Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 8 Desember 2022 : MARIA MEMBANTU KITA MENJAGA KECANTIKAN KITA DARI KEJAHATAN

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi dan selamat hari raya!

 

Bacaan Injil Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda hari ini memperkenalkan kita ke dalam rumah Maria untuk menceritakan Kabar Sukacita (bdk. Luk 1:26-38). Malaikat Gabriel menyapa Perawan Maria seperti ini : “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (ayat 28). Ia tidak memanggilnya dengan namanya, Maria, tetapi dengan nama baru, yang ia tidak ketahui : engkau yang dikaruniai. Engkau yang dikaruniai, dan oleh karenanya bebas dari dosa, adalah nama yang diberikan Allah kepadanya dan kita rayakan hari ini.

 

Tetapi marilah kita pikirkan keheranan Maria : baru pada saat itulah ia menemukan jatidirinya yang sebenarnya. Memang, dengan memanggilnya dengan nama itu, Allah mengungkapkan kepadanya rahasia terbesarnya, yang sebelumnya tidak diketahui olehnya. Hal serupa juga bisa terjadi pada diri kita. Dalam arti apa? Dalam artian bahwa kita para pendosa juga telah menerima karunia awal yang telah memenuhi hidup kita, suatu kebaikan yang lebih besar dari apa pun juga : kita telah menerima karunia asli. Kita berbicara banyak tentang dosa asal, tetapi kita juga telah menerima karunia asal, yang seringkali tidak kita sadari.

 

Apa itu, karunia asli ini? Itulah yang kita terima pada saat kita dibaptis, oleh karena itu ada baiknya kita mengingatnya, dan bahkan merayakannya! Saya akan mengajukan sebuah pertanyaan kepadamu : rahmat yang diterima pada saat kita dibaptis ini penting. Tetapi berapa banyak dari kamu yang ingat tanggal baptisanmu, tanggal berapa kamu dibaptis? Pikirkan tentang hal itu. Dan jika kamu tidak ingat, ketika kamu pulang, tanyakan kepada bapa baptismu, ibu baptismu, ayah atau ibumu : "Kapan aku dibaptis?", karena hari itu adalah hari rahmat yang besar, awal kehidupan baru, hari rahmat asli yang kita miliki. Allah turun ke dalam hidup kita hari itu, dan kita menjadi anak-anak kesayangan-Nya selamanya. Ini adalah kecantikan asli kita, yang karenanya kita penuh dengan sukacita! Hari ini, Maria, terkejut dengan rahmat yang membuatnya cantik sejak saat pertama hidupnya, membuat kita terkagum-kagum akan kecantikan kita. Kita dapat menangkap ini melalui rupa busana putih Pembaptisan; busana itu mengingatkan kita bahwa, di luar kejahatan yang telah menodai kita selama bertahun-tahun, ada kebaikan dalam diri kita yang lebih besar dari seluruh kejahatan yang telah menimpa. Marilah kita dengarkan gemanya, marilah kita dengar Allah berkata kepada kita : “Putra-Ku, putri-Ku, Aku mengasihimu dan Aku senantiasa bersamamu, engkau penting bagi-Ku, hidupmu berharga”. Itulah pesan Allah kepada kita. Ketika berbagai hal tidak berjalan dengan baik dan kita berputus asa, ketika kita berputus asa dan berisiko merasa tidak berguna atau salah, marilah kita berpikir tentang hal ini, tentang rahmat asli ini. Dan Allah beserta kita, Allah besertaku sejak hari itu. Marilah kita pikirkan lagi.

 

Hari ini sabda Allah mengajarkan kita hal penting lainnya : bahwa menjaga kecantikan kita membutuhkan biaya, menuntut perjuangan. Memang, Bacaan Injil menunjukkan kepada kita keberanian Maria yang mengatakan “Ya” kepada Allah, yang memilih risiko Allah; dan perikop dari Kitab Kejadian, tentang dosa asal, berbicara kepada kita tentang pertempuran melawan si penggoda dan godaannya (bdk. Kej 3:15). Tetapi kita mengetahui hal ini dari pengalaman juga, kita semua : butuh usaha untuk memilih yang baik, dibutuhkan biaya; dibutuhkan upaya untuk menjaga kebaikan yang ada pada diri kita. Pikirkanlah berapa kali kita telah menyia-nyiakannya dengan menyerah pada iming-iming kejahatan, licik demi kepentingan kita atau melakukan sesuatu yang akan mengotori hati kita; atau bahkan membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna atau berbahaya, menunda-nunda doa, misalnya, dan mengatakan "Hari ini aku tidak bisa", atau mengatakan "Aku tidak bisa" kepada mereka yang membutuhkan kita, padahal sebenarnya kita bisa.

