Para Bapa Gereja suka membandingkan Rasul Suci Petrus dan Paulus menjadi dua kolom, yang padanya pembangunan Gereja yang kasat mata bertumpu. Keduanya metereikan dengan darah mereka kesaksian yang diberikan terhadap Kristus, dengan pewartaan dan pelayanan mereka kepada jemaat kristiani yang baru lahir. Kesaksian ini terungkap dalam Bacaan-bacaan Kitab Suci dari liturgi hari kini, Bacaan-bacaan yang menunjukkan mengapa iman mereka, yang diakukan dan diwartakan, kemudian dimahkotai dengan ujian kemartiran yang tertinggi.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 28 Juni 2017 : PENGHARAPAN ADALAH KEKUATAN PARA MARTIR
Hari ini kita merenungkan pengharapan kristiani sebagai kekuatan para martir. Ketika, dalam Injil, Yesus mengutus murid-murid-Nya, Ia tidak memperdaya mereka dengan khayalan-khayalan belaka keberhasilan yang mudah; sebaliknya, Ia jelas-jelas memperingatkan mereka bahwa pewartaan Kerajaan Allah selalu mengandung pertentangan. Dan Ia bahkan mempergunakan ungkapan yang bukan main : "Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku" (Mat 10:22). Orang-orang kristiani mengasihi, tetapi mereka tidak selalu dikasihi. Yesus segera menempatkan diri-Nya di hadapan kenyataan ini : dalam sebuah ukuran yang kurang lebih kuat, pengakuan iman terjadi dalam suasana permusuhan.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 25 Juni 2017 : TENTANG KEHIDUPAN MURID MISIONER
Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Dalam Injil hari ini (bdk. Mat 10:26-33), Tuhan Yesus, setelah memanggil dan mengutus murid-murid-Nya, Ia memerintahkan dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi pencobaan dan penganiayaan yang akan mereka hadapi. Mengawali perutusan bukanlah untuk melaksanakan pariwisata, dan Yesus memperingatkan murid-murid-Nya : "Kamu akan menghadapi penganiayaan". Oleh karena itu Ia menasehati mereka : "Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka [...] Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang [...] Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa" (ayat 26-28). Mereka hanya dapat membunuh tubuh, tetapi mereka tidak berkuasa membunuh jiwa : janganlah takut akan mereka. Yesus mengutus murid-murid-Nya tidak menjamin mereka berhasil, karena perutusan itu tidak melindungi mereka dari kegagalan dan penderitaan. Mereka harus mempertimbangkan kemungkinan penolakan adalah penganiayaan. Ini agak menakutkan, tetapi merupakan kebenaran.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 21 Juni 2017 : TENTANG PARA KUDUS, SAKSI-SAKSI DAN REKAN-REKAN PENGHARAPAN
Pada hari Baptisan kita, permohonan pertolongan para kudus bergema kepada kita. Pada saat itu kebanyakan dari kita adalah anak-anak, yang dibawa dalam pelukan para orang tua kita. Sesaat sebelum melakukan pengurapan dengan minyak katekumen, lambang kekuatan Allah dalam bergumul melawan kejahatan, imam mengajak seluruh umat untuk mendoakan mereka yang akan menerima Baptisan, dengan memohon pengantaraan para kudus. Itulah pertama kalinya, dalam perjalanan hidup kita, yang di dalamnya kita dikaruniai dengan persekutuan saudara dan saudari "yang lawas" ini - para kudus - yang melewati jalan kita yang sama, yang memahami kerja keras dan kehidupan kita selama-lamanya di dalam pelukan Allah. Surat kepada orang Ibrani menggambarkan persekutuan yang mengelilingi kita ini dengan ungkapan "banyak saksi" (12:1). Para kudus adalah demikian : banyak saksi.



