Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 9 Agustus 2017 : PENGAMPUNAN DAN BELAS KASIH ILAHI ADALAH PENGGERAK PENGHARAPAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Kita mendengar reaksi orang-orang Farisi tamu Simon : "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" (Luk 7:49). Yesus baru saja melakukan sebuah tindakan yang menimbulkan pergunjingan. Seorang perempuan di kota itu, yang dikenal oleh semua orang sebagai seorang pendosa, memasuki rumah Simon, berlutut di kaki Yesus dan menuangkan minyak wangi ke kaki-Nya. Semua orang yang ada di meja berkata dalam hati : jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini. Para perempuan itu, hal-hal yang buruk, hanya berguna dijumpai secara tersembunyi, juga oleh para pemimpin, atau dilempari batu. Menurut mentalitas saat itu, pemisahan antara orang-orang kudus dan orang-orang berdosa, antara yang tahir dan yang tidak tahir, haruslah jelas.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 6 Agustus 2017 : TENTANG PESTA YESUS MENAMPAKKAN KEMULIAAN-NYA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Minggu ini liturgi merayakan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya. Injil hari ini menceritakan kepada kita bahwa Rasul Petrus, Yakobus dan Yohanes adalah saksi-saksi dari peristiwa luar biasa ini. Yesus membawa mereka bersama-Nya "dan menuntun mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi" (Mat 17:1) dan, ketika Ia sedang berdoa, wajah-Nya berubah rupa, bercahaya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Lalu Musa dan Elia muncul, sedang berbicara dengan-Nya. Pada titik ini, Petrus berkata kepada Yesus, "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia" (ayat 4). Ia belum selesai berbicara saat awan terang menaungi mereka.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 2 Agustus 2017 : TENTANG BAPTISAN, PINTU PENGHARAPAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Ada saat ketika gereja-gereja berkiblat ke Timur. Kita memasuki bangunan suci dengan sebuah pintu yang terbuka menuju ke Barat dan, berjalan di bagian tengah bangunan, kita terarah ke Timur. Itulah sebuah simbol penting bagi manusia dahulu kala, sebuah alegori yang dalam perjalanan sejarah semakin menurun. Kita orang-orang zaman modern, apalagi terbiasa menyimak tanda-tanda besar alam semesta, hampir tidak pernah memperhatikan hal semacam itu. Barat adalah titik utama matahari terbenam, di mana terang menghilang. Sebaliknya, Timur adalah tempat di mana kegelapan dikalahkan oleh terang pagi-pagi buta dan mengingatkan kita akan Kristus, Sang Surya yang berasal dari tempat tinggi cakrawala dunia (Luk 1:78).

Ritus Baptisan dahulu kala berpraduga bahwa para katekumen seharusnya memancarkan tahap pertama pengakuan iman mereka dengan mata mengarah ke Barat. Dan dalam posisi itu, mereka ditanya : "Apakah kamu menolak Setan, pelayanannya dan karyanya?". Dan orang-orang kristiani yang lebih kemudian mengulangi serempak : "Aku menolak!". Kemudian mereka berpaling ke kubah gereja, ke arah Timur, di mana terang dilahirkan, dan para calon baptis kembali ditanyai : “Apakah kamu percaya pada Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus?” Dan kali ini mereka menjawab : “Aku percaya”.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 30 Juli 2017 : TENTANG PERUMPAMAAN HARTA YANG TERPENDAM DAN MUTIARA YANG SANGAT BERHARGA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Wacana pengibaratan Yesus, yang mengelompokkan tujuh perumpamaan dalam Injil Matius bab 13, berakhir dengan tiga perumpamaan yang serupa hari ini : harta yang terpendam (ayat 44), mutiara yang sangat berharga (ayat 45-46) dan pukat (ayat 47-48). Saya berhenti sejenak pada dua perumpamaan pertama, yang menekankan keputusan pelaku utama untuk menjual semuanya guna mendapatkan apa yang telah mereka temukan. Dalam kasus pertama, seorang petani yang kebetulan menemukan harta yang terpendam di ladang tempat ia sedang bekerja. Ladang tersebut bukan miliknya, ia harus mendapatkannya jika ia ingin memiliki harta yang terpendam itu : maka ia memutuskan untuk mempertaruhkan seluruh kekayaannya agar tidak kehilangan kesempatan yang sungguh luar biasa itu. Dalam kasus kedua kita mendapati seorang pedagang mutiara; ia, sebagai seorang pakar yang berpengalaman, telah memilih sebuah mutiara yang sangat berharga. Ia juga memutuskan untuk mempertaruhkan segalanya pada mutiara itu, hingga menjual seluruh mutiara lainnya.