 

Tetapi hari ini, dihadapkan pada semua ini, kita memiliki kabar baik : Maria, satu-satunya manusia tanpa dosa dalam sejarah, bersama kita dalam pertempuran, ia adalah saudari kita dan, terutama, Bunda kita. Dan kita, yang berjuang untuk memilih yang baik, bisa mempercayakan diri kita kepadanya. Dengan mempercayakan diri kita, menguduskan diri kita kepada Maria, kita mengatakan kepadanya : “Pegang tanganku, Bunda, tuntunlah aku : bersama engkau aku akan memiliki lebih banyak kekuatan dalam pertempuran melawan kejahatan; bersama engkau aku akan menemukan kembali kecantikan asliku”. Hari ini marilah kita mempercayakan diri kita kepada Maria, marilah kita mempercayakan diri kita kepada Maria setiap hari, mengulangi kepadanya : “Maria, aku mempercayakan hidupku kepada engkau, aku mempercayakan keluargaku, pekerjaanku, aku mempercayakan hatiku dan perjuanganku. Aku mempersembahkan diriku kepada engkau”. Semoga Maria yang dikandung tanpa noda membantu kita menjaga kecantikan kita dari kejahatan.

 

[Setelah pendarasan doa Malaikat Tuhan]

 

Saudara-saudari terkasih!

 

Saya menyapa kamu semua, umat Roma dan para peziarah. Secara khusus, saya menyapa para pengikut Gerakan Pekerja Kristiani dan perwakilan dari Rocca di Papa dengan obor yang akan menyalakan Bintang Natal di mercu suar kota.

 

Pada Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, Aksi Katolik Italia menjalani pembaharuan keanggotaannya. Saya menyampaikan pemikiran saya kepada lembaga keuskupan dan parokinya, mendorong setiap orang untuk berkembang dengan sukacita dalam melayani Injil dan Gereja.

 

Sore ini saya akan pergi ke Basilika Santa Maria Maggiore untuk berdoa kepada Salus Populi Romani, dan langsung setelah itu ke Spanish Steps untuk melakukan tindakan penghormatan dan doa tradisional di kaki monumen Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Saya memohon keadamu untuk bergabung dengan saya secara rohani dalam gerakan ini, yang mengungkapkan devosi bakti kepada Bunda kita, yang kepada pengantaraannya kita mempercayakan keinginan semesta untuk perdamaian, khususnya bagi Ukraina yang bermartir, yang sangat menderita. Saya memikirkan kata-kata Malaikat Gabriel kepada Maria : “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil”. Dengan pertolongan Allah, perdamaian menjadi mungkin; perlucutan senjata menjadi mungkin. Allah bahkan menginginkan niat baik kita. Semoga Bunda Maria menolong kita untuk berbalik kepada rencana Allah.

 

Kepada kamu semua saya mengucapkan selamat hari raya dan perjalanan Adven yang baik, untuk semua orang yang ada di sini: untuk kaum muda Immakulata, hari ini adalah hari raya mereka! Semoga Bunda Maria membantu kita. Allah menginginkan niat baik kita : semoga Bunda Maria membantu kita untuk berbalik kepada rencana Allah. Selamat hari raya, dan selamat menempuh perjalanan Adven, serta tolong, jangan lupa untuk mendoakan saya. Selamat menikmati makan siang, dan sampai jumpa!

______

(Peter Suriadi - Bogor, 9 Desember 2022)

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 7 Desember 2022 : KATEKESE TENTANG PEMBEDAAN ROH (BAGIAN 11) - MENEGASKAN PILIHAN YANG BAIK

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

 

Dalam proses pembedaan roh, memperhatikan tahapan yang segera mengikuti keputusan yang diambil, agar menangkap tanda-tanda yang menegaskannya atau yang menyangkalnya juga tetap penting. Saya harus membuat keputusan, [maka] saya membuat pembedaan roh, pro atau kontra, perasaan saya, saya berdoa... kemudian proses ini berakhir dan saya membuat keputusan dan kemudian tibalah bagian di mana kita harus berhati-hati, paham. Karena dalam hidup beberapa keputusan tidak baik dan ada tanda-tanda yang menyangkalnya, sementara di sisi lain, beberapa keputusan yang baik ditegaskan.

