Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 18 September 2016 : JANGAN MEMILIKI DUA TUAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini, Yesus mengajak kita untuk merenungkan dua jalan kehidupan yang berlawanan : jalan dunia dan jalan Injil. Semangat dunia bukanlah semangat Yesus. Dan Ia melakukannya melalui perumpamaan tentang bendahara yang tidak setia dan korup, yang dipuji oleh Yesus, meskipun ketidakjujurannya (bdk. Luk 16:1-13). Kita harus segera menunjukkan bahwa bendahara ini tidak disajikan sebagai model untuk diikuti, tetapi sebagai contoh kecerdikan. Orang ini dituduh salah kelola urusan tuannya, dan sebelum dipecat, dengan cerdik mencoba untuk memenangkan dukungan para pengutang, menghapuskan hutang mereka untuk membuat masa depan seperti itu. Mengomentari perilaku ini, Yesus mengamati : "Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang" (ayat 8).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 14 September 2016 : TENTANG UNDANGAN BAGI MEREKA YANG MENGALAMI KESULITAN DAN BERBEBAN BERAT

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Selama Yubileum ini, kita telah merenungkan berkali-kali fakta bahwa Yesus mengungkapkan diri-Nya dengan kelembutan yang unik, sebuah tanda kehadiran dan kebaikan Allah. Hari ini, kita merenungkan sebuah perikop penting dari Injil (bdk. Mat 11:28-30), yang di dalamnya Yesus berkata: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. [...] Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (ayat 28-29). Undangan Tuhan mengejutkan : Ia memanggil mengikuti-Nya orang-orang sederhana, yang terbebani oleh kehidupan yang sulit; Ia memanggil pribadi-pribadi yang memiliki begitu banyak kebutuhan untuk mengikuti-Nya dan Ia berjanji kepada mereka bahwa di dalam Dia mereka akan menemukan istirahat dan kelegaan. Undangan ditujukan dengan sangat penting : "marilah kepada-Ku", "pikullah kuk yang Kupasang" dan "belajarlah pada-Ku". Kalau saja semua pemimpin dunia bisa mengatakan ini! Marilah kita mencoba untuk memahami arti dari ungkapan-ungkapan ini.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI YUBILEUM 10 September 2016 : TENTANG PENEBUSAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Perikop yang kita dengar berbicara kepada kita tentang kerahiman Allah, yang bertindak dalam penebusan, yaitu dalam keselamatan yang diberikan kepada kita dengan darah Putra-Nya Yesus (bdk. 1 Ptr 1:18-21). Kata "penebusan" sedikit digunakan, namun sangat mendasar karena ia menunjukkan pembebasan yang paling radikal yang dapat dilakukan Allah bagi kita, bagi seluruh umat manusia dan bagi seluruh ciptaan. Tampaknya manusia saat ini tidak lagi suka memikirkan dibebaskan dan diselamatkan oleh campur tangan Allah. Bahkan, manusia hari ini menipu dirinya sendiri tentang kebebasannya sebagai kekuatan untuk mendapatkan segalanya. Ia bahkan membanggakan hal ini, namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Berapa banyak khayalan dijual dengan dalih kebebasan dan berapa banyak budak baru diciptakan dalam hari-hari kita atas nama sebuah kebebasan palsu! - begitu banyak, banyak budak : "Saya melakukan ini karena saya menginginkannya; Saya minum obat-obatan karena saya menginginkannya, saya bebas, saya melakukan lainnya ini ... "Mereka adalah para budak! Mereka menjadi para budak atas nama kebebasan. Kita semua telah melihat orang-orang semacam ini yang meninggal. Kita membutuhkan Allah untuk membebaskan kita dari setiap macam ketidakpedulian, egoisme dan cukup diri.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 11 September 2016 : TENTANG PERAYAAN ALLAH ATAS PARA PENDOSA YANG BERTOBAT

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Liturgi hari ini membawa kita ke Bab 15 Injil Lukas, yang dianggap sebagai bab kerahiman. Bab tersebut menghimpun tiga perumpamaan yang dengannya Yesus menanggapi gerutuan dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yang mengkritik tindakan-tindakan-Nya, dengan mengatakan, "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka" (ayat 2).