Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 17 Februari 2019 : TENTANG SABDA BAHAGIA

Saudara dan saudari yang terkasih, selamat pagi!

Injil hari ini (bdk. Luk 6:17.20-26) menyajikan kepada kita Sabda Bahagia menurut Santo Lukas. Perikop tersebut diucapkan dengan jelas dalam empat sabda bahagia dan empat peringatan yang dirumuskan dengan ungkapan “celakalah kamu”. Dengan kata-kata yang kuat dan tajam ini, Yesus membuka mata kita dan membuat kita melihat dengan pandangan-Nya, melampaui penampilan lahiriah, dan Ia mengajarkan kita untuk membedakan berbagai situasi dengan iman.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 13 Februari 2019 : TENTANG DOA BAPA KAMI - CARA YESUS BERDOA (LUKAS 10:21-22)

Saudara dan saudari yang terkasih, selamat pagi!

Kita melanjutkan perjalanan kita untuk belajar berdoa dengan lebih baik seperti yang diajarkan Yesus kepada kita. Kita harus berdoa sebagaimana yang Ia ajarkan kepada kita untuk dilakukan. Ia mengatakan : ketika kamu berdoa, masuklah dalam keheningan kamarmu, mundurlah dari dunia, dan berpalinglah kepada Allah dan memanggil-Nya “Bapa!”. Yesus ingin agar murid-murid-Nya tidak menjadi seperti orang-orang munafik, yang berdoa sambil berdiri tegak di lapangan supaya dikagumi oleh orang banyak (bdk. Mat 6:5). Yesus tidak menginginkan kemunafikan. Doa sejati adalah doa yang tercipta dalam rahasia hati nurani, rahasia hati : tak terselidiki, hanya dapat dilihat oleh Allah - Allah dan saya. Doa sejati menghindari kepalsuan : tidaklah mungkin berpura-pura dengan Allah. Tidaklah mungkin. Di hadapan Allah tidak ada trik yang memiliki kekuatan; Allah mengenal kita sedemikian rupa, telanjang dalam hati nurani, dan kita tidak dapat berpura-pura. Dialog dengan Allah berakar pada sebuah dialog yang hening, seperti temu pandang antara dua orang yang saling mencintai : manusia dan Allah : pandangan kita bertemu, dan inilah doa. Memandang Allah sama dengan membiarkan diri kita dipandang oleh Allah : inilah berdoa. "Tetapi Bapa, aku tidak mengatakan apa-apa ...". Pandanglah Allah dan biarkanlah Ia memandangmu: Itulah doa, doa yang indah!

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 10 Februari 2019 : PANGGILAN YESUS KEPADA PETRUS DAN MUKJIZAT PENANGKAPAN IKAN

Saudara dan saudari yang terkasih, selamat pagi!

Injil hari ini (bdk. Luk 5:1-11) mengemukakan kepada kita, dalam kisah Lukas, panggilan Santo Petrus. Kita tahu bahwa namanya adalah Simon dan bahwa ia adalah seorang nelayan. Di tepi Danau Galilea, Yesus melihatnya sedang mencuci jala bersama para nelayan lainnya. Ia mendapati Petrus lelah dan kecewa karena malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Dan Yesus mengejutkan Petrus dengan sebuah gerakan tak terduga. Ia naik ke perahu dan memintanya untuk menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai karena Ia ingin berbicara kepada orang-orang dari sana - ada begitu banyak orang. Maka Yesus duduk di perahu Simon dan mengajar orang banyak yang berkumpul di sepanjang pantai. Tetapi kata-kata-Nya membangkitkan kembali kepercayaan bahkan di dalam hati Simon. Kemudian Yesus, dengan "gerak" yang mengejutkan lainnya, mengatakan kepadanya : "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan" (ayat 4).

PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI ORANG SAKIT SEDUNIA KE-27 (11 Februari 2019)

“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat 10:8)

Saudara dan saudari yang terkasih,

“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat 10:8). Inilah kata-kata yang diucapkan Yesus ketika mengutus murid-murid-Nya untuk menyebarluaskan Injil, sehingga Kerajaan-Nya dapat  tumbuh melalui berbagai tindakan kasih yang tulus.

Pada Hari Orang Sakit Sedunia yang ke-27 ini, yang akan dirayakan dengan khidmat pada tanggal 11 Februari 2019 di Kalkuta, India, Gereja – sebagai ibu bagi semua anak-anaknya, khususnya anak-anaknya yang lemah – mengingatkan kita bahwa berbagai tindakan murah hati seperti tindakan orang Samaria yang baik adalah sarana-sarana pewartaan Injil yang paling dapat dipercaya. Merawat orang sakit menuntut profesionalisme, kelemahlembutan, sikap polos dan sederhana yang diberikan secara cuma-cuma, seperti sebuah belaian yang membuat orang lain merasa dikasihi.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 6 Februari 2019 : TENTANG KUNJUNGAN BAPA SUCI KE UNI EMIRAT ARAB

Saudara dan saudari yang terkasih, selamat pagi!

Dalam beberapa hari terakhir, saya melakukan perjalanan kerasulan singkat ke Uni Emirat Arab. Sebuah perjalanan yang singkat tetapi sangat penting yang - setelah pertemuan tahun 2017 di Al-Azhar, Mesir -, telah menulis sebuah halaman baru dalam sejarah dialog antara umat Kristiani dan umat Islam, serta dalam bertanggung jawab untuk mempromosikan perdamaian dunia berlandaskan persaudaraan manusia.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 3 Februari 2019 : TENTANG AWAL PELAYANAN YESUS DI MUKA UMUM

Saudara-saudara terkasih, selamat pagi!

Hari Minggu lalu liturgi menawarkan kepada kita kisah di rumah ibadat di Nazaret, di mana Yesus membaca sebuah nas dari kitab nabi Yesaya, dan pada akhirnya mengungkapkan bahwa nas itu tergenapi "hari ini" dalam diri-Nya. Yesus menghadirkan diri-Nya sebagai salah seorang yang menjadi tempat bersemayamnya Roh Tuhan, yang mengurapi-Nya dan mengutus-Nya untuk melaksanakan perutusan penyelamatan demi kebaikan umat manusia.