Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 15 Maret 2020 : TENTANG PERJUMPAAN YESUS DENGAN SEORANG PEREMPUAN SAMARIA


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Pada saat ini, Misa di Milan yang dirayakan oleh Uskup Agung di poliklinik untuk orang sakit, para dokter, perawat, dan sukarelawan, sedang menuju akhir. Uskup Agung dekat dengan umatnya dan juga dekat dengan Allah dalam doa. Foto pekan lalu terlintas dalam pikiran : beliau sendirian berdoa kepada Bunda Maria di bawah atap Katedral. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh imam atas kreativitas mereka. Banyak berita dari Lombardy sampai kepada saya mengenai kreativitas ini. Memang benar; Lombardy sangat berpengaruh. Para imam memikirkan seribu cara bagaimana dekat dengan umat, sehingga umat tidak merasa ditinggalkan; para imam yang dengan semangat kerasulan telah memahami dengan baik bahwa pada masa wabah penyakit kita tidak boleh menjadi "seorang Thomas yang meragukan". Terima kasih banyak untuk kalian, para imam.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 11 Maret 2020 : TENTANG SABDA BAHAGIA (Mat 5:1-12) - BAGIAN 5


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Dalam Audiensi hari ini, kita terus merenungkan jalan kebahagiaan yang berkilau, yang telah diberikan Tuhan kepada kita dalam Sabda Bahagia, dan kita tiba pada Sabda Bahagia yang keempat : “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Mat 5:6).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 8 Maret 2020 : TENTANG PERISTIWA PERUBAHAN RUPA YESUS

Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Bacaan Injil Hari Minggu Prapaskah II ini (Mat 17:1-9) menyajikan kisah perubahan rupa Yesus. Ia membawa serta Petrus, Yakobus dan Yohanes lalu naik ke sebuah gunung yang tinggi, lambang kedekatan dengan Allah, untuk memberi mereka pemahaman yang semakin penuh tentang misteri pribadi-Nya, yang harus menderita, wafat dan kemudian bangkit kembali. Sebenarnya, Yesus sudah mulai berbicara kepada mereka tentang penderitaan, wafat dan kebangkitan yang menanti-Nya, tetapi mereka tidak dapat menerima kemungkinan tersebut. Karena alasan ini, saat tiba di puncak gunung, Yesus membenamkan diri ke dalam doa dan berubah rupa di depan mata ketiga murid tersebut : "Wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang" (ayat 2).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 1 Maret 2020 : JANGAN PERNAH BERDIALOG DENGAN IBLIS


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Dalam Hari Minggu Prapaskah I ini, Bacaan Injil (bdk. Mat 4:1-11) memberitahu kita bahwa, setelah dibaptis di Sungai Yordan, Yesus “dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis” (ayat 1). Ia mempersiapkan diri untuk memulai perutusan-Nya guna memberitakan Kerajaan Surga dan, sebagaimana Musa dan Elia (bdk. Kel 24:18; 1Raj 19:8) dalam Perjanjian Lama, Ia melakukannya dengan berpuasa selama empat puluh hari. Ia memasuki "Masa Prapaskah". Pada akhir kurun puasa ini, si pencoba, Iblis masuk dan sebanyak tiga kali berusaha untuk menyulitkan Yesus. Pencobaan pertama mengacu pada kenyataan bahwa Yesus lapar, dan ia menyarankan kepada-Nya : "Jika Engkau Putra Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti" (ayat 3) - sebuah tantangan, tetapi jawaban Yesus jelas : “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap sabda yang keluar dari mulut Allah” (4:4). Ia merujuk pada Musa ketika ia mengingatkan orang-orang tentang perjalanan panjang yang dilakukan di padang gurun, yang di dalamnya mereka belajar bahwa hidup mereka bergantung pada Sabda Allah (bdk. Ul 8:3).