Saudara
dan saudari terkasih, selamat pagi!
Pada
hari-hari Minggu terakhir ini, liturgi telah menunjukkan kepada kita gambaran
Yesus yang penuh kelembutan, yang pergi untuk menemui orang banyak dan
kebutuhan mereka. Dalam kisah Injil hari ini (bdk. Yoh 6:24-35) sudut pandang
berubah : orang banyak, yang diberi makan oleh Yesus, yang sekali lagi mulai
mencari-Nya. Namun, bagi Yesus tidaklah cukup orang-orang mencari-Nya; Ia ingin
orang-orang mengenal-Nya. Ia menginginkan pencarian dan pertemuan dengan-Nya
melampaui kepuasan kebutuhan jasmani seketika itu juga. Yesus datang untuk
membawakan sesuatu yang lebih kepada kita : membuka keberadaan kita ke
cakrawala yang lebih luas ketimbang asyik dengan makanan sehari-hari, pakaian,
karier dan sebagainya. Oleh karena itu, berpaling kepada orang banyak Ia berseru
: "Sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat
tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang"
(ayat 26). Dengan demikian Ia merangsang orang-orang untuk melangkah maju,
bertanya kepada diri mereka sendiri tentang makna mukjizat, dan bukan hanya
mengambil keuntungan daripadanya. Sebenarnya, penggandaan roti dan ikan adalah
tanda dari karunia besar yang telah dibuat Bapa untuk umat manusia, yaitu Yesus
sendiri!