Injil hari ini, Hari Minggu Prapaskah II, mengajak kita untuk merenungkan perubahan rupa Kristus (bdk. Mrk 9:2-10). Kisah ini terkait dengan apa yang terjadi enam hari sebelumnya ketika Yesus mengungkapkan kepada murid-murid-Nya bahwa di Yerusalem Ia akan "menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari" (Mrk 8:31). Pengumuman ini menempatkan Petrus dan seluruh kelompok murid dalam krisis, yang menolak gagasan bahwa Yesus akan ditolak oleh para pemimpin rakyat dan kemudian dibunuh. Mereka, pada kenyataannya, menantikan seorang Mesias yang kuat, penuh wibawa, dan berkuasa, sebaliknya, Yesus menampilkan diri-Nya sebagai orang yang lemah lembut, sebagai Hamba Allah dan Hamba manusia yang rendah hati, yang harus memberikan nyawa-Nya dengan pengorbanan, melewati jalan penganiayaan, jalan penderitaan dan jalan kematian. Tetapi, bagaimana kita bisa mengikuti Guru dan Mesias, yang peruntungan duniawinya akan berakhir dengan jalan seperti itu? Jawabannya berasal, sebenarnya, dari Perubahan Rupa. Apakah perubahan rupa Yesus? Perubahan rupa Yesus adalah antisipasi penampakan Paskah.
PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI ORANG MUDA SEDUNIA KE-33 25 Maret 2018
"Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di
hadapan Allah" (Luk 1:30)
Orang muda terkasih,
Hari Orang Muda Sedunia 2018 (tingkat keuskupan) melukiskan langkah lain dalam persiapan Hari Orang Muda Sedunia internasional yang akan berlangsung di Panama pada bulan Januari 2019. Tahap baru peziarahan kita jatuh pada tahun yang sama dengan Sidang Umum Sinode Para Uskup yang akan berlangsung dengan tema : Orang Muda, Iman dan Kearifan Panggilan. Inilah kebetulan yang membahagiakan. Fokus, doa dan permenungan Gereja akan menuntun kalian orang-orang muda, dengan keinginan untuk menerima dan, terutama, untuk mendekap karunia berharga bahwa kalian ada bagi Allah, bagi Gereja dan bagi dunia.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 18 Februari 2018 : TENTANG PERLUNYA PERTOBATAN
Pada Hari Minggu Prapaskah I ini, Injil mengingatkan kembali tema pencobaan, pertobatan dan Kabar Baik. Penginjil Markus menulis, "Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis" (Mrk 1:12-13). Yesus pergi ke padang gurun untuk mempersiapkan diri bagi perutusan-Nya di dunia ini. Ia tidak membutuhkan pertobatan, tetapi, sama seperti manusia, Ia harus melalui ujian ini, menjadikannya untuk diri-Nya, guna mematuhi kehendak Bapa, menjadikannya untuk kita, guna memberi kita rahmat untuk mengatasi pencobaan-pencobaan. Persiapan ini berupa pertempuran melawan roh jahat, yaitu, melawan Iblis. Bagi kita juga, Masa Prapaskah adalah suatu masa "tantangan" rohani, masa perjuangan rohani : kita dipanggil untuk menghadapi Si Jahat melalui doa sehingga dengan pertolongan Allah, kita dapat mengatasinya dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita memahaminya, kejahatan, sayangnya, sedang bekerja dalam keberadaan kita dan di sekitar kita, di mana kekerasan, penolakan terhadap orang lain, ketertutupan, peperangan dan ketidakadilan terwujud.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 14 Februari 2018 : TENTANG SYAHADAT DAN DOA UMAT
Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi! Selamat pagi bahkan jika hari sedikit tidak menyenangkan. Namun, jika semangatnya penuh sukacita, senantiasa merupakan hari yang baik. Jadi, selamat pagi! Hari ini Audiensi akan berlangsung di dua tempat : sekelompok kecil orang sakit berada di Aula [Paulus VI], mengingat cuaca, dan kita berada di sini. Tetapi kita melihat mereka dan mereka melihat kita di layar raksasa. Kita menyambut mereka dengan tepuk tangan.



