Saudara-saudari
terkasih, selamat hari Minggu!
Pada Hari
Raya Pentakosta ini, kita dipanggil untuk merenungkan karunia Roh Kudus, yang
dicurahkan dengan melimpah kepada Gereja yang baru lahir dan, hari ini,
diberikan kembali kepada para anggotanya sebagai terang dan kekuatan yang
menyertai mereka dalam setiap situasi kehidupan.
Kita
dapat merenungkan gambaran Roh Kudus yang diberikan kepada kita melalui liturgi
hari ini: Roh Kudus membuka pintu. Bacaan Injil memberitahu kita bahwa
"murid-murid berada di suatu tempat dengan pintu-pintu terkunci karena
mereka takut kepada para pemuka Yahudi" (Yoh 20:19), dan pada saat yang
sama, Kitab Kisah Para Rasul memberitahu kita bahwa Roh Kudus datang seperti
tiupan angin keras (bdk. Kis 2:2), membuka pintu-pintu itu dan mendorong
murid-murid untuk keluar dan memberitakan Kabar Baik tentang Kristus yang telah
bangkit.
Kita juga
dapat bertanya pada diri kita sendiri hari ini: pintu apa yang dibuka oleh Roh
Kudus?
Pintu
pertama adalah pintu Allah sendiri, dalam arti bahwa Ia membuka bagi kita
misteri Allah, sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya dalam Yesus Kristus. Dengan
karunia Roh-Nya, Allah memberi kita iman sejati, memungkinkan kita untuk
memahami makna Kitab Suci, menyatakan diri-Nya dekat dengan kita, dan
memungkinkan kita untuk berpartisipasi dalam kehidupan-Nya. Roh Kudus membantu
kita untuk memiliki pengalaman pribadi tentang Allah, untuk bertemu dengan-Nya
dalam Yesus dan bukan hanya dalam ketaatan terhadap hukum, mengenali-Nya dalam
diri kita, dan menemukan tanda-tanda kehadiran-Nya dalam kehidupan kita
sehari-hari.
Pintu
kedua adalah pintu Ruang Atas, yaitu pintu Gereja. Tanpa api Roh Kudus, Gereja
tetap menjadi tawanan ketakutan, penakut dalam menghadapi tantangan dunia,
tertutup pada dirinya sendiri dan karena itu tidak mampu berdialog dengan
perubahan zaman. Roh Kudus membuka pintu Gereja sehingga Gereja dapat menerima
dan ramah kepada semua orang, bahkan kepada mereka yang telah menutup pintu
mereka kepada Allah, sesama, pengharapan, dan sukacita kehidupan. Paus
Fransiskus mengingatkan bahwa kita dipanggil untuk menjadi "Gereja yang
memberkati dan mendorong [...] Gereja dengan pintu terbuka bagi semua
orang" (Homili pada Misa Pembukaan Sidang Umum Sinode Para Uskup, 4
Oktober 2023).
Akhirnya,
Roh Kudus membuka pintu hati kita, membantu kita mengatasi penolakan,
keegoisan, ketidakpercayaan, dan prasangka, dan memungkinkan kita untuk hidup
sebagai anak-anak Allah dan saudara-saudari di antara kita sendiri. Di mana Roh
Tuhan hadir, persaudaraan lahir di antara individu, kelompok, dan bangsa-bangsa
di bumi, dan semua berbicara dalam satu bahasa kasih, yang mempersatukan dan
menyelaraskan keragaman.
Saudara-saudari,
bahkan di zaman kita ini, khususnya pada Hari Raya Pentakosta ini, kita harus
memohon kepada Roh Kudus untuk membuka semua pintu yang masih tertutup. Kita
perlu menemukan kembali Allah sebagai Bapa yang mengasihi kita, membangun
Gereja di mana setiap orang merasa nyaman, dan memupuk dunia persaudaraan di
mana perdamaian berkuasa di antara semua bangsa.
Seperti
para murid pertama, kita percaya pada perantaraan Perawan Maria, tempat
kediaman Roh Kudus dan Bunda Gereja.
[Setelah
pendarasan doa Ratu Surga]
Saudara-saudari
terkasih,
Hari ini
adalah Hari Doa untuk Gereja di Cina, peringatan liturgi Santa Perawan Maria,
Penolong Umat Kristiani, yang dihormati dengan penuh devosi di Tempat Suci
Sheshan di Shanghai. Marilah kita menggabungkan doa kita dengan doa umat
Katolik Cina, sebagai tanda kasih sayang kita kepada mereka dan persekutuan
mereka dengan Gereja universal dan dengan penerus Santo Petrus. Semoga
perantaraan Ratu Surga memperolehkan bagi umat beriman di Cina rahmat persatuan
dan memberikan kekuatan kepada setiap orang untuk memberi kesaksian tentang
Injil dalam perjuangan sehari-hari mereka, menjadi benih pengharapan dan
perdamaian. Secara khusus, saya memohon kedamaian abadi bagi para korban
kecelakaan yang terjadi beberapa hari yang lalu di sebuah tambang di Cina
utara.
Kepada
Santa Maria, Penolong Umat Kristiani, kita juga mempercayakan komunitas
Kristiani di Tanah Suci, Lebanon, dan seluruh Timur Tengah, yang menderita
karena perang.
Dan
sekarang saya menyapa kamu semua, umat Roma dan para peziarah dari berbagai
negara!
Secara
khusus, saya menyapa kelompok penyandang disabilitas dari Polandia, serta para
peziarah yang datang dengan sepeda dari Kelmis, Belgia. Selamat!
Saya
mengucapkan selamat Hari Raya Pentakosta kepada semuanya.
_______
(Peter Suriadi - Bogor, 24 Mei 2026)
.jpeg)