Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 22 Desember 2019 : SANTO YUSUF YANG LEMAH LEMBUT DAN BIJAKSANA MENGAJARKAN KITA UNTUK PERCAYA


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Dalam Hari Minggu Adven IV dan terakhir ini, Bacaan Injil (bdk. Mat 1:18-24) menuntun kita menuju Natal melalui pengalaman Yusuf, sosok yang tampaknya tingkatan kedua, tetapi dalam sikapnya segenap kebijaksanaan Kristiani tercakup. Ia, bersama dengan Yohanes Pembaptis dan Maria, adalah salah satu kepribadian yang ditawarkan Liturgi kepada kita untuk Masa Adven dan, dari ketiganya, ia adalah yang paling sederhana. Ia tidak berkhotbah, ia tidak berbicara tetapi berusaha melakukan kehendak Allah. Dan ia melakukannya dengan bercorak Injil dan Sabda Bahagia. Kita berpikir : “ "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Mat 5:3). Dan Yusuf miskin karena ia hidup dari yang pokok, ia bekerja, ia hidup dari bekerja. Kemiskinan yang menjadi ciri khas dari orang-orang yang sadar bahwa segala sesuatu bergatung pada Allah dan di dalam Dia menaruh segenap kepercayaan mereka.

SURAT APOSTOLIK “ADMIRABILE SIGNUM” DARI BAPA SUCI FRANSISKUS TENTANG MAKNA DAN PENTINGNYA GUA NATAL


SURAT APOSTOLIK “ADMIRABILE SIGNUM” DARI BAPA SUCI FRANSISKUS TENTANG MAKNA DAN PENTINGNYA GUA NATAL

1.       Tanda mengagumkan dari gua Natal (kandang Natal), yang sangat disukai umat Kristiani, tak henti-hentinya membangkitkan keheranan dan ketakjuban. Penggambaran kelahiran Yesus sendiri adalah pewartaan sederhana dan sukacita akan misteri Inkarnasi Putra Allah. Gambaran kelahiran itu seperti sebuah Injil hidup yang muncul dari halaman-halaman Kitab Suci. Ketika kita merenungkan kisah Natal, kita diundang untuk memulai sebuah perjalanan rohani, yang berawal dari kerendahan hati Allah yang menjadi manusia untuk menjumpai setiap orang. Kita menjadi sadar bahwa begitu besar kasih-Nya kepada kita, bahwa Ia menjadi salah satu dari kita, sehingga kita pada gilirannya dapat bersatu dengan-Nya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 18 Desember 2019 : TENTANG KANDANG NATAL, INJIL RUMAH TANGGA (Luk 2:15-16)


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Dalam sepekan ini Natal akan tiba. Selama hari-hari ini, seraya kita bergegas mempersiapkan pesta itu, kita dapat menanyakan pada diri kita sendiri : "Bagaimana aku sedang mempersiapkan diri untuk kelahiran Sosok yang sedang dirayakan?" Cara yang sederhana namun ampuh untuk mempersiapkan diri kita adalah dengan membuat kandang Natal. Tahun ini saya juga telah mengikuti cara ini : saya pergi ke Greccio, tempat Santo Fransiskus membuat kandang Natal pertama dengan umat di tempat itu. Dan saya menulis sepucuk surat untuk mengingatkan kembali makna tradisi ini, apa artinya kandang Natal dalam Masa Natal.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 15 Desember 2019 : TENTANG HARI MINGGU ADVEN III (HARI MINGGU GAUDETE)


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Dalam hari Minggu Adven III ini, yang disebut Hari Minggu “Sukacita”, sabda Allah mengundang kita di satu sisi untuk bersukacita, dan di sisi lain menyadari bahwa keberadaan juga mencakup saat-saat keraguan, yang di dalamnya kita sulit untuk percaya. Sukacita dan keraguan sama-sama merupakan pengalaman yang menjadi bagian kehidupan kita.