Liturgical Calendar

Showing posts with label Wejangan Angelus 2016. Show all posts
Showing posts with label Wejangan Angelus 2016. Show all posts

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 26 Desember 2016 : TENTANG PESTA SANTO STEFANUS

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Sukacita Natal juga memenuhi hati kita hari ini, sebagaimana liturgi yang kita miliki merayakan kemartiran Santo Stefanus, martir pertama, mengundang kita untuk menerima kesaksian bahwa melalui pengorbanannya ia telah meninggalkan kita. Itulah kesaksian yang dengannya pengorbanannya menjadi mulia, tepatnya kemuliaan kemartiran kristiani, menderita karena mengasihi Yesus Kristus; kemartiran yang terus hadir dalam sejarah Gereja, sejak Stefanus hingga hari ini.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 18 Desember 2016 : TENTANG MISTERI NATAL

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Liturgi hari ini, yang merupakan hari Minggu Adven IV dan terakhir, bercirikan tema kedekatan Allah kepada umat manusia. Perikop Injil (bdk. Mat 1:18-24) menunjukkan kepada kita dua orang, dua orang, yang lebih dari orang-orang lainnya, yang telah terlibat dalam misteri kasih ini : Perawan Maria dan Yosef suaminya. Misteri kasih, misteri kedekatan Allah dengan umat manusia.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 11 Desember 2016 : TENTANG SUKACITA SEJATI

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini kita merayakan Hari Minggu Adven III, ditandai dengan ajakan Santo Paulus : "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!" (Flp 4:4-5). Ini bukan sukacita yang dangkal atau semata-mata emosional yang dinasehatkan oleh Rasul Paulus kepada kita. Ini juga tidak bersifat duniawi, atau sukacita konsumerisme ini. Tidak, tidak, bukan itu. Ini adalah sukacita yang lebih otentik; kita dipanggil untuk menemukan kembali cita rasa sukacita ini, cita rasa sukacita sejati. Ini adalah sukacita yang menjangkau keintiman keberadaan kita, ketika kita menantikan Yesus, yang telah datang untuk membawa keselamatan bagi dunia, Mesias yang dijanjikan, lahir di Betlehem dari Perawan Maria.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 8 Desember 2016 : TENTANG HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA


Saudara dan saudari terkasih, selamat hari raya! Bacaan-bacaan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa hari ini, menghadirkan dua bagian yang sangat penting dalam sejarah hubungan antara manusia dan Allah : kita bisa mengatakan bahwa bagian tersebut membawa kita ke asal mula kebaikan dan kejahatan. Kedua bagian ini membawa kita kepada asal mula kebaikan dan kejahatan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 4 Desember 2016 : TENTANG PERTOBATAN DIRI KITA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam Bacaan Injil Hari Minggu Adven II, kita mendengar bergemanya undangan Yohanes Pembaptis : "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat" (Mat 3:2). Dengan kata-kata yang sama ini, Yesus akan memulai perutusan-Nya di Galilea (bdk. Mat 4:17); dan ini juga akan menjadi sebuah pemakluman yang akan membawa para murid pada pengalaman misioner pertama mereka (bdk. Mat 10:7). Penginjil Matius sangat ingin memperkenalkan Yohanes sebagai orang yang mempersiapkan jalan kedatangan Kristus, dan para murid, ketika melanjutkan pewartaan Yesus. Inilah pemakluman penuh sukacita yang sama : ke marilah, Kerajaan Allah sudah dekat ... memang, ia berada di tengah-tengah kita! Hal ini sangat penting : "Kerajaan Allah berada di antara kamu", kata Yesus. Dan Yohanes memaklumkan bahwa Yesus lalu akan berkata : "Kerajaan Allah telah datang, telah tiba, ada di tengah-tengahmu". Inilah pesan utama seluruh perutusan kristiani. Ketika seorang seorang misionaris pergi, seorang kristiani pergi mewartakan Yesus, ia tidak pergi untuk menyebarkan agama, seolah-olah ia adalah seorang penggemar mengusahakan semakin dekat dengan timnya. Tidak, hanya memaklumkan : "Kerajaan Allah ada di antara kamu!", misionaris mempersiapkan jalan bagi Yesus, yang menjumpai umat-Nya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 27 November 2016 : SIAP SEDIA UNTUK LAWATAN TUHAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi.