 

Memang, kita telah melihat bagaimana waktu merupakan kriteria dasar untuk mengenali suara Allah di antara begitu banyak suara lainnya. Ia sendiri adalah Sang Empunya waktu : ciri keaslian-Nya, yang membedakan Dia dari sosok palsu yang berbicara atas nama-Nya tanpa benar-benar melakukannya. Salah satu ciri khas dari roh yang baik sesungguhnya menyampaikan kedamaian yang bertahan lama. Jika kamu mempertimbangkan lebih dalam, maka buatlah keputusan dan ini memberimu kedamaian yang bertahan sepanjang waktu, ini adalah tanda yang baik dan menunjukkan bahwa jalan tersebut baik. Kedamaian yang membawa kerukunan, persatuan, semangat, kegairahan. Kamu keluar dari proses "pendalaman" lebih baik daripada saat kamu memasukinya.

 

Misalnya, jika saya membuat keputusan untuk mencurahkan setengah jam tambahan untuk berdoa, dan kemudian saya menemukan bahwa saya menjalani saat-saat lain hari itu dengan lebih baik, saya lebih tenang, tidak terlalu cemas, saya melakukan pekerjaan dengan lebih seksama dan bersemangat, bahkan hubungan dengan beberapa orang yang sulit pun menjadi lebih lancar... Ini semua adalah tanda-tanda penting yang mendukung kebaikan keputusan yang diambil. Kehidupan rohani bersifat melingkar : kebaikan sebuah pilihan bermanfaat bagi segenap ranah kehidupan kita karena merupakan keikutsertaan dalam kreativitas Allah.

Kita dapat mengenali beberapa aspek penting yang membantu kita membaca waktu setelah keputusan sebagai penegasan kemungkinan kebaikannya, karena rentang waktu berikutnya menegaskan kebaikan keputusan tersebut. Dalam beberapa hal kita telah menjumpai aspek-aspek penting ini dalam perjalanan katekese-katekese ini, tetapi sekarang aspek-aspek itu menemukan penerapannya lebih lanjut.

 

Aspek pertama adalah apakah keputusan itu dilihat sebagai kemungkinan tanda tanggapan terhadap kasih dan kemurahan hati Tuhan terhadap saya. Keputusan tidak lahir dari rasa takut, tidak lahir dari pemerasan atau paksaan emosional, tetapi lahir dari rasa syukur atas kebaikan yang diterima, yang menggerakkan hati untuk hidup bebas dalam hubungan dengan Tuhan.

Unsur penting lainnya adalah memiliki perasaan berkenaan dengan tempat kita dalam kehidupan – ketenangan, “Aku ada di tempatku” – dan merasa bahwa kamu adalah bagian dari rencana yang lebih besar, yang terhadapnya kita ingin berkontribusi. Di Lapangan Santo Petrus ada dua titik yang tepat – titik fokus elips – dari sana kita dapat melihat kolom-kolom Bernini sejajar sempurna. Demikian pula, seorang dapat menyadari bahwa ia telah menemukan apa yang sedang ia cari ketika harinya menjadi lebih teratur, ketika ia merasakan keterpaduan yang berkembang di antara banyak minatnya, ketika ia membangun hierarki kepentingan yang tepat, dan ketika ia dapat mengalami hal ini dengan nyaman, menghadapi kesulitan yang muncul dengan energi dan keuletan yang baru. Ini adalah tanda-tanda bahwa kamu telah membuat keputusan yang baik.

 

Tanda penegasan yang baik lainnya, misalnya, adalah fakta untuk tetap bebas sehubungan dengan apa yang telah diputuskan, bersedia untuk mempertanyakannya, bahkan meniadakan kemungkinan penyangkalan, mencoba menemukan di dalamnya ajaran yang kemungkinan berasal dari Tuhan. Ini bukan karena Ia ingin merampas apa yang kita sayangi, tetapi untuk menjalaninya dengan kebebasan, tanpa keterikatan. Hanya Allah yang tahu apa yang benar-benar baik untuk kita. Kepemilikan adalah musuh kebaikan dan membunuh kasih sayang. Perhatikanlah hal ini : kepemilikan adalah musuh kebaikan, kepemilikan membunuh kasih sayang. Banyaknya kasus kekerasan di ranah rumah tangga, yang sayangnya sering kita beritakan, hampir selalu muncul berasal dari klaim kepemilikan kasih sayang pihak lain, dari pencarian keamanan mutlak yang membunuh kebebasan dan mencekik kehidupan, menjadikannya neraka.

