Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 8 Februari 2017 : MENJADI TANDA-TANDA HARAPAN YANG HIDUP UNTUK SELURUH UMAT MANUSIA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi! Hari Rabu lalu, kita melihat bahwa, dalam Surat Pertama kepada jemaat Tesalonika, Santo Paulus mendesak untuk tetap berakar dalam harapan akan kebangkitan (bdk. 5:4-11), dengan kata-kata yang indah ini "kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan" (4:17). Dalam konteks yang sama, Rasul Paulus menunjukkan bahwa harapan kristiani tidak hanya bersifat pribadi, seluas perorangan, tetapi bersifat komunitarian, gerejani. Kita semua berharap; kita semua memiliki harapan, juga secara komunal.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 5 Februari 2017 : TENTANG MENJADI GARAM DAN TERANG DUNIA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam hari-hari Minggu ini liturgi menyajikan kepada kita apa yang disebut Khotbah di Bukit, dalam Injil Matius. Setelah menyajikan Sabda Bahagia hari Minggu lalu, hari ini liturgi menyoroti kata-kata Yesus, yang menggambarkan perutusan para murid-Nya di dunia (bdk. Mat 5:13-16). Ia menggunakan metafora garam dan terang, serta kata-kata-Nya ditujukan kepada murid-murid segala zaman, maka juga kepada kita.

PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI ORANG SAKIT SEDUNIA KE-25 (11 Februari 2017)


"Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku..." (Luk 1:49)

Saudara dan saudari terkasih,

Pada tanggal 11 Februari mendatang, Hari Orang Sakit Sedunia ke-25 akan dirayakan di seluruh Gereja dan secara khusus di Lourdes. Tema perayaan tahun ini adalah "Ketakjuban pada apa yang telah diperbuat Allah : 'Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku...'" (Luk 1:49). Dilembagakan oleh pendahulu saya Santo Yohanes Paulus II pada tahun 1992, dan pertama kali dirayakan di Lourdes pada tanggal 11 Februari 1993, Hari Orang Sakit Sedunia ini adalah sebuah kesempatan untuk merenungkan khususnya kebutuhan orang sakit dan, secara lebih umum, kebutuhan semua orang yang menderita. Ini juga merupakan sebuah kesempatan bagi orang-orang yang dengan murah hati membantu orang-orang sakit, dimulai dengan anggota-anggota keluarga, para petugas kesehatan dan para relawan, untuk bersyukur atas panggilan mereka yang diberikan Allah untuk mendampingi saudara dan saudari kita yang lemah. Perayaan ini bagaikan memberi Gereja energi rohani yang diperbaharui untuk melaksanakan sungguh lebih penuh bagian fundamental perutusannya itu yang meliputi melayani orang-orang yang miskin, orang-orang yang lemah, orang-orang yang sedang menderita, orang-orang yang tercampakkan dan terpinggirkan (bdk. Yohanes Paulus II, Motu Proprio Dolentium Hominum, 11 Februari 1985, 1). Tentunya, saat-saat doa, liturgi-liturgi Ekaristi dan perayaan-perayaan Pengurapan Orang Sakit, berbagi dengan orang-orang sakit dan lokakarya-lokakarya bioetika dan teologis-pastoral yang akan diselenggarakan di Lourdes pada hari-hari itu dapat memberikan kontribusi baru dan penting untuk pelayanan itu.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 1 Februari 2017 : HARAPAN KRISTIANI JUGA MERUPAKAN PENGHARAPAN AKAN KEBANGKITAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam katekese-katekese yang lalu kita memulai perjalanan kita bertemakan harapan dengan membaca ulang dalam sudut pandang ini beberapa perikop Perjanjian Lama. Sekarang kita ingin menempatkan ke dalam terang lingkup luar biasa yang dipangku keutamaan ini dalam Perjanjian Baru, ketika ia bertemu kebaruan yang diwakili oleh Yesus Kristus dan peristiwa Paskah : harapan kristiani. Kita, orang-orang kristiani, adalah para perempuan dan para laki-laki harapan.