Bacaan
Injil hari ini (Luk 15:1-32) dimulai dengan beberapa orang yang
bersungut-sungut terhadap Yesus, melihat Ia berada di tengah-tengah para
pemungut cukai dan orang-orang berdosa, dan mengatakan dengan hinaan : "Ia
menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka" (ayat
2). Kenyataannya kalimat ini mengungkapkan dengan sendirinya pemberitaan yang
luar biasa. Yesus menyambut orang-orang berdosa dan makan bersama-sama mereka.
Itulah yang terjadi pada kita di setiap Misa, di setiap gereja : Yesus dengan
senang hati menerima kita di meja-Nya, di mana Ia mempersembahkan diri-Nya
untuk kita. Kalimat inilah yang dapat kita tulis di pintu-pintu gereja kita:
“Yesus menyambut orang-orang berdosa di sini dan mengundang mereka ke
meja-Nya”. Dan, Tuhan, sedang menjawab mereka yang bersungut-sungut
terhadap-Nya, menceritakan kepada mereka tiga perumpamaan yang luar biasa, yang
menunjukkan kecenderungan-Nya terhadap orang-orang yang merasa jauh
daripada-Nya. Sebaiknya hari ini kamu masing-masing mengambil Injil, Injil
Lukas, bab 15, dan membaca tiga perumpamaan tersebut. Ketiga perumpamaan
tersebut sangat luar biasa.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 15 September 2019 : KASIH ALLAH YANG TAK TERBATAS UNTUK ORANG-ORANG BERDOSA
Saudara
dan saudari yang terkasih, selamat pagi!
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 11 September 2019 : TENTANG PERJALANAN BAPA SUCI KE MOZAMBIK, MADAGASKAR DAN MAURITIUS
Saudara
dan saudari yang terkasih, selamat pagi!
Tadi
malam saya kembali dari perjalanan apostolik saya ke Mozambik, Madagaskar, dan
Mauritius. Saya bersyukur kepada Allah, yang memperkenankan saya untuk
melaksanakan rencana perjalanan ini sebagai peziarah perdamaian dan harapan,
serta saya kembali mengucapkan terima kasih kepada pemerintah masing-masing
negara tersebut, juga kepada pihak keuskupan, yang mengundang saya dan
menyambut saya dengan begitu penuh kasih sayang dan perhatian, serta para duta
besar apostolik, yang telah bekerja begitu banyak untuk perjalanan ini.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 1 September 2019 : TENTANG KERENDAHAN HATI DAN KEMURAHAN HATI TANPA PAMRIH
Saudara-saudari
yang terkasih, selamat pagi!
Pertama-tama
saya minta maaf atas keterlambatan ini, tetapi ada sebuah insiden: Saya
terjebak di lift selama 25 menit! Ada penurunan tegangan dan lift terhenti.
Syukur kepada Allah, petugas pemadam kebakaran datang - saya berterima kasih
banyak kepada mereka! - dan, setelah 25 menit bekerja, mereka berhasil membuat
lift berjalan - tepuk tangan untuk para petugas pemadam kebakaran!
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 28 Agustus 2019 : TENTANG KISAH PARA RASUL (Kis 5:12,15-16) – BAGIAN 6
Saudara-saudari
yang terkasih, selamat pagi!
Jemaat
gerejawi yang dilukiskan dalam Kisah Para Rasul, jika hidup para Rasul
benar-benar berasal dari kekayaan yang kecenderungannya ditentukan Tuhan -
Tuhan itu murah hati! -, mengalami pertumbuhan numerik dan lonjakan besar,
meskipun ada berbagai serangan dari luar. Untuk menunjukkan kepada kita daya
hidup ini, Lukas juga menunjukkan kepada kita tempat-tempat penting, seperti
Serambi Salomo (bdk. Kis 5:12), tempat pertemuan bagi orang-orang percaya.
Serambi Salomo adalah ruang terbuka yang berfungsi sebagai tempat berteduh,
tetapi juga sebagai tempat pertemuan dan tempat kesaksian. Sebuah tempat yang
dikunjungi Yesus selama pesta-pesta besar (bdk. Yoh 10:23); tempat orang lumpuh
yang disembuhkan berjalan di sebelah Petrus dan Yohanes serta tempat Petrus
mewartakan Injil kepada orang-orang, menjelaskan bahwa iman dalam nama Yesus
memungkinkan penyembuhan itu (bdk. Kis 3:11). Oleh karena itu, Serambi Salomo
ini adalah tempat peristiwa Kristus disampaikan melalui perkataan, yang
menggerakkan hati serta juga dapat menyentuh dan menyembuhkan tubuh. Faktanya,
Lukas bersikeras pada tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban yang menyertai
perkataan para Rasul dan perhatian khusus terhadap orang-orang sakit yang mereka
layani.