 

Kita hanya bisa mengasihi dalam kebebasan, itulah sebabnya Tuhan menciptakan kita bebas, bahkan bebas untuk mengatakan tidak kepada-Nya. Menawarkan kepada-Nya apa yang paling kita sayangi adalah demi kepentingan terbaik kita, memampukan kita untuk menjalaninya dengan cara terbaik dan dalam kebenaran, sebagai karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita, sebagai tanda kebaikan-Nya yang cuma-cuma, mengetahui bahwa hidup kita juga sebagai keseluruhan sejarah, berada di tangan-Nya yang sarat kebajikan. Inilah yang disebutkan Kitab Suci sebagai takut akan Allah, yaitu rasa hormat kepada Allah - bukan karena Allah menakut-nakuti saya, tetapi rasa hormat, syarat yang sangat diperlukan untuk menerima karunia Kebijaksanaan (bdk. Sir 1:1-18). Takut tersebut yang mengusir seluruh ketakutan lainnya, karena mengarah kepada Dia yang Empunya segala sesuatu. Di hadirat-Nya, tidak ada yang dapat mengganggu kita. Santo Paulus mengungkapkan pengalaman yang luar biasa tersebut demikian : "Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp. 4:12-13). Inilah manusia bebas, yang memohonkan berkat Tuhan baik ketika hal-hal yang baik maupun hal-hal yang tidak begitu baik datang : Semoga Ia mengabulkan berkat, dan marilah kita terus maju!

 

Menyadari hal ini sangat penting untuk pengambilan keputusan yang baik, dan meyakinkan kita tentang apa yang tidak dapat kita kendalikan atau prediksi : kesehatan, masa depan, orang yang kita cintai, rencana kita. Yang penting adalah bahwa kepercayaan kita ditempatkan dalam Tuhan semesta alam, yang sangat mengasihi kita dan mengetahui bahwa kita dapat membangun bersama-Nya sesuatu yang indah, sesuatu yang abadi. Kehidupan para kudus menunjukkan hal ini kepada kita dengan cara yang paling indah. Marilah kita maju, selalu berusaha membuat keputusan dengan cara ini, dalam doa dan merasakan apa yang terjadi dalam hati kita, dan maju perlahan. Kuatkan hati!!

 

[Sapaan Khusus]

 

Saya menyapa para peziarah berbahasa Inggris yang mengikuti Audiensi hari ini, khususnya yang berasal dari Australia, India, Singapura dan Amerika Serikat. Saya berdoa agar kamu masing-masing, dan keluargamu, dapat mengalami Adven yang diberkati sebagai persiapan untuk kedatangan, pada hari Natal, Yesus yang baru lahir, Sang Putra Allah dan Sang Juruselamat dunia. Allah memberkatimu!

 

[Ringkasan dalam Bahasa Inggris yang disampaikan oleh seorang penutur]

 

Saudara-saudari terkasih : Dalam katekese lanjutan kita tentang pembedaan roh, kita sekarang beralih ke tanda-tanda yang menegaskan kebenaran keputusan kita. Yang paling penting dari hal ini adalah ujian waktu. Melakukan pembedaan roh secara bijak terhadap keputusan-keputusan menghasilkan kedamaian abadi. Kehidupan rohani bersifat "melingkar" : keputusan kita, sebagai buah kebebasan batin dan keterbukaan kita terhadap kehendak Allah, membawa kebaikan, kerukunan, dan keterpaduan ke dalam kehidupan kita sehari-hari, hubungan kita, dan pekerjaan kita. Tanda selanjutnya dari keputusan yang sehat secara rohani adalah keyakinan bahwa pilihan bebas tersebut berlandaskan kasih kepada Allah dan sebagai tanggapan syukur atas rahmat-Nya. Kebijaksanaan dan kebenaran keputusan kita juga ditegaskan oleh meningkatnya perasaan tenang, keteraturan dan arah hidup kita. Karena kebijaksanaan sejati, sebagaimana diajarkan Kitab Suci dan diteladankan kesaksian para kudus, lahir dari rasa takut akan Allah, keyakinan yang pasti bahwa hidup kita berada di tangan-Nya dan kebebasan manusiawi kita menemukan penggenapan tertinggi dalam ketaatan penuh keyakinan terhadap kehendak-Nya.

____

(Peter Suriadi - Bogor, 7 Desember 2022)

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 4 Desember 2022 : YOHANES PEMBAPTIS DAN “REAKSI ALERGI”-NYA

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi, selamat hari Minggu!

 

Hari ini, Hari Minggu Adven II, Bacaan Injil liturgi menghadirkan sosok Yohanes Pembaptis. Teks mengatakan bahwa Yohanes “memakai jubah bulu unta", "makanannya belalang dan madu hutan” (Mat 3:4), dan ia mengundang semua orang untuk bertobat. Dan ia mengatakan ini : “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” (ayat 2) Dan ia memberitakan dekatnya Kerajaan Surga. Singkatnya, ia adalah orang yang keras dalam bersikap dan radikal, yang pada pandangan pertama mungkin tampak kasar dan dapat menimbulkan rasa takut tertentu. Namun sekali lagi, kita dapat bertanya pada diri kita mengapa Gereja menawarkannya setiap tahun sebagai rekan perjalanan utama kita selama Masa Adven ini. Apa yang tersembunyi di balik kekerasan sikapnya, di balik tampilannya yang keras? Apa rahasia Yohanes? Apa pesan yang disampaikan Gereja kepada kita hari ini bersama Yohanes?

