Beberapa
hari yang lalu, saya melakukan Kunjungan Kerasulan
ke Korea dan sekarang, bersama-sama dengan Anda, saya berterima kasih kepada Tuhan atas karunia agung ini. Saya
mampu mengunjungi sebuah
Gereja muda
dan dinamis, yang didirikan atas kesaksian para martir dan dijiwai oleh semangat misioner di negara di mana budaya-budaya Asia kuno
dan kebaruan abadi Injil bertemu -
keduanya bertemu.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 20 Agustus 2014 : TENTANG KUNJUNGANNYA KE KOREA
Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 10 Agustus 2014 : APA YANG MENYELAMATKAN GEREJA BUKANLAH MUTU DAN KEBERANIAN UMATNYA, TETAPI IMAN, YANG MEMUNGKINKAN BERJALAN DALAM KEGELAPAN DAN DI TENGAH-TENGAH KESULITAN
Saudara dan
saudari terkasih,
Injil hari
ini menyajikan kita kisah
Yesus yang berjalan di atas air
danau (bdk. Mat 14:22-33). Setelah
penggandaan roti dan ikan, Ia mengajak para murid untuk naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia membubarkan orang banyak, dan kemudian menarik diri sendirian untuk berdoa di bukit hingga larut malam. Sementara itu, suatu angin sakal muncul di danau, dan di tengah-tengah kisah ini Yesus
mencapai perahu para
murid, berjalan di atas air danau.
Ketika mereka melihat-Nya, para murid takut,
mereka pikir itu hantu, tetapi Ia meyakinkan
mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan
takut!" (ayat 27). Petrus, dengan semangat khasnya,
bertanya
kepada-Nya hampir-hampir sebagai sebuah
ujian
: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang
kepada-Mu berjalan di atas air"; dan Yesus berkata kepadanya, "Datanglah!" (ayat 28-29). Petrus turun dari perahu dan mulai berjalan di
atas air, tetapi angin kencang menghantamnya dan ia mulai tenggelam. Kemudian ia berteriak : "Tuhan, tolonglah aku!" (ayat
30), dan Yesus
mengulurkan tangan-Nya dan
mengangkatnya.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 6 Agustus 2014 : TENTANG UMAT ALLAH
Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Dalam katekese sebelumnya, kita melihat bagaimana Gereja merupakan suatu umat - suatu umat yang dipersiapkan dengan kesabaran dan kasih oleh Allah, yang kepadanya kita semua dipanggil menjadi milik-Nya. Hari ini, saya ingin menjelaskan kebaruan yang menjadi ciri khas umat ini: ia benar-benar merupakan suatu umat baru, yang didirikan pada Perjanjian Baru yang diadakan oleh Tuhan Yesus dengan karunia hidup-Nya. Kebaruan ini tidak meniadakan cara sebelumnya juga tidak bertentangan dengannya; melainkan membawanya maju, mengarah kepada pemenuhan.
Dalam katekese sebelumnya, kita melihat bagaimana Gereja merupakan suatu umat - suatu umat yang dipersiapkan dengan kesabaran dan kasih oleh Allah, yang kepadanya kita semua dipanggil menjadi milik-Nya. Hari ini, saya ingin menjelaskan kebaruan yang menjadi ciri khas umat ini: ia benar-benar merupakan suatu umat baru, yang didirikan pada Perjanjian Baru yang diadakan oleh Tuhan Yesus dengan karunia hidup-Nya. Kebaruan ini tidak meniadakan cara sebelumnya juga tidak bertentangan dengannya; melainkan membawanya maju, mengarah kepada pemenuhan.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 3 Agustus 2014 : MUKJIZAT PENGGANDAAN ROTI
Saudara dan saudari terkasih,
Pada hari Minggu ini, Injil menyajikan kita mukjizat penggandaan roti dan ikan (Mat 14:13-21). Yesus menggenapi hal ini sepanjang Danau Galilea, di daerah terpencil di mana Ia telah menyingkir bersama para murid-Nya setelah belajar dari kematian Yohanes Pembaptis. Tapi begitu banyak orang mengikuti-Nya dan sampai kepada-Nya; dan Yesus, melihat mereka, merasa belas kasihan kepada mereka dan menyembuhkan orang sakit hingga malam. Sekarang para murid, prihatin karena hari sudah larut, menyarankan-Nya untuk membubarkan orang banyak sehingga mereka bisa pergi ke desa-desa dan membeli makanan untuk dimakan. Tetapi Yesus dengan tenang menjawab: "Kamu harus memberi mereka makan" (Mat 14:16); dan ia membiarkan mereka membawa lima roti dan dua ikan, Ia memberkati mereka, dan mulai memecah-mecah mereka dan memberikan mereka kepada para murid, yang membagi-bagikannya kepada orang-orang. Mereka semua makan hingga mereka puas dan bahkan ada [makanan] sisa.
Pada hari Minggu ini, Injil menyajikan kita mukjizat penggandaan roti dan ikan (Mat 14:13-21). Yesus menggenapi hal ini sepanjang Danau Galilea, di daerah terpencil di mana Ia telah menyingkir bersama para murid-Nya setelah belajar dari kematian Yohanes Pembaptis. Tapi begitu banyak orang mengikuti-Nya dan sampai kepada-Nya; dan Yesus, melihat mereka, merasa belas kasihan kepada mereka dan menyembuhkan orang sakit hingga malam. Sekarang para murid, prihatin karena hari sudah larut, menyarankan-Nya untuk membubarkan orang banyak sehingga mereka bisa pergi ke desa-desa dan membeli makanan untuk dimakan. Tetapi Yesus dengan tenang menjawab: "Kamu harus memberi mereka makan" (Mat 14:16); dan ia membiarkan mereka membawa lima roti dan dua ikan, Ia memberkati mereka, dan mulai memecah-mecah mereka dan memberikan mereka kepada para murid, yang membagi-bagikannya kepada orang-orang. Mereka semua makan hingga mereka puas dan bahkan ada [makanan] sisa.



