Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Sukacita Natal juga memenuhi hati kita hari ini, sebagaimana liturgi yang kita miliki merayakan kemartiran Santo Stefanus, martir pertama, mengundang kita untuk menerima kesaksian bahwa melalui pengorbanannya ia telah meninggalkan kita. Itulah kesaksian yang dengannya pengorbanannya menjadi mulia, tepatnya kemuliaan kemartiran kristiani, menderita karena mengasihi Yesus Kristus; kemartiran yang terus hadir dalam sejarah Gereja, sejak Stefanus hingga hari ini.



















