"Ketika
mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak
mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam
lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang
yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya
benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga
percaya" (Yoh 19:33-35).
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 28 Maret 2018 : TENTANG TRIDUUM PASKAH
Saudara
dan saudari terkasih, selamat pagi!
Hari ini saya ingin berhenti sejenak untuk merenungkan Triduum Paskah, yang dimulai besok, untuk sedikit memperdalam apa yang merupakan hari-hari terpenting dari Tahun Liturgi bagi kita orang-orang percaya. Saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan kepada kalian : apakah hari raya terpenting dari iman kita : Natal atau Paskah? Paskah, karena Paskah adalah hari raya keselamatan kita, hari raya kasih Allah bagi kita, hari raya, perayaan wafat dan kebangkitan-Nya. Oleh karena itu, saya ingin merenungkan bersama kalian tentang hari raya ini, pada hari-hari ini, yang merupakan hari-hari paskah, sampai kebangkitan Tuhan. Hari-hari ini mencakup ingatan perayaan akan suatu misteri agung : wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus. Triduum Paskah dimulai besok, dengan Misa Perjamuan Tuhan dan akan berakhir dengan Vesper pada hari Minggu Kebangkitan. Lalu Senin Paskah tiba untuk merayakan hari raya agung ini : satu hari lagi. Tetapi, ini bersifat pasca-liturgi : hari raya keluarga, hari raya masyarakat. Ini menandai tahap-tahap dasariah iman kita dan panggilan kita di dunia, serta seluruh umat kristiani dipanggil untuk menghayati Trihari Suci - Kamis, Jumat, Sabtu; dan Minggu - tentu saja -, Sabtu adalah Kebangkitan - Trihari Suci sebagai, boleh dikatakan, "matriks" kehidupan pribadi dan komunal mereka, kehidupan komunitas mereka, sebagaimana keluaran dari Mesir dihayati oleh saudara-saudara Yahudi kita.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 25 Maret 2018 : SEMOGA BUNDA MARIA MEMBANTU KITA UNTUK MENJALANI PEKAN SUCI DENGAN BAIK
[Sebelum doa Malaikat Tuhan, Bapa
Suci menyapa perwakilan kaum muda yang ambil bagian dalam Pertemuan Pra-Sinode,
yang meminta beliau untuk berswafoto kelompok]
Sudahkah kalian memperhatikan: hari ini kita tidak dapat membayangkan seorang muda yang tidak berswafoto ... dan mereka melakukannya. Mereka baik!
Sebelum mengakhiri perayaan ini, saya ingin menyapa kalian semua, umat Roma dan para peziarah, yang ambil bagian, terutama kaum muda dari berbagai belahan dunia, juga mereka - sekitar 15.000 orang - yang ambil bagian secara virtual: Saya menyapa semuanya! Memikirkan dengan rasa syukur perjalanan saya baru-baru ini ke Peru, saya menyambut dengan penuh kasih komunitas Peru di Italia.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 21 Maret 2018 : TENTANG KOMUNI KUDUS
Saudara
dan saudari terkasih, selamat pagi!
Dan
hari ini adalah hari pertama musim semi: selamat musim semi! Tetapi, apa yang
terjadi di musim semi? Tanaman berbunga; pepohonan berbunga. Saya akan
mengajukan beberapa pertanyaan kepada kalian. Apakah pepohonan atau tanaman
berbunga dengan baik jika ia sakit? Tidak! Dapatkah pohon, tanaman, yang tidak
tersiram oleh hujan atau hujan buatan, berbunga dengan baik? Tidak. Dan
dapatkah pohon dan tanaman yang akarnya dihilangkan atau yang tidak memiliki
akar berbunga? Tidak. Tetapi dapatkah mereka berbunga tanpa akar? Tidak! Dan
ini adalah sebuah pesan: kehidupan kristiani harus menjadi sebuah kehidupan
yang harus berbunga dalam karya-karya amal, dalam berbuat kebaikan. Tetapi,
jika kalian tidak memiliki akar, kalian tidak akan bisa berbunga dan, apa
akarnya? Yesus! Jika kalian tidak bersama Yesus, berakar di sana, kalian tidak
akan berbunga. Jika kalian tidak menyirami hidup kalian dengan doa dan
sakramen-sakramen, apakah kalian akan memiliki bunga kristiani? Tidak! - karena
doa dan sakramen-sakramen menyirami akar dan bunga kehidupan kita. Saya
berharap agar musim semi ini akan menjadi musim semi yang berbunga, karena
Paskah akan berbunga. Berbunga dengan perbuatan-perbuatan baik,
keutamaan-keutamaan, berbuat baik kepada orang lain. Ingatlah hal ini; ini adalah
ayat yang sangat indah dari tanah air saya: "Apa yang sedang berbunga di
pohon, berasal dari apa yang terkubur". Jangan pernah memotong akar
bersama Yesus.