 

Sesungguhnya, Yohanes Pembaptis, lebih dari sekadar orang yang keras dalam bersikap, adalah orang yang alergi terhadap sikap bermuka dua. Dengarkan baik-baik hal ini : alergi terhadap kepalsuan. Misalnya, ketika orang-orang Farisi dan Saduki, yang terkenal munafik, mendekatinya, “reaksi alergi”-nya cukup kuat! Bahkan, beberapa dari mereka mungkin mendatanginya karena penasaran atau untuk mendapatkan sesuatu karena Yohanes telah menjadi sangat populer. Orang-orang Farisi dan Saduki ini percaya bahwa mereka bersama-sama memiliki segalanya dan, berhadapan dengan seruan terus terang dari Yohanes Pembaptis, membenarkan diri, dengan mengatakan : “Abraham adalah bapa kami!” (ayat 9). Jadi, karena sikap bermuka dua dan berprasangka, mereka tidak menyambut saat rahmat, kesempatan untuk memulai hidup baru. Mereka tertutup dengan anggapan bahwa mereka benar. Maka, Yohanes memberitahu mereka, “Hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan!” (ayat 8). Ini adalah jeritan kasih, seperti jeritan seorang bapa yang melihat putranya menghancurkan diri dan berkata kepadanya, “Jangan mencampakkan hidupmu!”. Intinya, saudara-saudari terkasih, kemunafikan adalah bahaya terbesar karena ia bahkan dapat merusak kenyataan yang paling suci. Kemunafikan adalah bahaya serius. Inilah sebabnya mengapa Yohanes Pembaptis – sebagaimana Yesus nantinya – bersikap keras terhadap orang-orang munafik. Kita dapat membaca, misalnya, Matius bab 23 di mana Yesus berbicara sangat keras kepada orang-orang munafik pada masa itu. Dan mengapa Yohanes Pembaptis dan juga Yesus melakukan hal ini? Untuk mengguncang mereka. Sebaliknya, orang-orang yang merasa bahwa mereka adalah orang berdosa “datang kepadanya [Yohanes], lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis olehnya [Yohanes] (ayat 5). Oleh karena itu, kepakaran tidak penting untuk menyambut Allah, melainkan kerendahan hati. Inilah jalan untuk menyambut Allah. Bukan kepakaran – “Kami kuat, kami adalah orang-orang hebat!”. Tidak tidak. Kerendahan hati. Aku orang berdosa. Tetapi tidak secara abstrak, tidak – “oleh karena ini dan ini dan ini”. Kita masing-masing perlu mengakui dosa kita, kegagalan kita, kemunafikan kita. Butuh turun dari tumpuan dan dibenamkan ke dalam air pertobatan.

 

Saudara-saudari terkasih, Yohanes Pembaptis dan “reaksi alergi”-nya membuat kita berpikir. Bukankah kita kadang-kadang mirip dengan orang-orang Farisi itu? Mungkin kita melihat orang lain dari atas ke bawah, berpikir bahwa kita lebih baik dari mereka, kita mengendalikan hidup kita, kita tidak membutuhkan Allah, atau Gereja, atau saudara-saudari kita setiap hari. Kita lupa bahwa dalam satu kasus apakah sah memandang rendah orang lain : bangkitlah ketika perlu membantu mereka. Ini satu kasus; kasus lainnya pun tidak sah. Masa Adven adalah masa rahmat untuk menanggalkan topeng kita – kita masing-masing memilikinya – dan berbaris dengan mereka yang rendah hati, untuk dibebaskan dari anggapan yakin bisa mencukupi diri sendiri, untuk pergi mengakui dosa-dosa kita, yang tersembunyi, dan menyambut pengampunan Allah, memohon pengampunan dari mereka yang telah kita sakiti. Inilah cara memulai hidup baru. Hanya ada satu cara, jalan kerendahan hati – disucikan dari rasa superioritas, dari formalisme dan kemunafikan, untuk melihat diri kita, bersama dengan saudara-saudari kita, sebagai orang berdosa, dan melihat Yesus sebagai Sang Juruselamat yang datang kepada kita, bukan kepada orang lain, kepada kita, sama seperti kita, dengan kemiskinan, kesengsaraan dan kegagalan kita, terutama dengan kebutuhan kita untuk dibangkitkan, diampuni dan diselamatkan.

