Liturgical Calendar

Featured Posts

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 26 April 2017 : TENTANG JANJI ALLAH YANG MEMBERI PENGHARAPAN


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

"Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat 28:20). Kata-kata terakhir Injil Matius mengingatkan pemberitaan kenabian yang kita temukan pada permulaan : "Mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita. (Mat 1:23; bdk. Yes 7:14). Allah akan menyertai kita, setiap hari, sampai akhir zaman. Seluruh Injil diliputi dua kutipan ini, kata-kata yang menyampaikan misteri Allah yang namanya, yang jatidirinya adalah beserta : Ia bukanlah Allah yang terasing; Ia adalah Allah beserta, khususnya, beserta kita, yaitu, beserta makhluk manusia. Allah kita bukanlah Allah yang tak hadir, terasing di surga yang sangat jauh; sebaliknya, Ia adalah Allah yang "bergairah" terhadap manusia, dengan lembut sangat mencintai sehingga tidak mampu memisahkan diri-Nya daripadanya. Kita manusia pandai dalam memutuskan ikatan dan jembatan. Ia, sebaliknya, tidak. Jika hati kita menjadi dingin, berdiam-Nya selalu berpijar; Allah kita selalu menyertai kita, bahkan jika, sayangnya, kita melupakan Dia. Secara pasti pada bubungan yang memisahkan keragu-raguan dari iman adalah penemuan dikasihi dan disertai oleh Bapa kita, tidak pernah ditinggalkan oleh Dia.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 23 April 2017 : TENTANG HARI MINGGU KERAHIMAN ILAHI

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Setiap hari Minggu kita mengenang kebangkitan Tuhan Yesus, namun dalam masa setelah Paskah ini, hari Minggu ini memiliki makna yang sungguh lebih menerangi. Dalam tradisi Gereja, hari Minggu ini, hari Minggu pertama setelah Paskah, disebut "in albis". Apa artinya ini? Ungkapan tersebut dimaksudkan untuk mengingat kembali ritus yang dilakukan oleh semua orang yang menerima Pembaptisan di Malam Paskah. Masing-masing orang diberi pakaian putih - "alba" - "putih" - untuk menunjukkan martabat baru mereka sebagai anak-anak Allah. Hal ini juga dilakukan hari ini : bayi-bayi yang baru lahir diberi baju simbolis kecil, sedangkan orang-orang dewasa memakai baju yang pantas dan sesuai, seperti yang kita lihat di Malam Paskah. Dan, di masa lalu, pakaian putih itu dipakai selama seminggu. Sampai hari Minggu ini, dan dari inilah berasal nama in albis deponendis, yang berarti hari Minggu yang di dalamnya pakaian putih dicopot. Dan dengan demikian, pakaian putih dilepas, orang-orang yang baru dibaptis memulai kehidupan baru mereka dalam Kristus dan dalam Gereja.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 19 April 2017 : KRISTUS YANG BANGKIT, PENGHARAPAN KITA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Kita bertemu hari ini dalam terang Paskah, yang kita rayakan dan terus rayakan dengan Liturgi. Dalam perjalanan katekese kita tentang pengharapan kristiani, hari ini saya ingin berbicara kepada kalian tentang Kristus yang Bangkit, pengharapan kita, sebagaimana Santo Paulus memaparkan-Nya dalam Surat Pertama kepada jemaat di Korintus (bdk. Bab 15).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 17 April 2017



Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam perayaan hari Senin ini, yang disebut “Senin Malaikat”, liturgi telah mengumandangkan maklumat Kebangkitan yang diwartakan kemarin : “Kristus Bangkit, Aleluya!”.

Dalam perikop Injil hari ini (Mat 28:8-15) kita dapat mengambil gema kata-kata Malaikat yang ditujukan kepada para perempuan yang mendekati kubur : “Segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati’”(Mat 28:7). Kita juga merasa ditujukan kepada kita undangan “segeralah pergi” untuk mewartakan kepada laki-laki dan perempuan masa kita pesan sukacita dan pengharapan ini. Berkenaan pengarapan tertentu, karena, sejak fajar hari ketiga, Yesus yang disalibkan dibangkitkan, kata terakhir bukan lagi kata kematian tetapi kata kehidupan! Dan inilah kepastian kita. Kubur bukanlah kata terakhir, ia bukanlah kematian; Ia adalah kehidupan! Oleh karena itu, kita banyak mengulangi : "Kristus Bangkit”, karena di dalam Dia kubur dikalahkan dan kehidupan dilahirkan.