Kemarin sore saya kembali dari peziarahan ke Fatima - kami menyapa Bunda Maria dari Fatima! - dan doa Maria kita hari ini memikul suatu makna tertentu, diisi dengan ingatan dan nubuat bagi mereka yang melihat sejarah dengan mata iman. Di Fatima saya membenamkan diri dalam doa umat kudus yang setia, doa yang telah mengalir di sana sebagai sebuah sungai selama seratus tahun, untuk memohon perlindungan keibuan Maria atas seluruh dunia. Saya bersyukur kepada Tuhan yang mengabulkan saya pergi ke kaki Bunda Perawan sebagai peziarah pengharapan dan kedamaian. Dan dari hati saya, saya mengucapkan terima kasih kepada para Uskup, Uskup Leiria-Fatima, para pejabat negara, Presiden Republik Portugal dan semua pihak yang menawarkan kerja sama mereka.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 10 Mei 2017 : TENTANG MARIA BUNDA PENGHARAPAN
Dalam rencana perjalanan katekese kita tentang pengharapan kristiani, hari ini kita memandang Maria, Bunda Pengharapan. Maria menempuh lebih dari satu malam dalam jalannya sebagai Ibu. Sejak penampilan perdananya dalam sejarah Injil, sosoknya menonjol seolah-olah ia adalah tokoh sebuah drama. Tidaklah mudah menjawab undangan Malaikat dengan sebuah "ya" : namun ia, seorang perempuan yang masih berkepribadian muda, menjawab dengan berani, meski tidak mengetahui apapun tentang takdir yang menantinya. Seketika itu juga, Maria muncul pada kita sebagai salah satu dari banyak ibu di dunia kita, yang dengan berani sampai akhir ketika baru saja menerima di dalam rahim mereka sejarah seorang manusia yang baru lahir.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 7 Mei 2017 : TENTANG GEMBALA YANG BAIK
Dalam Injil hari Minggu ini (bdk. Yoh 10:1-10), yang disebut "Injil Gembala yang Baik", Yesus menghadirkan diri-Nya dengan dua gambaran yang saling melengkapi satu sama lain : gambaran gembala dan gambaran pintu kandang domba. Kawanan domba, yang adalah kita semua, miliki sebagai tempat tinggalnya sebuah kandang domba yang berfungsi sebagai tempat berlindung, di mana domba-domba itu tinggal dan beristirahat setelah kelelahan berjalan. Dan kandang domba adalah sebuah tanah berpagar dengan sebuah pintu, di mana ada seorang penjaga. Bermacam-macam orang mendekati kawanan domba : ada orang yang memasuki tanah berpagar tersebut melalui pintu dan ada orang yang "memanjat tembok" (ayat 1). Yang pertama adalah sang gembala; yang terakhir adalah orang asing, yang tidak mengasihi domba-domba tersebut, ia ingin masuk karena alasan lain. Yesus menyamakan diri-Nya dengan yang pertama dan mengejawantahkan sebuah hubungan keakraban dengan domba-domba itu, yang terungkap melalui suara-Nya, yang dengannya Ia memanggil mereka dan yang mereka kenali dan ikuti (bdk. ayat 3). Ia memanggil mereka untuk menuntun mereka ke padang rumput, tempat mereka menemukan makanan yang baik.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 3 Mei 2017 : TENTANG KUNJUNGAN APOSTOLIKNYA KE MESIR
Hari ini saya ingin berbicara kepada kalian tentang perjalanan apostolik saya, yang dengan pertolongan Allah, yang saya lakukan ke Mesir beberapa hari yang lalu. Saya pergi ke negara tersebut atas undangan rangkap empat : dari Presiden Republik Mesir, dari Yang Mulia Patriark Ortodoks Koptik, dari Imam Besar Al-Azhar dan dari Patriark Katolik Koptik. Saya berterima kasih kepada mereka masing-masing atas keramahan mereka yang benar-benar hangat terhadap saya. Dan saya berterima kasih kepada seluruh rakyat Mesir atas keikutsertaan dan kasih sayang mereka yang dengannya mereka menghayati kunjungan Sang Penerus Santo Petrus ini.



