Pada hari Minggu pertama setelah Natal ini, kita merayakan Pesta Keluarga Kudus dari Nazaret, dan Injil mengajak kita untuk merenungkan pengalaman yang dijalani oleh Maria, Yosef dan Yesus, seraya mereka tumbuh bersama sebagai sebuah keluarga yang saling mengasihi dan percaya kepada Allah. Ungkapan percaya ini adalah ritual yang dipenuhi oleh Maria dan Yosef dengan mempersembahkan Yesus putra mereka kepada Allah : "Mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan" (Luk 2:22), sebagaimana disyaratkan oleh Hukum Musa. Kedua orang tua Yesus pergi ke Bait Suci untuk memperlihatkan bahwa putra mereka adalah milik Allah dan mereka adalah wali kehidupan-Nya dan bukan pemilik. Dan ini membuat kita merenung. Semua orang tua adalah penjaga kehidupan anak-anak mereka, bukan pemilik, dan mereka harus membantu anak-anak tersebut tumbuh, menjadi dewasa.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 27 Desember 2017 : TENTANG MAKNA NATAL
Hari ini saya ingin merenungkan bersama kalian tentang makna kelahiran Tuhan Yesus, yang sedang kita hayati hari-hari ini dalam iman dan dalam perayaan-perayaan. Mendirikan kandang Natal dan, terutama liturgi, dengan bacaan-bacaan biblisnya dan lagu-lagu tradisionalnya, telah membuat kita menghidupkan kembali "hari ini" yang di dalamnya "telah lahir bagi kita Sang Juruselamat" (Luk 2:11).
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 26 Desember 2017 : TENTANG PESTA SANTO STEFANUS
Setelah merayakan kelahiran Yesus di dunia, hari ini kita merayakan kelahiran Santo Stefanus ke surga. Bahkan terlihat sekilas bahwa tidak ada kaitan antara kedua kejadian tersebut, sebenarnya ada, dan sangat kuat.
Kemarin, dalam liturgi Natal, kita mendengar diwartakan, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita" (Yoh 1:14). Santo Stefanus menciptakan sebuah kemelut bagi para pemimpin jemaat karena "penuh iman dan Roh Kudus", (Kis 6:5), ia dengan teguh percaya dan mengakui kehadiran baru Allah di antara manusia; ia tahu bahwa kini bait Allah yang sesungguhnya adalah Yesus, Sang Sabda kekal datang untuk diam di antara kita, menjadi seperti kita dalam segala hal kecuali dosa. Tetapi Stefanus dituduh memberitakan kehancuran Bait Suci Yerusalem. Tuduhan yang mereka lakukan terhadapnya adalah dengan mengatakan bahwa "Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita" (Kis 6:14).
PESAN NATAL DAN BERKAT "URBI ET ORBI" PAUS FRANSISKUS PADA 25 DESEMBER 2017
Di Betlehem, Yesus lahir dari Perawan Maria. Ia dilahirkan bukan atas kehendak manusia, melainkan atas karunia kasih Allah Bapa kita, yang "begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yoh 3:16).
Peristiwa ini diperbaharui hari ini dalam Gereja, peziarah pada masanya. Karena iman umat kristiani menghidupkan kembali dalam liturgi Natal misteri Allah yang datang, yang mengambil rupa kedagingan manusiawi kita yang fana, dan yang merendahkan diri dan menjadi miskin untuk menyelamatkan kita. Dan hal ini menggerakkan kita secara mendalam, kepada agungnya kelembutan Bapa kita.




Print this page