Dalam bacaan Injil hari Minggu ini
(Mat 5:13-16), yang mengikuti langsung setelah Sabda Bahagia, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya : "Kamu adalah garam dunia ... Kamu adalah terang dunia "(Mat 5:13, 14). Ini sedikit mengejutkan kita ketika kita berpikir tentang orang-orang yang kepadanya Yesus berbicara. Siapa murid-murid itu? Mereka adalah para nelayan, orang-orang
sederhana ... Tetapi Yesus memandang mereka dengan mata Allah, dan pernyataan-Nya harus dipahami secara tepat sebagai sebuah
konsekuensi
Sabda Bahagia. Ia ingin mengatakan
: jika Anda akan menjadi
miskin di hadapan Allah, jika Anda akan menjadi
lemah lembut, jika Anda akan menjadi murni hati, jika Anda akan menjadi penuh belas kasih ... Anda akan menjadi garam dunia dan terang dunia!
Untuk lebih baik memahami gambaran-gambaran ini, marilah kita mengingat bahwa Hukum Yahudi menetapkan membubuhkan sedikit garam di atas segala persembahan yang disajikan kepada Allah, sebagai sebuah tanda perjanjian. Terang, bagi Israel, adalah sebuah lambang
pewahyuan mesianik yang menang atas kegelapan paganisme. Dengan
demikian, orang-orang Kristiani, Israel baru, menerima sebuah
perutusan bagi semua orang : dengan iman dan amal mereka dapat mengarahkan, menguduskan
dan menjadikan umat manusia berbuah. Kita
semua orang-orang yang dibaptis adalah murid-murid perutusan dan kita dipanggil untuk menjadi Injil hidup dalam dunia : dengan sebuah kehidupan kudus kita akan memberikan "cita
rasa" pada berbagai bidang [kemasyarakatan] dan membela mereka dari korupsi, sama seperti yang
dilakukan garam; dan kita akan membawa terang Kristus dengan kesaksian sebuah
amal yang
murni. Tetapi
jika kita orang-orang Kristen kehilangan cita rasa kita dan memadamkan kehadiran kita sebagai garam dan terang, kita akan kehilangan kemanjuran. Tetapi betapa indahnya perutusan memberikan terang ini
kepada dunia!
Merupakan sebuah
perutusan yang kita
miliki. Indahnya! Juga
sangat indahnya menjaga terang yang telah kita terima dari Yesus, melindunginya,
menyimpannya. Orang
Kristiani harus menjadi seseorang yang bercahaya, yang membawa terang, yang selalu memberikan terang! Sebuah
terang yang bukan miliknya, tetapi merupakan
sebuah anugerah dari Allah, merupakan anugerah Yesus. Dan
kita membawa terang ini. Jika
orang Kristiani memadamkan terang ini, hidupnya tidak ada artinya. Ia merupakan seorang Kristiani dalam nama saja, ia tidak membawa
terang bersamanya, terangnya tanpa makna. Tetapi saya ingin meminta Anda sekarang, bagaimana
Anda ingin hidup? Apakah
Anda ingin hidup sebagai sebuah terang ["lampada"]
yang menyala ataukah yang padam? Menyala
atau padam? Bagaimana
Anda ingin hidup? [Orang-orang di Lapangan Santo Petrus menjawab, "Menyala!"]. Sebuah
terang yang menyala! Merupakan Allah sendiri yang memberi kita terang ini dan kita memberikannya kepada orang lain. Sebuah terang yang menyala! Inilah
panggilan Kristiani.
[Setelah
pendarasan Doa Malaikat Tuhan, Bapa Suci berbicara lebih lanjut kepada mereka
yang hadir di Lapangan Santo Petrus]
Lusa, 11 Februari 2014, kita merayakan peringatan Santa Maria di Lourdes,
dan kita akan merayakan Hari Orang Sakit Sedunia. Merupakan sebuah kesempatan yang tepat untuk menempatkan komunitas
orang sakit di pusat. Berdoa bagi mereka dan bersama mereka, menjadi
dekat dengan mereka. Pesan untuk Hari Orang Sakit Sedunia ini dilhami oleh sebuah ungkapan Santo Yohanes
: "Iman dan Amal
: ‘Kita wajib menyerahkan nyawa kita untuk
saudara-saudara kita’ (1Yoh 3:16)".
Secara khusus, kita bisa meneladan sikap Yesus terhadap orang
sakit, orang sakit dari setiap
jenis : Tuhan peduli pada mereka, berbagi
penderitaan mereka dan membuka hati mereka kepada pengharapan.
Saya juga berpikir tentang semua pekerja
kesehatan. Betapa berharga pekerjaan yang mereka lakukan! Terima kasih banyak
atas pekerjaan berharga Anda. Setiap hari dalam orang-orang sakit perjumpaan
tidak hanya tubuh yang ditandai dengan kerapuhan, tetapi orang-orang yang
kepadanya mereka menawarkan perhatian dan perawatan yang pantas. Martabat seseorang
jangan pernah dikurangi menjadi kecakapan
atau kemampuannya, dan tidak berkurang ketika orang menjadi lemah,
cacat, dan membutuhkan bantuan.
Saya memikirkan juga keluarga-keluarga, di mana lumrahnya merawat mereka yang
sakit, tetapi kadang-kadang situasi bisa lebih memberatkan... Banyak orang
menulis kepada saya, dan hari ini saya ingin meyakinkan semua keluarga ini akan
doa-doa saya, dan saya katakan kepada mereka: jangan takut akan kerapuhan
["fragilità"]! Jangan takut
akan kerapuhan! Saling membantu dengan kasih, dan Anda akan merasakan kehadiran
Allah yang menghibur.
Sikap yang murah hati dan Kristiani terhadap orang sakit adalah garam dunia dan terang dunia. Semoga Maria membantu kita untuk menerapkannya dan mendapatkan kedamaian bagi semua orang yang sedang menderita.
Olimpiade Musim Dingin sedang berlangsung sekarang di Sochi, Rusia. Saya ingin mengirim salam saya kepada para penyelenggara dan semua atlet, dengan harapan bahwa Olimpiade itu menjadi sebuah pesta olahraga dan persahabatan sejati.
Saya menyambut semua peziarah yang hadir hari ini, keluarga-keluarga, kelompok-kelompok paroki, lembaga-lembaga. Secara khusus saya menyambut para guru dan para siswa yang berasal dari Inggris; kelompok para teolog perempuan dari berbagai negara Eropa, yang berada di Roma untuk sebuah konferensi ilmiah; umat paroki Santa Maria Imakulata dan Santo Vinsensius de Paoli di Roma, orang-orang yang datang dari Cavallina dan Montecarelli di Mugello, dari Lavello dan dari Affi, Comunità Sollievo, dan Sekolah San Luca-Bovalino di Calabria.
Saya berdoa bagi mereka yang sedang menderita kehancuran dan pergolakan yang disebabkan oleh bencana alam di berbagai negara, dan di sini di Roma juga. Saya dekat dengan mereka. Alam menantang kita untuk menjadi berbela rasa dan penuh perhatian terhadap
perlindungan ciptaan, dan mempersiapkan - sejauh mungkin - untuk situasi terburuk.
Dan sebelum saya berangkat, pertanyaan yang saya ajukan datang kembali ke pikiran saya. Terang yang menyala atau terang yang padam? Apa yang Anda inginkan? Menyala atau padam? Orang Kristiani membawa terang! Ia adalah sebuah terang yang menyala! Majulah selalu dengan terang Yesus!
Saya mengharapkan Anda semua hari Minggu yang baik dan makan siang yang baik. Sampai jumpa!