Hari ini di Gereja kita memulai tahun liturgi yang baru, yaitu, sebuah perjalanan baru iman bagi umat Allah. Dan seperti biasa, kita memulai dengan Masa Adven.

Perikop Injil [hari ini : Mat 24:37-44] memperkenalkan kita salah satu tema yang paling mewakili dari Masa Adven : lawatan Tuhan kepada umat manusia. Kunjungan pertama dilakukan dengan Penjelmaan, kelahiran Yesus di kandang Betlehem. Kunjungan kedua adalah pada saat ini : Tuhan mengunjungi kita terus menerus setiap hari, Ia melakukan perjalanan di samping kita dan merupakan sebuah kehadiran yang menghibur. Dan pada akhirnya akan menjadi kunjungan terakhir, yang kita akui setiap kali kita mengucapkan Syahadat, "Dia akan datang kembali dalam kemuliaan untuk mengadili orang yang hidup dan mati". Tuhan hari ini berbicara kepada kita tentang lawatan-Nya yang terakhir ini, lawatan yang akan terjadi pada akhir jaman, dan Ia memberitahu kita di mana perjalanan kita akan berakhir.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 20 November 2016 : PENUTUPAN TAHUN YUBILEUM KERAHIMAN

Saudara dan saudari terkasih,

Pada akhir perayaan ini, kita memuji dan mengucap syukur kepada Allah atas karunia Tahun Suci Kerahiman bagi Gereja dan bagi begitu banyak orang yang berkehendak baik. Saya dengan penuh hormat menyambut Presiden Republik Italia dan para delegasi resmi yang hadir. Saya mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para pemimpin Pemerintahan Italia dan lembaga-lembaga lainnya atas kerjasama dan komitmen mereka. Terima kasih yang hangat tertuju kepada kepolisian, para pengelola fasilitas pengasuhan, pusat-pusat informasi, para tenaga dan relawan kesehatan dari segala usia dan latar belakang. Secara khusus, saya berterima kasih kepada Dewan Kepausan untuk Promosi Evangelisasi Baru, dan mereka yang telah bekerja sama dengan berbagai cara.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 13 November 2016 : TENTANG MENANTI AKHIR ZAMAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari ini memberi kita bagian pertama kata-kata Yesus tentang akhir zaman, sebagaimana diceritakan oleh Santo Lukas. Yesus berbicara tentang hal ini saat berada di depan Bait Allah di Yerusalem, tergambar dari seruan kekaguman orang-orang terhadap keindahan tempat kudus tersebut dan dekorasinya. Yesus kemudian berkata, "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat".

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 6 November 2016 : TENTANG KEBANGKITAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Beberapa hari setelah Hari Raya Semua Orang Kudus dan Peringatan Mulia Arwah Semua Orang Beriman, Injil hari Minggu ini mengajak kita sekali lagi merenungkan misteri kebangkitan orang mati. Injil (Luk 20:27-38) menceritakan Yesus berhadapan dengan beberapa orang Saduki, yang tidak percaya pada kebangkitan, dan memahami hubungan dengan Allah hanya sebagai dimensi kehidupan duniawi. Serta kemudian, menertawakan kebangkitan dan menempatkan Yesus dalam kesulitan, saat ini Ia bersama kasus yang bertolak belakang dan tidak masuk akal : seorang perempuan yang memiliki tujuh suami, semuanya bersaudara satu sama lain, yang meninggal satu demi satu. Dan maka pertanyaan yang jahat ditujukan kepada Yesus : "Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan?" (ayat 33).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN DI MALMO, SWEDIA - 1 November 2016 : JADILAH GARAM DAN TERANG

Ketika kita mengakhiri perayaan ini, saya ingin mengungkapkan terima kasih saya kepada Uskup Anders Arborelius dari Stockholm untuk kata-katanya yang baik, dan kepada pihak berwenang sipil dan semua orang yang membantu dalam perencanaan dan pelaksanaan kunjungan ini.

