Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 13 Mei 2015 : TENTANG KEHIDUPAN KELUARGA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Katekese hari ini adalah seperti sebuah pintu masuk kepada serangkaian permenungan tentang kehidupan keluarga, kehidupannya yang nyata, dengan masa-masanya dan persoalan-persoalannya. Tertulis di atas pintu masuk ini tiga kata, yang saya sudah gunakan beberapa kali. Dan kata-kata ini adalah : bolehkah saya, terima kasih, maaf. Pada kenyataannya, kata-kata ini membuka jalan untuk hidup dengan baik dalam keluarga. Mereka adalah kata-kata sederhana, tetapi tidak begitu mudah untuk dimasukkan ke dalam praktek. Mereka menyertakan sebuah kekuatan besar: kekuatan untuk mengurus rumah, termasuk melalui ribuan kesulitan dan pencobaan. Namun, ketiadaannya membuka keretakan-keretakan yang bahkan dapat membuatnya ambruk.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 10 Mei 2015

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari ini - Yohanes, Bab 15:9-17 - membawa kita kembali ke Ruang Atas, di mana kita mendengarkan perintah baru Yesus: "Inilah perintah-Ku - kata-Nya kepada para murid - yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu" (ayat 12). Dan, memikirkan tentang pengorbanan Salib yang saat itu hampir dekat, Ia menambahkan : "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu" (ayat 13-14). Kata-kata ini, yang diucapkan pada Perjamuan Terakhir, merangkum seluruh pesan Yesus; memang, mereka merangkum semua yang telah dilakukan-Nya : Ia memberikan hidup-Nya untuk sahabat-sahabat-Nya. Sahabat-sahabat yang tidak memahami-Nya, yang dalam saat genting meninggalkan, mengkhianati dan menyangkal-Nya. Ini mengatakan kepada kita bahwa Allah mengasihi kita meskipun tidak layak demi kasih-Nya. Ini adalah betapa Yesus mengasihi kita.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 6 Mei 2015 : TENTANG PERKAWINAN KRISTIANI

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam rangkaian katekese kita tentang keluarga, hari ini kita menyentuh langsung keindahan perkawinan Kristiani. Itu bukan hanya sebuah upacara yang dilakukan di dalam gereja, dengan bunga-bunga, gaun, foto. Perkawinan Kristiani adalah sebuah sakramen yang terjadi di dalam Gereja dan yang dilakukan juga oleh Gereja, memulai sebuah jemaat keluarga yang baru.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 3 Mei 2015 : MENGHASILKAN BUAH-BUAH KEANGGOTAAN DALAM KRISTUS DAN GEREJA

Saudara dan saudari terkasih,

Injil hari ini (Yoh 15:1-8) memperlihatkan kepada kita Yesus selama Perjamuan Terakhir, pada saat Ia mengetahui kematian-Nya sudah dekat. 'Saat'-Nya telah tiba. Untuk terakhir kalinya Ia bersama murid-murid-Nya, dan sekarang Ia ingin mengesankan secara kuat dalam pikiran mereka sebuah kebenaran dasariah : bahkan ketika Ia tidak akan lagi hadir secara jasmaniah di tengah-tengah mereka, mereka masih akan dapat tetap bersatu dengan-Nya dalam sebuah cara baru, dan berbuah banyak. Sebaliknya, jika orang harus kehilangan persekutuan dengan-Nya, ia akan menjadi mandul, atau lebih tepatnya, berbahaya bagi jemaat. Dan untuk mengungkapkan kenyataan ini, Yesus menggunakan gambaran pohon anggur dan ranting-ranting : "Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya".