Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 30 Juni 2013

Paus Fransiskus berdoa Malaikat Tuhan pada hari Minggu 30 Juni 2013 dengan umat beriman yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus. Dalam sambutan sebelum doa devosi tradisional Maria, Bapa Suci berbicara tentang hati nurani sebagai ruang bagian dalam di mana kita dapat mendengarkan dan mendengar kebenaran, kebaikan, suara Allah. Paus Fransiskus memuji pendahulunya, Benediktus XVI, sebagai teladan perhatian yang taat kepada suara hati nurani seseorang. "Paus Benediktus XVI telah memberi kita teladan yang luar biasa dalam hal ini", beliau berkata. "Ketika Tuhan telah menjadikannya jelas, dalam doa, apa langkah yang harus ia ambil, ia mengikuti, dengan rasa kepekaan dan keberanian yang luar biasa, hati nuraninya, yaitu kehendak Allah yang berbicara kepada hatinya". Berikut adalah wejangan lengkap Paus Fransiskus sebelum dan sesudah Doa Malaikat Tuhan tersebut.

**********************************************************

HOMILI PAUS FRANSISKUS PADA MISA HARI RAYA SANTO PETRUS DAN PAULUS 29 Juni 2013

Yang Mulia, saudara-saudaraku para Uskup dan para imam,
 
Para saudara dan saudari terkasih,

Kita sedang merayakan Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, Rasul, pelindung utama Gereja Roma: sebuah perayaan yang membuat semuanya lebih bersukacita dengan kehadiran para uskup dari seluruh dunia. Sebuah kekayaan besar, yang membuat kita dalam beberapa arti menghidupkan kembali peristiwa Pentakosta. Hari ini, seperti waktu itu, iman Gereja berbicara dalam setiap bahasa dan kehendak untuk menyatukan semua orang dalam satu keluarga.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 26 Juni 2013

Saudara dan saudari terkasih,

Hari ini saya ingin secara singkat merujuk pada satu gambaran lagi yang membantu kita untuk menggambarkan misteri Gereja: yaitu bait suci (bdk. Lumen Gentium, 6).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 23 Juni 2013

Saudara dan saudari terkasih, halo!

Injil hari Minggu ini (Luk 9:18-24) melaporkan salah satu pernyataan Yesus yang paling tajam : "Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya" (Lukas 9:24). Berikut adalah sintesis pesan Kristus dan dinyatakan dengan paradoks yang sangat efektif, yang menginformasikan kepada kita tentang cara-Nya berbicara, hampir-hampir membuat kita mendengar suara-Nya...