 

Dan marilah kita mengingat satu hal : bersama Yesus, selalu ada kemungkinan untuk memulai kembali. Tidak pernah ada kata terlambat. Selalu ada kemungkinan untuk memulai kembali. Kuatkan hati. Ia dekat dengan kita dan ini adalah masa pertobatan. Setiap orang mungkin berpikir : "Aku memiliki situasi ini di dalam diriku, masalah ini yang membuatku malu". Tetapi Yesus ada di sampingmu. Mulailah kembali. Selalu ada kemungkinan untuk mengambil langkah maju. Ia menunggu kita dan tidak pernah lelah dengan kita. Ia tidak pernah lelah! Dan ketika kita sedang menjengkelkan, Ia tidak pernah lelah! Marilah kita mendengarkan seruan Yohanes Pembaptis untuk berbalik kepada Allah. Dan jangan biarkan Masa Adven ini berlalu seperti hari-hari dalam kalender karena ini adalah masa rahmat, rahmat bagi kita juga, di sini dan saat ini! Semoga Maria, hamba Tuhan yang rendah hati, membantu kita untuk bertemu dengan Dia, Yesus, dan saudara-saudari kita di jalan kerendahan hati, yang merupakan satu-satunya jalan yang akan membantu kita untuk terus maju.

 

[Setelah pendarasan doa Malaikat Tuhan]

 

Saudara-saudari terkasih!

 

Dengan penuh kasih sayang saya menyapa kamu semua yang datang dari Italia dan dari berbagai negara : keluarga, paroki, lembaga dan perorangan. Saya bahkan melihat bendera – Spanyol, Polandia, Argentina – banyak bendera. Selamat datang untuk semuanya. Secara khusus, saya menyapa para peziarah Spanyol dari Madrid, Salamanca, Bolaños de Calatrava dan La Solana. Menyapa mereka yang berasal dari Polandia, saya ingin berterima kasih kepada mereka yang mendukung hari doa dan penggalangan dana untuk Gereja di Eropa Timur.

 

Saya senang menyapa Aksi Katolik dari Aversa, bersama dengan Uskup Spinillo; serta umat dari Palermo, Sutrio dan Saronno; calon penerima sakramen Krisma dari Pattada, Keuskupan Ozieri; dan umat Paroki Sant'Enrico Roma.

 

Kepada semuanya saya mengucapkan selamat hari Minggu dan melanjutkan perjalanan Adven. Hari Kamis ini, kita akan merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Kepada pengantaraannya, marilah kita percayakan doa-doa kita untuk perdamaian, terutama untuk rakyat Ukraina yang tersiksa.

 

Tolong, jangan lupa untuk mendoakan saya. Selamat menikmati makan siang dan sampai jumpa.!

_____

(Peter Suriadi - Bogor, 5 Desember 2022)

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 30 November 2022 : KATEKESE TENTANG PEMBEDAAN ROH (BAGIAN 10) - PENGHIBURAN SEJATI

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

 

Saat kita melanjutkan permenungan kita tentang pembedaan roh, dan khususnya tentang pengalaman rohani yang disebut "penghiburan", yang kita bicarakan pada hari Rabu yang lalu, kita bertanya : bagaimana kita bisa mengenali penghiburan sejati? Sebuah pertanyaan yang sangat penting untuk melakukan pembedaan roh yang baik, agar tidak tertipu dalam pencarian kebaikan sejati kita.

 

Beberapa kriteria dapat kita temukan dalam kutipan Latihan Rohani Santo Ignatius dari Loyola. “Kita harus mencatat dengan baik perjalanan pikiran”, kata Santo Ignatius, “dan jika permulaan, pertengahan dan kesudahan semuanya baik, condong ke segala kebaikan, itu adalah tanda Malaikat yang baik; tetapi jika dalam perjalanan pikiran yang kita bawa berakhir dengan sesuatu yang buruk, dengan kecenderungan yang mengganggu, atau kurang baik dari apa yang sebelumnya ingin dilakukan oleh jiwa, atau jika melemahkan atau mengganggu jiwa, menyingkirkan kedamaiannya, [mengambil] ketenangan dan ketentraman, yang terdahulu, itu adalah tanda yang jelas bahwa berasal dari roh jahat, musuh ganjaran dan keselamatan kekal kita” (no. 333). Karena benar adanya : ada penghiburan sejati, tetapi ada juga yang tidak. Dan oleh karena itu, kita perlu memahami dengan baik proses penghiburan : bagaimana penghiburan datang dan ke mana penghiburan menuntunku? Jika menuntunku kepada sesuatu yang salah, penghiburan tersebut tidak baik, tidak sejati, "palsu", katakanlah.

