Liturgical Calendar

Featured Posts

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 30 November 2016 : TENTANG MENGUBURKAN ORANG YANG MENINGGAL

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dengan katekese hari ini, kita mengakhiri rangkaian yang didedikasikan untuk kerahiman. Tetapi meskipun katekese-katekese selesai, kerahiman harus berlanjut! Kita berterima kasih kepada Tuhan untuk semua ini dan kita menyimpannya dalam hati kita sebagai penghiburan dan kenyamanan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 27 November 2016 : SIAP SEDIA UNTUK LAWATAN TUHAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi.

Hari ini di Gereja kita memulai tahun liturgi yang baru, yaitu, sebuah perjalanan baru iman bagi umat Allah. Dan seperti biasa, kita memulai dengan Masa Adven.

Perikop Injil [hari ini : Mat 24:37-44] memperkenalkan kita salah satu tema yang paling mewakili dari Masa Adven : lawatan Tuhan kepada umat manusia. Kunjungan pertama dilakukan dengan Penjelmaan, kelahiran Yesus di kandang Betlehem. Kunjungan kedua adalah pada saat ini : Tuhan mengunjungi kita terus menerus setiap hari, Ia melakukan perjalanan di samping kita dan merupakan sebuah kehadiran yang menghibur. Dan pada akhirnya akan menjadi kunjungan terakhir, yang kita akui setiap kali kita mengucapkan Syahadat, "Dia akan datang kembali dalam kemuliaan untuk mengadili orang yang hidup dan mati". Tuhan hari ini berbicara kepada kita tentang lawatan-Nya yang terakhir ini, lawatan yang akan terjadi pada akhir jaman, dan Ia memberitahu kita di mana perjalanan kita akan berakhir.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 23 November 2016 : TENTANG PENDIDIKAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi! Yubileum telah berakhir, kita kembali hari ini ke normalitas, namun beberapa permenungan masih tetap pada karya-karya kerahiman, jadi kita melanjutkan tentang hal ini. Permenungan hari ini tentang karya-karya kerahiman rohani menyangkut dua tindakan sangat saling terhubung : menasehati orang yang ragu dan mengajar orang yang tidak tahu, yaitu, mereka yang tidak mengerti. Kata tidak tahu terlalu keras, tetapi itu berarti orang-orang yang tidak mengerti sesuatu dan yang harus diajarkan. Mereka adalah karya-karya yang dapat hidup baik dalam ranah keluarga, yang sederhana, dalam jangkauan setiap orang, dan - terutama karya kedua, karya mengajar - pada lingkup yang lebih melembaga, yang lebih terorganisir. Kita memikirkan, misalnya, semua anak-anak yang masih menderita buta huruf. Ini sulit dimengerti : di dunia di mana kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sangat tinggi, ada anak-anak buta huruf! Ini adalah ketidakadilan. Berapa banyak anak-anak menderita kekurangan pendidikan; itu adalah kondisi ketidakadilan yang besar yang benar-benar mempengaruhi martabat manusia. Tanpa pendidikan, kita kemudian menjadi mudah dimangsa eksploitasi dan berbagai bentuk kesulitan sosial.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 20 November 2016 : PENUTUPAN TAHUN YUBILEUM KERAHIMAN

Saudara dan saudari terkasih,

Pada akhir perayaan ini, kita memuji dan mengucap syukur kepada Allah atas karunia Tahun Suci Kerahiman bagi Gereja dan bagi begitu banyak orang yang berkehendak baik. Saya dengan penuh hormat menyambut Presiden Republik Italia dan para delegasi resmi yang hadir. Saya mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para pemimpin Pemerintahan Italia dan lembaga-lembaga lainnya atas kerjasama dan komitmen mereka. Terima kasih yang hangat tertuju kepada kepolisian, para pengelola fasilitas pengasuhan, pusat-pusat informasi, para tenaga dan relawan kesehatan dari segala usia dan latar belakang. Secara khusus, saya berterima kasih kepada Dewan Kepausan untuk Promosi Evangelisasi Baru, dan mereka yang telah bekerja sama dengan berbagai cara.