Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 12 September 2018 : TENTANG HARI ISTIRAHAT DAN NUBUAT KEBEBASAN

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam katekese hari ini kita kembali ke perintah ketiga, yaitu hari istirahat. Dasa Firman, yang dicantumkan secara resmi dalam Kitab Keluaran, diulangi dalam Kitab Ulangan (5:12-15) dengan cara yang hampir serupa, dengan pengecualian Firman Ketiga ini, di mana perbedaan berharga muncul : jika dalam Kitab Keluaran alasan untuk beristirahat adalah berkat Penciptaan, maka dalam Ulangan, sebaliknya, berakhirnya perbudakan yang diperingati. Pada hari tersebut budak harus beristirahat sebagaimana majikannya, untuk merayakan kenangan Paskah pembebasan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 9 September 2018 : TENTANG MUKJIZAT PENYEMBUHAN SEORANG YANG TULI DAN GAGAP

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Bacaan Injil hari Minggu ini (bdk. Mrk 7:31-37) mengacu pada kisah mukjizat penyembuhan seorang yang tuli dan gagap, yang diperbuat oleh Yesus. Mereka membawa seorang tuli dan gagap kepada-Nya dan meminta Dia untuk meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Ia, malahan, melakukan berbagai gerakan pada orang itu : pertama-tama, Ia memisahkan dia dari orang banyak. Pada kesempatan ini, seperti pada orang-orang lainnya, Yesus selalu bertindak dengan kehati-hatian. Ia tidak ingin membuat orang-orang terkesan; Ia tidak sedang mencari ketenaran atau kesuksesan, tetapi Ia hanya ingin berbuat baik kepada orang-orang. Ia mengajar kita dengan keteladanan ini bahwa kebaikan dilakukan tanpa hiruk-pikuk, tanpa pamer, tanpa “terdengar bunyi terompet”. Kebaikan dilakukan dengan keheningan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 5 September 2018 : PERINTAH TENTANG HARI ISTIRAHAT

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Perjalanan melalui Dasa Firman membawa kita hari ini kepada perintah tentang hari istirahat. Perintah tersebut tampaknya mudah dipenuhi, namun kesan tersebut keliru. Benar-benar beristirahat tidaklah sederhana, karena ada istirahat yang keliru dan istirahat yang benar. Bagaimana cara mengenali istirahat-istirahat tersebut?

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 2 September 2018 : TENTANG KEASLIAN KETAATAN KITA TERHADAP SABDA ALLAH

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Minggu ini kita mengambil kembali Bacaan Injil Markus. Dalam perikop hari ini (bdk. Mrk 7:1-8.14-15.21-23), Yesus menyampaikan tema penting bagi kita semua umat beriman : keaslian ketaatan kita terhadap sabda Allah, menentang setiap pencemaran duniawi atau formalisme hukum. Kisah dimulai dengan keberatan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yang ditujukan kepada Yesus, menuduh murid-murid-Nya tidak mengikuti aturan-aturan ritual menurut tradisi. Dengan demikian para lawan bicara tersebut bermaksud untuk menyerang kewenangan dan dapat dipercayanya Yesus sebagai Guru karena mereka berkata : “Tetapi Guru ini mengijinkan para murid untuk tidak memenuhi ketentuan tradisi”. Namun, Yesus menjawab dengan keras, dengan mengatakan : “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis : Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia” (ayat 6-7). Demikianlah perkataan Yesus, dengan perkataan yang jelas dan kuat! Munafik adalah, boleh dikatakan, salah satu kata sifat yang paling kuat yang digunakan Yesus dalam Injil dan Ia mengatakannya tertuju kepada para guru agama : para ahli Taurat, orang-orang Farisi ... “Munafik”, kata Yesus.