Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 14 Juni 2020 : TENTANG HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS

Saudara-saudari yang terkasih, hari yang baik.

Hari ini, di Italia dan di negara-negara lain, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Corpus Christi, dirayakan. Dalam Bacaan Kedua liturgi hari ini, Santo Paulus menggambarkan perayaan Ekaristi (bdk 1 Kor 10:16-17). Ia menyoroti dua akibat dari piala yang diminum bersama dan roti yang dipecah-pecahkan : akibat mistik dan akibat komunal.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 10 Juni 2020 : KATEKESE TENTANG DOA (BAGIAN 6)


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Marilah kita lanjutkan dengan katekese kita yang bertema doa. Kitab Kejadian, melalui berbagai peristiwa manusia pada masa yang sangat lampau, menceritakan kepada kita kisah-kisah yang dapat kita cerminkan dalam kehidupan kita sendiri. Dalam Siklus Bapa Bangsa, kita juga menemukan kisah seorang yang dengan cerdik mengembangkan talentanya yang terbaik : Yakub. Kisah biblis memberitahu kita tentang hubungan yang sulit yang dimiliki Yakub dengan saudaranya Esau. Sejak kecil, ada persaingan di antara mereka, yang tidak pernah teratasi nantinya. Yakub adalah anak kedua - mereka kembar - tetapi melalui tipu daya ia berhasil mendapatkan berkat dan hak kesulungan dari ayah mereka Ishak (bdk. Kej 25:19-34). Ini hanya yang pertama dari serangkaian rencana licik yang mampu dilakukan oleh orang yang tak mengindahkan moral ini. Bahkan nama "Yakub" berarti seseorang yang licik dalam tindak-tanduknya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 7 JunI 2020 : TENTANG HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS


Saudara-saudari yang terkasih, selamat siang!

Injil hari Ini (lihat Yoh 3:16-18), pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus, menunjukkan - dengan bahasa singkat rasul Yohanes - misteri kasih Allah bagi dunia, ciptaan-Nya. Dalam dialog singkat dengan Nikodemus, Yesus menampilkan diri-Nya sebagai Pribadi yang membawa penggenapan rencana keselamatan Bapa bagi dunia. Ia menegaskan : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (ayat 16). Kata-kata ini untuk menunjukkan bahwa tindakan ketiga Pribadi ilahi - Bapa, Putra dan Roh Kudus - seluruhnya adalah rencana kasih yang tunggal untuk menyelamatkan umat manusia dan dunia. suatu rencana keselamatan : bagi kita. Dunia yang diciptakan Allah adalah baik, indah, tetapi setelah dosa, dunia ditandai oleh kejahatan dan korupsi, dan kita laki-laki dan perempuan adalah orang-orang berdosa; oleh karena itu, Allah dapat turun tangan untuk menghakimi dunia, untuk menghancurkan kejahatan dan menghukum orang-orang berdosa. Namun, Ia malahan mengasihi dunia, terlepas dari dosa-dosanya; Allah mengasihi kita masing-masing bahkan ketika kita membuat kesalahan dan menjauhkan diri daripada-Nya. Allah Bapa sangat mengasihi dunia sehingga, untuk menyelamatkannya, Ia memberikan apa yang paling berharga bagi-Nya: Putra-Nya yang tunggal, yang memberikan hidup-Nya bagi umat manusia, juga bangkit, kembali kepada Bapa dan bersama-sama dengan Dia mengutus Roh Kudus. Oleh karena Tritunggal adalah Kasih, ketiga melayani dunia, yang ingin Ia selamatkan dan ciptakan kembali. Dan hari ini, memikirkan Allah, Bapa, Putra dan Roh Kudus, kita memikirkan kasih Allah! Dan alangkah indahnya jika kita merasakan bahwa kita dikasihi : “Allah mengasihiku!”. Inilah perasaan hari ini.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 3 Juni 2020 : KATEKESE TENTANG DOA (BAGIAN 5)


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Ada suara yang sekonyong-konyong bergema dalam kehidupan Abraham. Sebuah suara yang mengundangnya untuk melakukan sebuah perjalanan yang tampaknya tidak masuk akal : suara yang mendorongnya untuk mencerabut dirinya dari tanah kelahirannya, dari akar keluarganya, untuk berjalan menuju sebuah masa depan yang baru, sebuah masa depan yang berbeda. Dan seluruhnya berdasarkan janji, yang hanya harus ia percayai. Dan mempercayai sebuah janji tidaklah mudah; kita membutuhkan keberanian. Dan Abraham percaya.