Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!
Hari ini, Hari Minggu Adven I, Tahun Liturgi baru dimulai. Dalam empat
pekan Adven ini, liturgi menuntun kita menuju perayaan kelahiran Yesus, seraya
mengingatkan kita bahwa Ia datang setiap hari dalam hidup kita, dan akan
kembali dengan gemilang di akhir zaman. Kepastian ini mendorong kita untuk
melihat masa depan dengan penuh keyakinan, seperti yang diminta nabi Yesaya
untuk kita lakukan, yang dengan suaranya yang terilhami menyertai seluruh
perjalanan Adven. Dalam Bacaan Pertama hari ini, Yesaya menubuatkan bahwa “Akan
terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri
tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala
bangsa akan berduyun-duyun ke sana" (Yes 2:2). Bait Allah di Yerusalem
disajikan sebagai titik temu semua orang. Setelah penjelmaan Putra Allah, Yesus
sendiri menyatakan diri-Nya sebagai Bait Allah yang sesungguhnya. Karena itu,
Yesaya melihat secara luar biasa janji ilahi dan mendorong kita untuk mengambil
sikap peziarahan, berjalan menuju Kristus, makna dan akhir sejarah. Semua orang
yang lapar dan haus akan keadilan, hanya dapat menemukannya dengan mengikuti
cara Tuhan; sedangkan kejahatan dan dosa berasal dari fakta bahwa individu dan
kelompok sosial lebih suka mengikuti cara-cara yang didikte oleh kepentingan
egoistik, yang menyebabkan pertikaian dan peperangan. Sebaliknya, jika masing-masing
orang mencari, dengan bimbingan Tuhan, jalan kebaikan, maka akan ada lebih
banyak keselarasan dan kerukunan di dunia. Adven adalah saat yang tepat untuk
menyambut kedatangan Yesus, yang datang sebagai Utusan perdamaian untuk
menunjukkan kepada kita cara-cara Allah.