Hari ini di Italia dan di negara-negara
lain Kenaikan Yesus ke surga sedang dirayakan, 40 hari setelah Paskah. Kisah
Para Rasul (1:1-11) menceritakan peristiwa ini, kepergian terakhir Yesus dari
para murid-Nya dan dari dunia ini (bdk. Kis 1:2,9). Injil Matius, di sisi lain,
melaporkan mandat Yesus kepada para murid-Nya : undangan untuk pergi,
meninggalkan dan mewartakan pesan keselamatan-Nya kepada semua orang (bdk. Mat
28:16-20). "Pergi", atau lebih baik "berangkat" menjadi
kata kunci untuk perayaan hari ini : Yesus berangkat pergi kepada Bapa dan
memerintahkan para murid-Nya berangkat pergi keluar dunia.
Yesus meninggalkan, Ia naik ke
surga, karenanya, Ia kembali kepada Bapa yang daripada-Nya Ia telah diutus ke
dunia. Ia telah menyelesaikan pekerjaan-Nya, sehingga Ia kembali kepada Bapa.
Tetapi ini bukan sebuah perpisahan karena Ia tetap bersama kita selamanya dalam
sebuah bentuk baru. Dengan kenaikan-Nya Tuhan yang bangkit menarik pandangan
para Rasul - dan pandangan kita - kepada puncak surga untuk menunjukkan kepada
kita bahwa Bapa adalah tujuan perjalanan kita. Ia sendiri mengatakan bahwa Ia akan
meninggalkan untuk mempersiapkan sebuah tempat bagi kita di surga. Namun
demikian, Yesus tetap hadir dan aktif dalam pergantian-pergantian sejarah
manusia dengan kekuatan dan karunia-karunia Roh-Nya. Ia dekat dengan kita
masing-masing, bahkan jika kita tidak melihat-Nya dengan mata kita. Ia ada di
sana! Ia menyertai kita, Ia membimbing kita, Ia menuntun kita, Ia membopong
kita dan mengangkat kita ketika kita jatuh. Yesus yang bangkit dekat dengan
orang-orang Kristiani yang teraniaya dan terdiskriminasi. Ia dekat dengan
setiap pria dan wanita yang menderita. Ia dekat dengan kita semua, bahkan hari
ini di sini ada bersama kita di Lapangan (Santo Petrus). Tuhan beserta kita!
Apakah Anda mempercayai ini? Maka, marilah kita mengatakannya bersama-sama :
Tuhan beserta kita!
Yesus, ketika Ia kembali ke
surga, membawakan Bapa sebuah karunia. Apakah karunia itu? Luka-luka-Nya.
Tubuh-Nya sangat indah, tanpa memar-memar, tanpa luka deraan, tetapi luka-luka
[di tangan, kaki, lambung, dan kepala-Nya] tetap ada. Ketika Ia kembali kepada
Bapa Ia menunjukkan luka-luka tersebut dan berkata kepada-Nya : "Lihat,
Bapa, ini adalah harga pengampunan yang Engkau berikan". Ketika Bapa memandang
luka-luka Yesus Ia selalu mengampuni kita, bukan karena kita baik tetapi karena
Yesus telah membayar untuk kita. Memandang luka-luka Yesus, Bapa menjadi semakin
berbelas kasih. Ini adalah karya agung Yesus di surga hari ini : menunjukkan
Bapa harga pengampunan, luka-lukaNya. Hal ini indah dan menggerakkan kita untuk
tidak memiliki rasa takut memohon pengampunan. Bapa selalu mengampuni karena Ia
memandang luka-luka Yesus, memandang dosa kita dan mengampuninya.
Tetapi Yesus juga hadir melalui
Gereja, yang Ia utus untuk meluaskan perutusan-Nya. Kata terakhir Yesus kepada
murid-murid-Nya adalah perintah untuk berangkat : "Karena itu pergilah,
jadikanlah semua bangsa murid-Ku ..." (Matius 28:19). Ini adalah sebuah mandat
yang tepat, tidak bersifat pilihan! Komunitas Kristiani adalah sebuah komunitas
yang sedang "keluar", "berangkat". Bahkan malahan, Gereja
lahir untuk "keluar". Dan Anda akan berkata kepada saya : Tetapi
bagaimana dengan komunitas-komunitas tertutup? Ya, mereka juga karena mereka
selalu "keluar" dengan doa, dengan hati mereka terbuka bagi dunia, bagi
cakrawala-cakrawala Allah. Serta orang-orang tua dan orang-orang sakit? Mereka
juga, dengan doa dan kesatuan dengan luka-luka Yesus.