Saya menyampaikan sambutan ramah kepada Presiden dan Sekretaris Jenderal Federasi Lutheran Sedunia, serta Uskup Agung Gereja Swedia. Saya juga menyambut para anggota delegasi ekumenis dan korps diplomatik yang hadir pada kesempatan ini, dan semua orang yang telah bergabung dengan kita dalam perayaan Ekaristi ini.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 30 Oktober 2016 : TENTANG ZAKHEUS SI PEMUNGUT CUKAI

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari ini menghadirkan sebuah peristiwa yang terjadi di Yerikho, ketika Yesus mencapai kota tersebut dan disambut oleh orang banyak (bdk. Luk 19:1-10). Zakheus, kepala "para pemungut cukai", yaitu, kepala para pemungut pajak, tinggal di kota tersebut. Zakheus adalah seorang antek kaya dari penjajah Romawi yang dibenci, seorang pemeras rakyatnya. Ia juga, karena penasaran, ingin melihat Yesus, namun kondisinya sebagai seorang pendosa publik tidak memungkinkan dia untuk mendekati Sang Guru; selain itu, ia berbadan pendek, sehingga ia memanjat pohon ara, sepanjang jalan di mana Yesus lewat.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 23 Oktober 2016 : TENTANG PERUTUSAN DAN KEBERANIAN


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Bacaan kedua liturgi hari ini menyajikan kepada kita nasehat Santo Paulus kepada Timotius, muridnya, yang merenungkan keberadaannya sebagai seorang Rasul benar-benar dikuduskan untuk perutusan (bdk. 2 Tim 4:6-8.16-18). Melihat dengan titik itu bahwa ia sudah mendekati akhir perjalanan duniawinya, Paulus menjelaskannya dengan mengacu pada tiga masa : masa kini, masa lalu, masa depan.

'Masa kini', Paulus menafsirkan dengan metafora pengorbanan : "Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan" (ayat 6). Adapun 'masa lalu', Paulus menunjuk ke kehidupan masa lalunya dengan gambaran "pertandingan yang baik" dan "perlombaan" seorang manusia yang konsisten dengan komitmen dan tanggung jawabnya (bdk. ayat 7); akibatnya, untuk 'masa depan', ia mempercayai pengakuan dari Allah, yang adalah "hakim yang adil" (ayat 8). Tetapi perutusan Paulus efektif, adil dan benar, hanya berkat kedekatan dan kekuatan Tuhan, yang menjadikannya seorang pewarta Injil kepada semua bangsa. Berikut adalah ungkapannya : "Tetapi Tuhan telah mendampingiku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya" (ayat 17).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN DI BAKU, AZERBAIJAN 2 Oktober 2016

Saudara dan saudari terkasih,

Dalam perayaan Ekaristi ini saya telah berterima kasih kepada Allah bersama kalian, dan juga kepada kalian : di sini iman, setelah tahun-tahun penganiayaan, telah mengerjakan keajaiban-keajaiban. Saya ingin mengingat banyak orang Kristen yang berani yang percaya kepada Tuhan dan setia dalam menghadapi kesulitan. Seperti yang dilakukan Santo Yohanes Paulus II, saya menyampaikan kata-kata Rasul Petrus : "Karena itu bagi kamu, yang percaya" (1 Ptr 2:7; Homili, Baku, 23 Mei 2002).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 18 September 2016 : JANGAN MEMILIKI DUA TUAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini, Yesus mengajak kita untuk merenungkan dua jalan kehidupan yang berlawanan : jalan dunia dan jalan Injil. Semangat dunia bukanlah semangat Yesus. Dan Ia melakukannya melalui perumpamaan tentang bendahara yang tidak setia dan korup, yang dipuji oleh Yesus, meskipun ketidakjujurannya (bdk. Luk 16:1-13). Kita harus segera menunjukkan bahwa bendahara ini tidak disajikan sebagai model untuk diikuti, tetapi sebagai contoh kecerdikan. Orang ini dituduh salah kelola urusan tuannya, dan sebelum dipecat, dengan cerdik mencoba untuk memenangkan dukungan para pengutang, menghapuskan hutang mereka untuk membuat masa depan seperti itu. Mengomentari perilaku ini, Yesus mengamati : "Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang" (ayat 8).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 11 September 2016 : TENTANG PERAYAAN ALLAH ATAS PARA PENDOSA YANG BERTOBAT

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Liturgi hari ini membawa kita ke Bab 15 Injil Lukas, yang dianggap sebagai bab kerahiman. Bab tersebut menghimpun tiga perumpamaan yang dengannya Yesus menanggapi gerutuan dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yang mengkritik tindakan-tindakan-Nya, dengan mengatakan, "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka" (ayat 2).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 4 September 2016

Seraya kita mempersiapkan diri untuk menutup perayaan ini, saya ingin menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah ambil bagian.

