Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 28 Januari 2018 : YESUS ADALAH GURU YANG PENUH KUASA DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari Minggu ini (bdk. Mrk 1:21-28) adalah bagian dari kisah yang lebih luas yang ditunjukkan sebagai "hari Kapernaum". Pusat kisah hari ini adalah peristiwa pengusiran roh jahat, yang melaluinya Yesus dipaparkan sebagai nabi yang penuh kuasa dalam perkataan dan perbuatan.

KHOTBAH PAUS FRANSISKUS DALAM IBADAT VESPER II PADA PESTA BERTOBATNYA SANTO PAULUS RASUL DAN PENUTUPAN PEKAN DOA SEDUNIA UNTUK PERSATUAN UMAT KRISTIANI KE-51 DI BASILIKA SANTO PAULUS DI LUAR TEMBOK (ROMA) 25 Januari 2018

Bacaan diambil dari Kitab Keluaran, yang berbicara tentang Musa dan Maryam, dua kakak beradik, yang melambungkan madah pujian kepada Allah di tepi pantai Laut Teberau, bersama dengan jemaat yang telah dibebaskan Allah dari Mesir. Mereka menyanyikan sukacita mereka karena di perairan itulah Allah telah menyelamatkan mereka dari musuh yang bertekad untuk menghancurkan mereka. Sebelumnya, Musa sendiri diselamatkan dari perairan dan saudarinya memberi kesaksian atas kejadian tersebut. Sebenarnya, Firaun telah memerintahkan : "Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil" (Kel 1:22). Oleh karena itu, kisah penyelamatan Musa dari perairan mengisyaratkan pertolongan yang lebih besar, pertolongan seluruh umat manusia, yang telah diperbuat Allah melalui perairan Laut Teberau, lalu mencurahkannya ke atas musuh-musuh mereka. Banyak Bapa Gereja menafsirkan ayat pembebasan ini sebagai gambaran Pembaptisan. Dosa-dosa kitalah yang telah ditenggelamkan oleh Allah di dalam air baptisan yang menghidupkan. Jauh lebih besar daripada Mesir, dosa mengancam untuk membuat kita selalu menjadi budak, namun kekuatan kasih ilahi melandanya. Santo Agustinus (Khotbah 223E) menafsirkan Laut Teberau, tempat orang Israel memberi kesaksian tentang penyelamatan Allah, sebagai tanda antisipasi Darah Kristus yang tersalib, sumber keselamatan. Kita semua umat kristiani telah melewati perairan Baptisan, dan rahmat Sakramen telah menghancurkan musuh-musuh kita, dosa, dan kematian. Keluar dari air, kita meraih kebebasan anak-anak; kita muncul sebagai sebuah umat, sebagai jemaat dari saudara-saudari yang telah diselamatkan, sebagai "kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah" (Ef 2:19). Kita berbagi pengalaman dasariah : kasih karunia Allah, kerahiman-Nya yang penuh kuasa dalam menyelamatkan kita. Dan justru karena Allah telah mewujudkan kemenangan ini di dalam diri kita, kita bisa menyanyikan pujian bersama-sama.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 24 Januari 2018 : TENTANG KUNJUNGAN APOSTOLIK KE PERU DAN CILI

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Audiensi ini akan diadakan di dua tempat yang terhubung : bersama kalian, di sini di lapangan [Santo Petrus], dan sekelompok anak-anak yang tidak sehat, di Aula [Paulus VI]. Mereka akan melihat kalian, dan kalian akan melihat mereka : dan dengan cara ini kita terhubung. Marilah kita menyapa anak-anak yang berada di Aula : itu adalah yang terbaik bagi mereka agar mereka tidak kedinginan, dan mereka pun ada di sana.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN DI PLAZA DE ARMAS, LIMA (PERU) 21 Januari 2018 : KITA TIDAK BISA MEM-"PHOTOSHOP"-KAN ORANG LAIN, DUNIA MAUPUN DIRI KITA

Orang-orang muda terkasih, saya senang berada di sini bersama kalian. Pertemuan ini sangat penting bagi saya, terutama dalam tahun persiapan Sinode tentang kaum muda ini. Wajah kalian, pertanyaan dan hidup kalian penting bagi Gereja dan kita perlu memberi mereka arti penting yang pantas mereka dapatkan. Kita juga harus memiliki keberanian dari banyak orang muda di negeri ini yang tidak takut untuk mengasihi dan mempertaruhkan segalanya bagi Yesus.