Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 11 Desember 2019 : TENTANG KISAH PARA RASUL (26:22-23) - BAGIAN 17


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Dalam membaca Kisah Para Rasul, perjalanan Injil berlanjut di dunia, dan meterei penderitaan semakin menandai kesaksian Paulus. Namun, hal ini adalah sesuatu yang tumbuh seiring berjalannya waktu dalam kehidupan Paulus. Paulus bukan hanya penginjil yang penuh semangat, misionaris pemberani di antara orang-orang bukan Yahudi, yang memberikan kehidupan kepada jemaat-jemaat kristiani yang baru, tetapi ia juga adalah saksi yang menderita dari Yesus yang bangkit (bdk. Kis 9:15-16).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 8 Desember 2019 : TENTANG HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA NODA


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Hari ini kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, yang bersituasi dalam konteks Adven, saat penantian : Allah akan menggenapi apa yang telah Ia janjikan. Namun, pesta hari ini memberitakan kepada kita bahwa sesuatu telah sedang tergenapi, dalam pribadi dan kehidupan Perawan Maria. Hari ini kita memikirkan awal penggenapan ini, yang bahkan sebelum kelahiran Bunda Tuhan tersebut. Faktanya, Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda menuntun kita ke saat yang tepat yang di dalamnya kehidupan Maria mulai berdetak di dalam rahim ibunya : kasih Allah yang sedang menguduskan sudah ada di sana, melindunginya dari pencemaran kejahatan, yang merupakan sifat turun-temurun keluarga umat manusia pada umumnya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 4 Desember 2019 : TENTANG KISAH PARA RASUL (20:32-35) - BAGIAN 16


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Perjalanan Injil berlanjut tanpa jeda dalam Kisah Para Rasul, dan perjalanan tersebut melintasi kota Efesus mengejawantahkan segenap ruang lingkup keselamatannya. Syukur kepada Paulus, sekitar dua belas orang menerima Pembaptisan dalam nama Yesus dan mengalami pencurahan Roh Kudus, yang memperbaharui diri mereka (bdk. Kis 19:1-7). Kemudian, beberapa mukjizat terjadi melalui Rasul Paulus : orang-orang sakit disembuhkan dan orang-orang yang kerasukan roh-roh jahat dibebaskan (bdk. Kis 19:11-12). Ini terjadi karena murid itu seperti Gurunya (bdk. Luk 6:40) dan menjadikan-Nya hadir dengan menyampaikan kepada saudara seiman kehidupan baru yang telah ia terima daripada-Nya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 1 Desember 2019 : TENTANG HARI MINGGU ADVEN I


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Hari ini, Hari Minggu Adven I, Tahun Liturgi baru dimulai. Dalam empat pekan Adven ini, liturgi menuntun kita menuju perayaan kelahiran Yesus, seraya mengingatkan kita bahwa Ia datang setiap hari dalam hidup kita, dan akan kembali dengan gemilang di akhir zaman. Kepastian ini mendorong kita untuk melihat masa depan dengan penuh keyakinan, seperti yang diminta nabi Yesaya untuk kita lakukan, yang dengan suaranya yang terilhami menyertai seluruh perjalanan Adven. Dalam Bacaan Pertama hari ini, Yesaya menubuatkan bahwa “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana" (Yes 2:2). Bait Allah di Yerusalem disajikan sebagai titik temu semua orang. Setelah penjelmaan Putra Allah, Yesus sendiri menyatakan diri-Nya sebagai Bait Allah yang sesungguhnya. Karena itu, Yesaya melihat secara luar biasa janji ilahi dan mendorong kita untuk mengambil sikap peziarahan, berjalan menuju Kristus, makna dan akhir sejarah. Semua orang yang lapar dan haus akan keadilan, hanya dapat menemukannya dengan mengikuti cara Tuhan; sedangkan kejahatan dan dosa berasal dari fakta bahwa individu dan kelompok sosial lebih suka mengikuti cara-cara yang didikte oleh kepentingan egoistik, yang menyebabkan pertikaian dan peperangan. Sebaliknya, jika masing-masing orang mencari, dengan bimbingan Tuhan, jalan kebaikan, maka akan ada lebih banyak keselarasan dan kerukunan di dunia. Adven adalah saat yang tepat untuk menyambut kedatangan Yesus, yang datang sebagai Utusan perdamaian untuk menunjukkan kepada kita cara-cara Allah.