 

Dan ini adalah petunjuk yang berharga, yang patut diulas secara singkat. Apa artinya permulaan cenderung baik, sebagaimana dikatakan Santo Ignatius tentang penghiburan yang baik? Sebagai contoh, saya berpikir untuk berdoa, dan saya mencatat bahwa berdoa menyertai kasih sayang kepada Tuhan dan sesama, berdoa mengundang gerakan kemurahan hati, amal kasih : doa adalah permulaan yang baik. Bisa jadi malah muncul pikiran seperti itu untuk menghindari pekerjaan atau tugas yang telah dipercayakan kepada saya : setiap kali saya harus mencuci piring atau membersihkan rumah, saya memiliki dorongan kuat untuk berdoa! Ini terjadi, di biara. Tetapi doa bukanlah suatu pelarian dari tugas-tugas kita; sebaliknya, doa membantu kita mewujudkan kebaikan yang harus kita lakukan, di sini dan saat ini. Ini berkenaan dengan permulaan.

 

Lalu ada bagian pertengahan : Santo Ignatius berkata bahwa permulaan, pertengahan, dan kesudahan harus baik. Permulaannya begini : Saya ingin berdoa agar tidak mencuci piring : beranjak, cuci piring, lalu pergi berdoa. Lalu ada bagian pertengahan : artinya apa yang terjadi sesudahnya, apa yang mengikuti pemikiran itu. Tetap dengan contoh sebelumnya, jika saya mulai berdoa dan, seperti orang Farisi dalam perumpamaan (bdk. Luk 18:9-14), saya cenderung untuk berpuas diri dan meremehkan orang lain, mungkin dengan jiwa yang kesal dan masam, maka ini adalah tanda bahwa roh jahat telah menggunakan pikiran sebagai kunci untuk masuk ke dalam hati saya dan untuk menularkan perasaannya kepada saya. Jika saya pergi berdoa, dan terpikir untuk melakukannya seperti orang Farisi yang terkenal – “Terima kasih Tuhan, karena aku berdoa, aku tidak seperti orang lain yang tidak mencari-Mu, yang tidak berdoa” – doa itu berakhir dengan buruk di sana. Penghiburan doa adalah merasa seperti burung merak di hadapan Allah. Dan ini adalah cara yang salah.

 

Dan kemudian ada kesudahannya : permulaan, pertengahan, dan kesudahan. Kesudahan adalah aspek yang sudah kita temui, yaitu : ke mana pikiran membawaku? Misalnya, ke mana pikiran tentang doa membawaku? Misalnya, saya bekerja keras untuk tugas yang baik dan layak, tetapi ini mendorong saya untuk berhenti berdoa, karena saya sibuk dengan banyak hal; saya merasa saya semakin agresif dan marah, saya merasa semuanya tergantung pada saya, sampai kehilangan kepercayaan kepada Allah. Di sini ternyata ada aksi roh jahat. Saya mulai berdoa, tetapi kemudian dalam doa saya merasa mahakuasa, bahwa semuanya harus ada di tangan saya karena saya satu-satunya yang tahu bagaimana menyelesaikan sesuatu : ternyata tidak ada roh yang baik di sana. Kita perlu memeriksa dengan baik jalan perasaan kita, jalan penghiburan, pada saat kita ingin melakukan sesuatu; pada permulaan, pertengahan, dan kesudahan.

 

Gaya musuh – ketika kita berbicara tentang musuh, kita berbicara tentang iblis, karena iblis itu ada, ia ada di sana! – gayanya, kita tahu – adalah menampilkan diri secara licik dan terselubung : iia mulai dari apa yang paling kita sayangi dan kemudian, sedikit demi sedikit, menarik kita masuk : kejahatan masuk secara diam-diam, tanpa orang itu menyadarinya. Dan seiring berjalannya waktu, kelembutan menjadi kekerasan: pikiran itu mengungkapkan dirinya sebagaimana adanya.

 

Oleh karena itu pemeriksaan yang sabar tetapi sangat diperlukan tentang asal usul dan kebenaran pikiran kita ini penting; sebuah ajakan untuk belajar dari pengalaman, dari apa yang terjadi pada diri kita, agar tidak terus mengulang kesalahan yang sama. Semakin kita mengenal diri kita, semakin kita merasakan di mana roh jahat masuk, "kata sandi" -nya, pintu masuk ke hati kita, yang merupakan poin yang paling peka bagi kita untuk memperhatikannya di masa depan. Kita masing-masing memiliki titik-titik yang lebih peka, titik-titik lemah dalam kepribadian kita : dan roh jahat masuk ke sana, dan membawa kita ke jalan yang salah, atau membawa kita menjauh dari jalan yang benar dan sejati. Saya pergi dan berdoa tetapi ia membawa saya menjauh dari doa saya.

