk momen ini yang sangat penting, untuk waktu "intens" ini,
sebuah titik balik yang dapat mendorong sebuah perubahan dalam kita
masing-masing, pertobatan. Kita semua memiliki kebutuhan
untuk menjadi lebih baik, untuk berubah menjadi lebih baik. Masa Prapaskah membantu kita dan
dengan demikian [memungkinkan kita] keluar dari kebiasaan melelahkan dan
kecanduan malas kita terhadap kejahatan yang memperdaya kita. Dalam Masa Prapaskah Gereja menujukan
kepada kita dua undangan penting: memiliki sebuah kesadaran yang lebih hidup akan
karya penebusan Kristus dan menghayati Baptisan kita dengan komitmen yang lebih
besar.
9 HAL UNTUK DIKETAHUI DAN DIBAGIKAN MENGENAI RABU ABU
1. Apa Rabu Abu?
Rabu Abu adalah hari awal Masa Prapaskah. Nama Rabu Abu berasal dari fakta bahwa sebuah ritual tertentu selalu dirayakan pada hari Rabu ini yang di dalamnya umat beriman mendapati abu diletakkan di dahi mereka. Menurut Pedoman Umum Misale Romawi : Dalam perjalanan Misa hari ini, abu diberkati dan diterimakan. Abu ini terbuat dari ranting pohon palma atau ranting pohon lainnya yang diberkati tahun sebelumnya [pada Hari Minggu Palma/Minggu Sengsara Tuhan].
Rabu Abu adalah hari awal Masa Prapaskah. Nama Rabu Abu berasal dari fakta bahwa sebuah ritual tertentu selalu dirayakan pada hari Rabu ini yang di dalamnya umat beriman mendapati abu diletakkan di dahi mereka. Menurut Pedoman Umum Misale Romawi : Dalam perjalanan Misa hari ini, abu diberkati dan diterimakan. Abu ini terbuat dari ranting pohon palma atau ranting pohon lainnya yang diberkati tahun sebelumnya [pada Hari Minggu Palma/Minggu Sengsara Tuhan].
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 2 Maret 2014 : TENTANG PENYELENGGARAAN ILAHI
Di pusat liturgi Minggu ini kita menemukan salah satu kebenaran yang paling menghibur : penyelenggaraan ilahi. Nabi
Yesaya menyajikannya sebagai sebuah
gambaran kasih keibuan yang penuh kelembutan,
dan mengatakan ini
: "Dapatkah seorang perempuan
melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?"
(49:15). Betapa indahnya ini!
Allah tidak melupakan kita,
kita masing-masing! Dia tidak lupa tentang kita masing-masing dengan sebuah
nama pertama
dan terakhir. Dia mengasihi kita dan
tidak melupakan kita. Betapa
sebuah pemikiran yang
indah ... Undangan untuk kepercayaan kepada Allah ini memiliki sebuah
kesejajaran dalam perikop dari Injil Matius : "Pandanglah burung-burung di
langit”, kata Yesus, “yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan
bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga....
Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa
memintal, namun Aku berkata kepadamu : Salomo dalam segala kemegahannya pun
tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu" (Mat 6:26, 28-29).
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 26 Februari 2014 : TENTANG SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT
Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Hari ini saya ingin berbicara kepada Anda tentang Sakramen Pengurapan Orang Sakit, yang memungkinkan kita menjamah dengan belas kasihan tangan Allah kita bagi manusia. Di masa lalu sakramen tersebut disebut "pemberian minyak suci yang ekstrim", karena dipahami sebagai penghiburan rohani dalam kesegeraan kematian. Berbicara, sebaliknya, "Pengurapan Orang Sakit", membantu kita memperluas pandangan kita tentang pengalaman penyakit dan penderitaan, dalam cakrawala belas kasih Allah.
Hari ini saya ingin berbicara kepada Anda tentang Sakramen Pengurapan Orang Sakit, yang memungkinkan kita menjamah dengan belas kasihan tangan Allah kita bagi manusia. Di masa lalu sakramen tersebut disebut "pemberian minyak suci yang ekstrim", karena dipahami sebagai penghiburan rohani dalam kesegeraan kematian. Berbicara, sebaliknya, "Pengurapan Orang Sakit", membantu kita memperluas pandangan kita tentang pengalaman penyakit dan penderitaan, dalam cakrawala belas kasih Allah.



