Liturgical Calendar

Featured Posts

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 21 Agustus 2016 : TENTANG KESELAMATAN

Saudara dan saudari terkasih, Selamat pagi!

Bagian Injil hari ini mengundang kita untuk merenungkan tema keselamatan. Penginjil Lukas menceritakan kepada kita ketika Yesus sedang berjalan menuju Yerusalem dan di sepanjang jalan, didekati oleh seseorang yang menanyai-Nya pertanyaan ini : "Tuhan, akan hanya beberapa orang diselamatkan?" (Luk 13:23). Yesus tidak memberikan jawaban langsung, tetapi Ia menggerakkan pembahasan ke tingkat lain, dengan bahasa yang menimbulkan pemikiran, yang, pada awalnya, mungkin, murid-murid tidak mengerti : "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat" (ayat 24). Dengan gambar pintu, Ia ingin menjelaskan kepada para pendengar-Nya bahwa itu bukanlah sebuah pertanyaan angka-angka, tentang berapa banyak orang akan diselamatkan. Entah berapa banyak, tetapi yang penting bahwa semua orang tahu mana yang merupakan jalan yang mengarah ke keselamatan : pintu.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 17 Agustus 2016 : TENTANG MUKJIZAT PENGGANDAAN LIMA ROTI DAN DUA IKAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi! Hari ini, kita ingin merenungkan mukjizat penggandaan roti. Pada awal kisah Matius (bdk. 14:13-21), Yesus baru saja menerima berita kematian Yohanes Pembaptis, dan Ia melintasi danau dengan sebuah perahu, mencari "mengasingkan diri tempat yang sunyi" (ayat 13). Orang-orang, tetapi, mendengarnya dan pergi mendahului-Nya dengan berjalan kaki, sehingga "Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit" (ayat 14). Yesus seperti ini : selalu dengan kasih sayang, selalu memikirkan orang lain. Kepastian orang-orang yang takut ditinggal sendirian, seolah-olah ditinggalkan, sangat mengesankan. Yohanes Pembaptis, sang nabi yang karismatik, baru saja meninggal, mereka mempercayakan diri kepada Yesus, yang tentang-Nya Yohanes sendiri telah mengatakan : "Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku" (Mat 3:11). Jadi, orang banyak mengikuti-Nya di mana-mana, mendengarkan-Nya dan membawa orang-orang sakit kepada-Nya. Dan, melihat hal ini, Yesus tergerak. Yesus tidak dingin; Ia tidak memiliki hati yang dingin. Yesus dapat tergerak. Di satu sisi, Ia merasa terikat kepada orang banyak ini dan tidak ingin mereka pergi; di sisi lain, Ia membutuhkan saat kesendirian, saat doa, bersama Bapa. Ia menghabiskan sepanjang malam berdoa bersama Bapa-Nya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN PADA HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA 15 Agustus 2016

Saudara dan saudari yang terkasih, selamat pagi! Selamat Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga!

Bacaan Hari Raya hari ini dari Lukas 1:39-56 menggambarkan pertemuan antara Maria dan sepupunya Elizabet, menekankan bahwa, "beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda" (ayat 39). Dalam hari-hari itu, Maria berjalan ke sebuah kota kecil di pinggiran Yerusalem untuk bertemu Elizabet. Hari ini, kita merenungkan dia pada perjalanannya menuju Yerusalem surgawi, untuk akhirnya melihat wajah Bapa dan melihat lagi wajah Putranya Yesus. Berkali-kali selama kehidupan duniawinya, ia pergi ke daerah-daerah perbukitan, hingga tahap terakhir Kalvari yang penuh dukacita, terkait dengan misteri Sengsara Kristus. Sekarang, kita melihat dia mencapai gunung Allah, "berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya" (Why 12:1) - sebagaimana dikatakan Kitab Wahyu - dan kita melihat dia melintasi ambang tanah air surgawi.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 14 Agustus 2016 : TENTANG API ROH KUDUS


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari ini (Luk 12:49-53) merupakan bagian dari ajaran Yesus kepada murid-murid-Nya ketika mereka melakukan perjalanan mereka ke arah Yerusalem, di mana Ia menanti kematian di kayu Salib. Untuk menunjukkan tujuan (lingkup) perutusan-Nya, Ia menggunakan tiga gambaran : api, baptisan dan perpecahan. Hari ini, saya ingin berbicara tentang gambaran pertama : api. Api.