 

Contoh-contohnya bisa diperbanyak sesuka hati, mencerminkan zaman kita. Inilah mengapa pemeriksaan hati nurani setiap hari sangat penting : sebelum mengakhiri hari, berhentilah sejenak. Apa yang terjadi? Bukan di surat kabar, bukan dalam kehidupan : apa yang terjadi dalam hatiku? Apakah hatiku penuh perhatian? Apakah hatiku bertumbuh? Apakah hatiku melalui semua yang tidak kusadari? Apa yang terjadi dalam hatiku? Dan pemeriksaan ini penting, upaya berharga untuk membaca ulang pengalaman dari sudut pandang tertentu. Memperhatikan apa yang terjadi itu penting, tanda rahmat Allah sedang bekerja di dalam diri kita, membantu kita untuk bertumbuh dalam kebebasan dan kesadaran. Kita tidak sendirian : Roh Kudus menyertai kita. Marilah kita lihat bagaimana berbagai hal terjadi.

 

Penghiburan sejati adalah semacam penegasan bahwa kita sedang melakukan apa yang diinginkan Allah dari diri kita, bahwa kita sedang berjalan di jalan-Nya, yaitu di jalan kehidupan, sukacita, dan kedamaian. Pembedaan roh, sesungguhnya, bukan hanya tentang apa yang baik atau kebaikan terbesar yang mungkin, tetapi tentang apa yang baik bagi saya di sini dan saat ini : inilah panggilan untuk saya bertumbuh, membatasi tawaran lain, yang bersifat menarik tetapi tidak nyata, jadi agar tidak tertipu dalam pencarian kebaikan sejati.

 

Saudara dan saudari, perlu dipahami, untuk terus memahami apa yang terjadi di hati saya. Dan inilah sebabnya pemeriksaan hati nurani diperlukan, untuk melihat apa yang terjadi hari ini. “Hari ini saya marah, saya tidak melakukan itu…” : Tetapi mengapa? Melampaui “mengapa” untuk mencari akar kesalahan tersebut. “Tetapi, hari ini saya senang tetapi saya bosan karena saya harus membantu orang-orang itu, tetapi pada akhirnya saya merasa dipenuhi oleh pertolongan itu” – dan ada Roh Kudus. Belajar membaca apa yang terjadi sepanjang hari dalam buku hati kita. Lakukanlah : hanya akan memakan waktu dua menit, tetapi akan membantumu, saya jamin.

 

[Sapaan Khusus]

 

Saya menyapa para peziarah berbahasa Inggris yang mengikuti Audiensi hari ini, khususnya yang berasal dari Inggris, Australia, Vietnam dan Amerika Serikat. Saya berdoa agar kamu masing-masing, dan keluargamu, dapat mengalami Masa Adven yang diberkati sebagai persiapan untuk kedatangan, pada hari Natal, Yesus yang baru lahir, Sang Putra Allah dan Juruselamat dunia. Tuhan memberkati!

 

[Ringkasan dalam Bahasa Inggris yang disampaikan seorang penutur]

 

Saudara-saudari terkasih : Dalam katekese lanjutan kita tentang pembedaan roh, kita telah membahas pengalaman “penghiburan” rohani, perasaan sukacita batin yang mendalam, karunia Roh Kudus, yang memampukan kita untuk merasakan kehadiran Allah yang menghibur dan penyelenggaraan ilahi dalam segala hal, bahkan saat-saat pencobaan dan kesulitan. Penghiburan sejati adalah buah rahmat ilahi, yang menarik kita untuk bertumbuh dalam mengasihi Allah dan sesama kita, melihat kehendak Allah dalam hidup kita dan melaksanakan karya amal rohani dan praktis. Santo Ignatius memberitahu kita bahwa doa yang benar menghasilkan buah yang baik di setiap tahapan : pada permulaan, pertengahan, dan kesudahan. Melakukan pembedaan roh buah doa kita dan belajar mengenali godaan tersembunyi yang akan menipu kita untuk mengganti kebaikan yang lebih besar dengan yang lebih kecil penting. Pertolongan besar untuk melakukan pembedaan roh penghiburan sejati adalah pemeriksaan hati nurani setiap hari, yang memurnikan pikiran dan hati kita, serta membukanya kepada kehendak Allah untuk pertumbuhan kita dalam kekudusan dan persatuan dengan-Nya.
_____

(Peter Suriadi - Bogor, 30 November 2022)