Kepada para murid perutusan-Nya
Yesus berkata: "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman" (28:20). Dengan mereka, tanpa Yesus, kita tidak bisa berbuat
apa-apa! Dalam kerasulan kekuatan kita
sendiri, sumber daya kita sendiri, struktur kita sendiri, bahkan jika mereka diperlukan,
tidaklah cukup. Tanpa kehadiran Tuhan dan kuasa Roh-Nya, karya kita, bahkan
jika itu terorganisir dengan baik, tidaklah efektif. Dan dengan demikian kita
pergi keluar kepada orang-orang untuk memberitahu mereka siapa Yesus.
Dan bersama-sama dengan Yesus,
Maria Bunda kita menyertai kita. Ia telah berada di rumah Bapa, ia adalah Ratu Dunia
dan maka kita memanggilnya sekarang. Tetapi seperti Yesus, ia bersama kita, ia
berjalan bersama kita, ia adalah Bunda pengharapan kita.
[Setelah pendarasan doa Ratu Surga, Bapa
Suci mengamanatkan lagi mereka yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus]
Dengan jiwa sedih saya berdoa
bagi para korban ketegangan-ketegangan yang masih berlanjut di beberapa daerah
Ukraina dan di Republik Afrika Tengah. Saya memperbaharui seruan keprihatinan
saya kepada semua pihak yang terlibat bahwa kesalahpahaman harus diatasi dan
dialog harus dicari dengan kesabaran dan peredaan. Semoga Maria, Ratu Damai,
membantu kita semua dengan perantaraan keibuannya. Maria, Ratu Damai, doakanlah
kami.
Saudara dan saudari terkasih,
Hari ini adalah Hari Komunikasi
Sosial Sedunia. Tema tahun ini adalah “Komunikasi demi melayani perjumpaan
budaya sejati”. Sarana komunikasi sosial dapat mempromosikan kesatuan keluarga
manusia, kesetiakawanan dan komitmen untuk sebuah kehidupan yang bermartabat
bagi semua orang. Mari kita berdoa agar komunikasi, dalam setiap bentuk, bisa
efektif dalam pelayanan perjumpaan-perjumpaan antar pribadi, antar komunitas,
antar bangsa; semoga mereka menjadi perjumpaanperjumpaan yang didasarkan pada
penghormatan dan saling keterbukaan.
Kemarin, di Collevalenza, Bunda
Esperanza dibeatifikasi. Ia lahir di Spanyol dengan nama María Josefa Alhama
Valera dan ia adalah pendiri Para Hamba dan Putera Kasih yang Penuh Kerahiman.
Semoga kesaksiannya membantu Gereja untuk mewartakan di mana pun, dengan nyata,
perbuatan-perbuatan sehari-hari, belas kasih yang tak terbatas dari Bapa
surgawi bagi setiap orang. Semua orang, silahkan memberi penghormatan bagi
Beata Bunda Esperanza dengan tepuk tangan!
Saya menyambut Anda semua, umat
Roma dan para peziarah terkasih : keluarga-keluarga, kelompok-kelompok paroki, lembaga-lembaga,
sekolah-sekolah. Secara khusus, saya menyambut umat Lyon dan Paris, dari Texas
dan Aulendorf, Jerman, dan Italia yang tinggal di Ulm dan Neu-Ulm. Saya menyambut
orang-orang muda yang sedang mempersiapkan untuk menerima Sakramen Penguatan,
mendorong mereka untuk menjadi saksi-saksi penuh sukacita bagi Yesus. Saya menyambut
paduan suara dari Palazzolo sull'Oglio dan Longi. Sebuah pikiran khusus tertuju
kepada banyak komunitas berkemah Italia yang terlibat dalam karya-karya
kesetiakawanan dan para pengendara sepeda yang meluncurkan "1 Kilometer
untuk Suriah".
Saya berharap semua orang
mengalami hari Minggu yang menyenangkan. Selamat makan siang yang baik dan
sampai jumpa. Doakanlah saya.