Saudara-saudari
terkasih, selamat pagi!
Kita melanjutkan permenungan kita tentang Pembaptisan, senantiasa dalam terang sabda Allah. Injillah yang menerangi para calon dan membangkitkan ketaatan pada iman : “Pembaptisan itu atas cara yang khusus adalah 'Sakramen iman', karena melalui dia orang masuk secara sakramental ke dalam kehidupan iman” [Katekismus Gereja Katolik, 1236]. Dan iman adalah pemberian diri kepada Tuhan Yesus, yang diakui sebagai “mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal" (Yoh 4:14), “terang dunia” (Yoh 9:5), “kebangkitan dan hidup” (Yoh 11:25), sebagaimana dipertunjukkan perjalanan para katekumen, yang masih diikuti hingga hari ini, yang sebentar lagi akan menerima inisiasi kristiani. Dididik dengan mendengarkan Yesus, dengan ajaran-Nya dan karya-karya-Nya, para katekumen menghidupkan kembali pengalaman perempuan Samaria yang haus akan air hidup, pengalaman orang yang dilahirkan buta yang membuka matanya terhadap terang tersebut, pengalaman Lazarus yang keluar dari kubur. Injil memiliki di dalam dirinya sendiri kekuatan untuk mengubah orang yang menerimanya dengan iman, menjauhkannya dari kekuasaan si jahat, sehingga ia belajar untuk melayani Tuhan dengan sukacita dan kebaruan hidup.



