Saudara-saudari terkasih, selamat hari Minggu!
Perumpamaan
dalam Bacaan Injil hari ini menceritakan kepada kita tentang kesabaran Allah,
yang mendesak kita untuk menjadikan hidup kita sebagai saat pertobatan. Yesus
menggunakan gambaran pohon ara yang tandus, yang belum menghasilkan buah
seperti yang diharapkan dan, meskipun demikian, pekerja kebun anggur tidak
ingin menebangnya: ia ingin kembali memberi pupuk kepadanya karena
"mungkin tahun depan ia berbuah" (Luk 13:9). Pekerja kebun anggur
yang sabar ini adalah Tuhan, yang merawat tanah kehidupan kita dan menunggu
dengan penuh keyakinan saat kita kembali kepada-Nya.
Selama
masa rawat inap yang lama di rumah sakit ini, saya berkesempatan untuk
merasakan kesabaran Tuhan, yang juga saya lihat tercermin dalam perawatan yang
tak kenal lelah dari para dokter dan petugas kesehatan, serta dalam perawatan
dan harapan dari para keluarga pasien. Kesabaran yang penuh kepercayaan ini,
yang berlandaskan pada kasih Allah yang tak pernah gagal, memang diperlukan
dalam kehidupan kita, terutama ketika menghadapi situasi yang paling sulit dan
menyakitkan.
Saya
bersedih atas dimulainya kembali pemboman besar-besaran Israel di Jalur Gaza,
yang menyebabkan banyak kematian dan cedera. Saya menyerukan penghentian segera
penggunaan senjata; dan keberanian untuk melanjutkan dialog, sehingga semua
sandera dapat dibebaskan dan gencatan senjata terakhir tercapai. Di Jalur Gaza,
situasi kemanusiaan kembali sangat serius dan membutuhkan komitmen mendesak
dari pihak-pihak yang bertikai dan masyarakat internasional.
Di
sisi lain, saya senang bahwa Armenia dan Azerbaijan telah menyetujui teks akhir
perjanjian damai. Saya berharap agar perjanjian itu dapat ditandatangani sesegera
mungkin, dan dengan demikian dapat berkontribusi untuk menciptakan perdamaian
abadi di Kaukasus Selatan.
Kamu
terus mendoakan saya dengan penuh kesabaran dan ketekunan: terima kasih banyak!
Saya juga mendoakanmu. Dan bersama-sama, marilah kita mendoakan berakhirnya
perang dan perdamaian, terutama di Ukraina, Palestina, Israel, Lebanon,
Myanmar, Sudan, dan Republik Demokratik Kongo yang tersiksa.
Semoga
Perawan Maria menjagamu dan terus menemani kita dalam perjalanan menuju Paskah.
______
(Peter Suriadi - Bogor, 23 Maret 2025)