Pertama-tama, selutuh Misionaris Cinta Kasih, yang merupakan keluarga rohani Bunda Teresa. Semoga sang pendiri kalian yang kudus selalu menjaga kalian di jalan kalian dan membantu kalian tetap setia kepada Allah, kepada Gereja dan kepada orang-orang miskin.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 28 Agustus 2016 : TENTANG KERENDAHAN HATI DAN MEMBERI DENGAN MURAH HATI

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Kisah yang diceritakan oleh Injil hari ini (Luk 14:1.7-14) menunjukkan kepada kita Yesus di rumah salah satu pemimpin orang-orang Farisi, berfokus pada pengamatan bagaimana para tamu yang diundang makan berusaha memilih tempat yang terbaik. Inilah adegan yang telah kita lihat berkali-kali : orang-orang mencari kedudukan yang terbaik, bahkan saling 'sikut demi cara tersebut.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 21 Agustus 2016 : TENTANG KESELAMATAN

Saudara dan saudari terkasih, Selamat pagi!

Bagian Injil hari ini mengundang kita untuk merenungkan tema keselamatan. Penginjil Lukas menceritakan kepada kita ketika Yesus sedang berjalan menuju Yerusalem dan di sepanjang jalan, didekati oleh seseorang yang menanyai-Nya pertanyaan ini : "Tuhan, akan hanya beberapa orang diselamatkan?" (Luk 13:23). Yesus tidak memberikan jawaban langsung, tetapi Ia menggerakkan pembahasan ke tingkat lain, dengan bahasa yang menimbulkan pemikiran, yang, pada awalnya, mungkin, murid-murid tidak mengerti : "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat" (ayat 24). Dengan gambar pintu, Ia ingin menjelaskan kepada para pendengar-Nya bahwa itu bukanlah sebuah pertanyaan angka-angka, tentang berapa banyak orang akan diselamatkan. Entah berapa banyak, tetapi yang penting bahwa semua orang tahu mana yang merupakan jalan yang mengarah ke keselamatan : pintu.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN PADA HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA 15 Agustus 2016

Saudara dan saudari yang terkasih, selamat pagi! Selamat Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga!

Bacaan Hari Raya hari ini dari Lukas 1:39-56 menggambarkan pertemuan antara Maria dan sepupunya Elizabet, menekankan bahwa, "beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda" (ayat 39). Dalam hari-hari itu, Maria berjalan ke sebuah kota kecil di pinggiran Yerusalem untuk bertemu Elizabet. Hari ini, kita merenungkan dia pada perjalanannya menuju Yerusalem surgawi, untuk akhirnya melihat wajah Bapa dan melihat lagi wajah Putranya Yesus. Berkali-kali selama kehidupan duniawinya, ia pergi ke daerah-daerah perbukitan, hingga tahap terakhir Kalvari yang penuh dukacita, terkait dengan misteri Sengsara Kristus. Sekarang, kita melihat dia mencapai gunung Allah, "berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya" (Why 12:1) - sebagaimana dikatakan Kitab Wahyu - dan kita melihat dia melintasi ambang tanah air surgawi.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 14 Agustus 2016 : TENTANG API ROH KUDUS


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari ini (Luk 12:49-53) merupakan bagian dari ajaran Yesus kepada murid-murid-Nya ketika mereka melakukan perjalanan mereka ke arah Yerusalem, di mana Ia menanti kematian di kayu Salib. Untuk menunjukkan tujuan (lingkup) perutusan-Nya, Ia menggunakan tiga gambaran : api, baptisan dan perpecahan. Hari ini, saya ingin berbicara tentang gambaran pertama : api. Api.