Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 25 Oktober 2015

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Pagi ini, dengan Misa Kudus yang dirayakan di Basilika Santo Petrus, Sidang Umum Biasa Sinode para Uskup tentang keluarga berakhir. Saya mengundang semua orang untuk bersyukur kepada Allah atas tiga minggu kerja intens ini, yang dijiwai oleh doa dan semangat persekutuan sejati. Itu melelahkan, tetapi itu adalah karunia Allah yang sejati, yang pasti akan membawa ke depan banyak buah.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 21 Oktober 2015 : KESETIAAN PADA JANJI MERUPAKAN SEBUAH MAHAKARYA UMAT MANUSIA

Saudara dan saudari, selamat pagi!

Dalam permenungan terakhir kita merenungkan janji-janji penting yang dibuat para orang tua kepada anak-anak mereka, ketika mereka dipikirkan dalam kasih dan dikandung dalam rahim.

Kita dapat menambahkan bahwa, memandangnya dengan baik, kenyataan seluruh keluarga didirikan pada sebuah janji : pikirkanlah tentang hal ini dengan baik : jatidiri keluarga didirikan pada sebuah janji. Dapat dikatakan bahwa keluarga hidup dari janji kasih dan kesetiaan yang dibuat pria dan wanita satu sama lain. Ini berarti komitmen menerima dan mendidik anak-anak, tetapi juga dilakukan dalam merawat lansia, para orangtua, dalam melindungi dan membantu para anggota keluarga yang terlemah, dalam saling membantu untuk memenuhi sifat-sifatnya dan menerima keterbatasan-keterbatasannya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 18 Oktober 2015

Saudara dan saudari terkasih,

Saya mengikuti dengan keprihatinan besar situasi ketegangan dan kekerasan yang menimpa Tanah Suci. Pada saat ini, ada kebutuhan akan banyaknya keberanian dan banyaknya ketabahan untuk mengatakan tidak kepada kebencian dan balas dendam serta membuat gerakan-gerakan perdamaian. Untuk ini, kita berdoa, agar Allah memperkuat dalam semua pemerintahan dan warga negara keberanian untuk menentang kekerasan dan mengambil langkah-langkah nyata untuk mencairkan [situasi tersebut]. Dalam konteks Timur Tengah saat ini, lebih dari sebelumnya, sangatlah genting akan adanya perdamaian di Tanah Suci : hal ini kita mohonkan kepada Allah dan kebaikan umat manusia.

MUKJIZAT DI BALIK KANONISASI ORANGTUA SANTA TERESA DARI LISIEUX

Carmen, seorang gadis berusia tujuh tahun, memiliki cerita yang luar biasa. Oleh karena dia Beato Louis Martin dan Beata Zelie Guerin, orang tua dari Santa Teresa dari Lisieux, dikanonisasi pada hari Minggu, 18 Oktober 2015 di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Gadis kecil tersebut lahir prematur pada usia kandungan 6 bulan di Spanyol pada tahun 2008. Ia berjuang untuk hidup selama beberapa minggu oleh karena pendarahan otak dan penyakit berat lainnya. Tetapi orang-orang yang dicintainya dan banyak suster Karmelit ikut mendoakan kesembuhannya melalui perantaraan suami istri Martin tersebut. Vatikan mengakui kesembuhan bayi tersebut sebagai mukjizat.

Orang tua si kecil Carmen, ibunya Carmen dan ayahnya Santos, telah menceritakan kisahnya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Catholic News Agency. "Kami persis keluarga lain yang menerima mukjizat ini dengan tangan terbuka, seperti yang Anda harapkan. Tetapi kami dan Carmen adalah orang-orang normal seperti orang lain", kata Santos. "Putri kami lahir sulit pada enam bulan kehamilan, setelah kehamilan dengan komplikasi, dan organ-organ tubuhnya sangat terbelakang. Komplikasi terjadi dengan segera : pendarahan otak, infeksi bakteri ... situasinya semakin memburuk hingga titik kami sangat khawatir", Santos menjelaskan.