Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 15 Maret 2017 : BERSUKACITA DALAM PENGHARAPAN


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Kita mengetahui dengan baik bahwa perintah agung yang ditinggalkan Tuhan Yesus bagi kita adalah mengasihi : mengasihi Allah dengan segenap hati kita, dengan segenap jiwa kita dan dengan segenap pikiran kita, dan mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri (bdk. Mat 22:37-39), yaitu, kita dipanggil kepada kasih, kepada cinta kasih. Dan inilah panggilan tertinggi kita, panggilan kita yang terutama, dan terkait dengan itu juga adalah sukacita pengharapan kristiani. Orang yang mengasihi memiliki sukacita pengharapan, sukacita tiba untuk berjumpa kasih yang agung yakni Tuhan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 12 Maret 2017 : TENTANG PERUBAHAN RUPA YESUS DI GUNUNG TABOR

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil Hari Minggu Prapaskah II ini memaparkan kepada kita kisah perubahan rupa Yesus (bdk. Mat 17:1-9). Membawa tiga Rasul, Petrus, Yakobus dan Yohanes di samping-Nya, Ia memimpin mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi, di mana peristiwa tunggal ini terjadi : wajah Yesus "bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang" (ayat 2). Jadi Tuhan membuat kemuliaan ilahi itu bersinar dalam diri-Nya, yang bisa diterima dengan iman dalam khotbah-Nya dan dalam gerakan-gerakan ajaib-Nya. Dan, yang menyertai perubahan rupa di gunung itu adalah penampakan Musa dan Elia, "berbicara dengan-Nya" (ayat 3).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 5 Maret 2017 : MENGHADAPI PEPERANGAN ROHANI PRAPASKAH DENGAN KEKUATAN SABDA ALLAH


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Minggu Prapaskah I ini, Injil memperkenalkan kita jalan menuju Paskah, menunjukkan Yesus, yang tinggal empat puluh hari di padang gurun, mengalami godaan setan (bdk. Mat 4:1-11). Episode ini ditempatkan dalam saat tertentu kehidupan Yesus : segera setelah Pembaptisan-Nya di sungai Yordan dan sebelum pelayanan publik-Nya. Ia baru saja menerima pelantikan resmi-Nya :Roh Allah turun kepada-Nya, Bapa surgawi menyatakan Dia : "Inilah Putra-Ku yang Kukasihi" (Mat 3:17). Yesus sekarang siap untuk memulai perutusan-Nya; dan karena musuhlah, yaitu Iblis, yang menyatakannya, Ia segera menghadapinya, berhadapan muka". Bahkan, Iblis menyerukan gelar-Nya "Putra Allah", untuk menghalangi Yesus melaksanakan perutusan-Nya : "Jika Engkau Putra Allah ...", ia mengulangi kepada-Nya (ayat 3,6), dan ia menganjurkan agar Ia melibatkan gerakan-gerakan ajaib - menjadi seorang "penyihir" - seperti mengubah batu menjadi roti untuk memuaskan rasa lapar-Nya, dan menjatuhkan diri-Nya dari bubungan Bait Allah, mendapati para malaikat menyelamatkan-Nya. Kedua godaan ini diikuti oleh godaan ketiga : menyembahnya, Iblis, memiliki kuasa atas dunia (bdk. ayat 9).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 1 Maret 2017 : MASA PRAPASKAH ADALAH PERJALANAN HARAPAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Pada hari ini, Rabu Abu, kita memasuki masa liturgis Prapaskah. Dan saat kita sedang melaksanakan serangkaian katekese tentang harapan kristiani, saya ingin menghadirkan Prapaskah kepada kalian hari ini sebagai sebuah perjalanan harapan.

Bahkan, sudut pandang ini segera menjadi jelas jika kita berpikir bahwa Gereja yang melembagakan Prapaskah sebagai masa persiapan untuk Paskah dan, oleh karena itu, seluruh makna 40 hari ini mendapatkan terang dari misteri Paskah, kepadanya ia menghadap. Kita bisa membayangkan Tuhan yang bangkit, yang memanggil kita untuk keluar dari kegelapan kita, dan kita melakukan perjalanan menuju kepada Dia, yang adalah Terang. Dan Prapaskah adalah sebuah perjalanan menuju Yesus yang bangkit, ia adalah sebuah kurun waktu penebusan dosa, juga kurun waktu kehinaan diri, tetapi bukan sebagai tujuan dalam dirinya sendiri, sebaliknya diarahkan untuk membuat kita bangkit kembali bersama Kristus, memperbaharui jatidiri pembaptisan kita, yaitu, dilahirkan kembali "dari atas", dari kasih Allah (bdk. Yoh 3:3). Lihatlah mengapa Prapaskah adalah, berdasarkan kodratnya, sebuah masa harapan.