Liturgical Calendar

Featured Posts

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 10 November 2019 : TENTANG KEHIDUPAN ALAM BAKA


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Perikop Injil hari ini (bdk. Luk 20:27-38) memberi kita sebuah ajaran Yesus yang luar biasa tentang kebangkitan orang mati. Yesus ditanyai oleh beberapa orang Saduki, yang tidak percaya akan kebangkitan dan memancing-Nya dengan pertanyaan yang memojokkan : dalam kebangkitan, istri siapakah seorang perempuan yang bersuamikan tujuh bersaudara dan masing-masing suaminya meninggal secara berturutan? Yesus tidak jatuh ke dalam perangkap dan menjawab bahwa mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu "tidak menikah atau dikawinkan, karena mereka tidak bisa mati lagi, karena mereka sama dengan para malaikat dan adalah anak-anak Allah" (ayat 35-36). Yesus menjawab demikian.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 6 November 2019 : TENTANG KISAH PARA RASUL (17:22-23) - BAGIAN 14


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Kita melanjutkan “perjalanan” kita bersama Kisah Para Rasul. Setelah berbagai pencobaan yang dialaminya di Filipi, Tesalonika, dan Berea, Paulus mendarat di Atena, tepatnya di ibukota Yunani (bdk. Kis 17:15). Kota ini, yang hidup dalam bayang-bayang kejayaan kuno meskipun mengalami kemunduran politik, masih memiliki keunggulan budaya. Di sini “semangat” Rasul Paulus terpicu dalam dirinya ketika ia melihat bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala” (Kis 17:16). Namun, "dampak" dunia kafir ini bukannya membuatnya melarikan diri, malahan mendorongnya untuk membuat jembatan untuk berdialog dengan budaya itu.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 3 November 2019 : TENTANG PERTEMUAN YESUS DENGAN ZAKHEUS, SANG PEMUNGUT CUKAI


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Bacaan Injil hari Ini (bdk. Luk 19:1-10) meminta kita mengikuti Yesus yang, dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, berhenti di Yerikho. Di antara kerumunan orang banyak yang menerima-Nya, ada seorang yang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, yaitu orang-orang Yahudi yang memungut pajak untuk kas Kekaisaran Romawi. Ia kaya, tetapi bukan karena penghasilan yang jujur, tetapi karena ia meminta "uang sogokan", dan hal ini menambah penghinaan terhadapnya. Zakheus "berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu" (ayat 3); ia tidak ingin bertemu dengan-Nya, tetapi ia ingin tahu; ia ingin melihat kepribadian yang mengatakan hal-hal yang luar biasa yang telah ia dengar. Ia penasaran. Dan karena bertubuh pendek "untuk melihat Yesus" (ayat 4) ia memanjat pohon. Ketika Yesus datang ke sana, Ia melihat ke atas dan melihat Zakheus (bdk. ayat 5).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 1 November 2019 : TENTANG HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS - KEKUDUSAN MERUPAKAN KARUNIA DAN PANGGILAN


Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi!

Hari Raya Semua Orang Kudus hari ini mengingatkan kita bahwa kita semua dipanggil menuju kekudusan. Orang-orang kudus sepanjang masa, yang hari ini kita rayakan bersama-sama bukan hanya lambang, manusia yang jauh, tidak terjangkau. Sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang hidup berpijak di tanah; mereka mengalami kerja keras setiap hari, dengan keberhasilan dan kegagalannya, dalam Tuhan menemukan kekuatan untuk senantiasa bangkit kembali dan melanjutkan perjalanan. Yang dapat dipahami dari hal ini yakni kekudusan adalah sebuah tujuan, yang tidak dapat dicapai hanya dengan kekuatan sendiri, tetapi merupakan buah rahmat Allah dan jawaban bebas kita terhadapnya. Karenanya, kekudusan adalah karunia dan panggilan.