Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 13 Juni 2018 : TENTANG DASA FIRMAN (BAGIAN 1)

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini adalah pesta Santo Antonius dari Padua. Siapa di antara kalian yang bernama Antonius? - Tepuk tangan untuk seluruh “Antonius”. Kita memulai hari ini jadwal katekese baru bertema Dasa Firman, Sepuluh Perintah Allah. Untuk memperkenalkannya, kita mengambil inspirasi dari perikop yang baru saja kita dengar : pertemuan antara Yesus dan seorang pria - ia adalah seorang pemuda - yang, bertelut, bertanya kepada-Nya bagaimana ia dapat memperoleh hidup yang kekal (bdk. Mrk 10:17-21). Dan pertanyaan itu merupakan tantangan dari setiap keberadaan, keberadaan kita juga : hasrat untuk hidup yang utuh dan tanpa batas. Tetapi, apa yang seharusnya kita lakukan untuk mencapainya? Jalan apa yang harus kita ikuti? Untuk sungguh menjalani, menjalani keberadaan yang mulia ... Berapa banyak orang muda berusaha untuk "menjalani" dan menghancurkan diri mereka dengan mengikuti hal-hal yang fana.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 10 Juni 2018 : KESALAHPAHAMAN PARA AHLI TAURAT DAN KAUM KELUARGA YESUS

Saudara-saudari Terkasih, selamat pagi!

Injil hari Minggu ini (Mrk 3:20-35) menunjukkan kepada kita dua macam kesalahpahaman yang harus ditujukan kepada Yesus : kesalahpahaman para ahli Taurat dan kesalahpahaman kaum keluarga-Nya sendiri. Kesalahpahaman pertama : para ahli Taurat adalah orang-orang yang diperintahkan dalam Kitab Suci dan yang bertanggung jawab untuk menjelaskannya kepada orang-orang. Beberapa dari mereka diutus dari Yerusalem ke Galilea, di mana ketenaran Yesus sedang mulai menyebar, untuk menjelek-jelekkan-Nya di mata orang-orang, menugaskan para penggosip, menjelek-jelekkan orang lain, mengenyahkan kewibawaan-Nya - hal yang sungguh mengerikan. Dan mereka diutus untuk melakukan hal ini. Dan para ahli Taurat ini tiba dengan tuduhan tertentu yang mengerikan - mereka tidak memiliki cara lain, langsung ke pokok persoalan dan mengatakan demikian: “Ia kerasukan Beelzebul, dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan" (ayat 22). Penghulu setanlah yang menggerakkan-Nya, yang seolah-olah mengatakan, kurang lebih, “Ia kerasukan”. Sebenarnya, Yesus sedang menyembuhkan banyak orang sakit, dan para ahli Taurat ingin membuat mereka percaya bahwa Ia melakukannya, bukan dengan Roh Allah - seperti seperti yang dilakukan Yesus -, tetapi dengan Roh Jahat, dengan kekuatan iblis.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 6 Juni 2018 : TENTANG SAKRAMEN PENGUATAN (BAGIAN III)

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Melanjutkan permenungan kita tentang sakramen penguatan, kita meninjau berbagai dampak karunia Roh Kudus yang telah mendewasakan orang-orang yang menerimanya, yang menuntun mereka pada gilirannya menjadi karunia bagi orang lain. Itulah karunia Roh Kudus. Kita ingat bahwa ketika Uskup mengurapi kita dengan minyak, ia berkata : “Terimalah Roh Kudus yang diberikan kepadamu sebagai karunia”. Karunia Roh Kudus itu masuk ke dalam diri kita dan membuat kita berbuah, karena kita dapat memberikannya kepada orang lain. Selalu menerima untuk memberi : jangan pernah menerima dan menyimpannya di dalam diri, seolah-olah jiwa adalah sebuah gudang. Tidak : selalu menerima untuk memberi. Rahmat Allah diterima untuk diberikan kepada orang lain. Inilah kehidupan kristiani. Oleh karena itu, layaklah Roh Kudus menjauhkan diri kita dari "aku" kita guna membuka diri kita terhadap "kita" dari komunitas : menerima untuk memberi. Kita tidak berada di pusat; kita adalah alat dari karunia bagi orang lain itu.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 3 Juni 2018 : TENTANG HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus atau, menurut ungkapan Latin lebih dikenal dengan nama Corpus Domini, hari ini dirayakan di banyak negara - di antaranya di Italia. Injil melaporkan kata-kata Yesus kepada kita, yang diucapkan selama Perjamuan Terakhir dengan murid-murid-Nya : “Ambillah, inilah tubuh-Ku. Kemudian : "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang” (Mrk 14:22,24). Pada kenyataannya, oleh karena perjanjian kasih itu, jemaat kristiani berkumpul hari ini, hari Minggu, dan setiap hari, di sekitar Ekaristi, Sakramen Pengorbanan Penebusan Kristus. Dan, tertarik pada kehadiran-Nya yang nyata, umat kristiani menyembah dan merenungkan-Nya melalui tanda roti yang sederhana menjadi tubuh-Nya.