Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Kita mendengar reaksi orang-orang Farisi tamu Simon : "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" (Luk 7:49). Yesus baru saja melakukan sebuah tindakan yang menimbulkan pergunjingan. Seorang perempuan di kota itu, yang dikenal oleh semua orang sebagai seorang pendosa, memasuki rumah Simon, berlutut di kaki Yesus dan menuangkan minyak wangi ke kaki-Nya. Semua orang yang ada di meja berkata dalam hati : jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini. Para perempuan itu, hal-hal yang buruk, hanya berguna dijumpai secara tersembunyi, juga oleh para pemimpin, atau dilempari batu. Menurut mentalitas saat itu, pemisahan antara orang-orang kudus dan orang-orang berdosa, antara yang tahir dan yang tidak tahir, haruslah jelas.



