Liturgical Calendar

Showing posts with label Wejangan Regina Caeli 2018. Show all posts
Showing posts with label Wejangan Regina Caeli 2018. Show all posts

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 20 Mei 2018 : TENTANG HARI RAYA PENTAKOSTA

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Raya Pentakosta hari ini mengakhiri Masa Paskah, yang berpusat pada wafat dan kebangkitan Yesus. Hari raya ini membuat kita mengingat dan menghidupkan kembali pencurahan Roh Kudus kepada para Rasul dan murid-murid lain, yang berkumpul dalam doa bersama Perawan Maria di Ruang Atas (bdk. Kis 2:1-11). Pada hari itu, kekudusan kristiani dimulai, karena Roh Kudus adalah sumber kekudusan, yang bukanlah hak istimewa segelintir orang, tetapi panggilan semua orang.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 13 Mei 2018 : TENTANG HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Raya Kenaikan Tuhan dirayakan hari ini di Italia dan di banyak negara lainnya. Hari raya ini mengandung dua unsur. Di satu sisi, hari raya ini mengarahkan pandangan kita ke Surga, tempat Yesus, dimuliakan, duduk di sebelah kanan Allah (bdk. Mrk 16:19). Di sisi lain, hari raya ini mengingatkan permulaan perutusan Gereja: mengapa? Karena Yesus yang bangkit dan naik ke surga mengutus murid-murid-Nya untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia; Oleh karena itu, Hari Raya Kenaikan Tuhan mendesak kita untuk menengadah kita ke surga, untuk kemudian segera kembali ke bumi, melaksanakan tugas-tugas yang telah dipercayakan oleh Tuhan yang bangkit kepada kita.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 6 Mei 2018 : TENTANG TINGGAL DI DALAM KASIH KRISTUS

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam Masa Paskah ini, sabda Allah terus menunjukkan kepada kita gaya hidup yang bertalian erat untuk menjadi komunitas Kristus yang bangkit. Di antaranya, Injil hari ini menghadirkan tuntutan Yesus: "tinggallah di dalam kasih-Ku" (Yoh 15:9). Mendiami aliran kasih Allah, memiliki tempat tinggal yang tetap adalah keadaan sehingga kasih kita tidak kehilangan semangatnya dan berani dalam perjalanan. Seperti Yesus dan di dalam Dia, kita juga harus menerima dengan rasa syukur kasih yang berasal dari Bapa dan tinggal di dalam kasih ini, berusaha untuk tidak memisahkan diri kita oleh egoisme dan dosa. Ini adalah program yang menuntut tetapi bukan tidak mungkin.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 29 April 2018 : TENTANG YESUS SEBAGAI POKOK ANGGUR

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Pada hari Minggu Paskah V ini, sabda Allah juga terus menunjukkan kepada kita cara dan keadaan untuk menjadi jemaat Tuhan yang bangkit. Yang disoroti hari Minggu lalu adalah hubungan antara orang percaya dan Yesus Sang Gembala yang baik. Hari ini Injil memaparkan kepada kita saat di mana Yesus menampilkan diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar dan Ia mengundang kita untuk tetap bersatu dengan-Nya untuk menghasilkan banyak berbuah (bdk. Yoh 15:1-8). Pokok anggur adalah tanaman yang membentuk keseluruhan dengan ranting-rantingnya, dan ranting-rantingnya berbuah hanya ketika bersatu dengan pokok anggur. Hubungan ini adalah rahasia kehidupan kristiani, dan penginjil Yohanes menyatakannya dengan kata kerja “tinggal”, yang dalam perikop hari ini diulang sebanyak tujuh kali. “Tinggallah di dalam Aku”, sabda Tuhan; tinggallah di dalam Tuhan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 22 April 2018 : MENEMUKAN KEMBALI JATIDIRI KITA SEBAGAI MURID-MURID TUHAN YANG BANGKIT

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Liturgi Hari Minggu Paskah IV ini berlanjut dengan ujud untuk membantu kita menemukan kembali jatidiri kita sebagai murid-murid Tuhan yang bangkit. Dalam Kisah Para Rasul, Petrus menyatakan secara terbuka bahwa penyembuhan orang lumpuh, yang dilakukan olehnya, yang dibicarakan oleh seluruh Yerusalem, terjadi dalam nama Yesus, karena “keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga” (4:12). Kita masing-masing berada di dalam diri orang yang disembuhkan itu - orang itu adalah sosok diri kita : kita semua ada di sana -, jemaat-jemaat kita ada di sana : masing-masing orang dapat disembuhkan dari berbagai bentuk kelemahan rohani yang ia miliki - ambisi, kelambanan, kesombongan - jika kita menerima, dengan kepercayaan, untuk menempatkan keberadaan kita di tangan Tuhan yang bangkit. “Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret ... orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu” (ayat 10), Petrus menegaskan. Tetapi, siapakah Kristus yang menyembuhkan? Mencakup apa saja yang disembuhkan oleh-Nya? Dari apakah kita disembuhkan dan melalui sikap apa?

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 15 April 2018 : TENTANG KENYATAAN KEBANGKITAN

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Minggu Paskah III ini berpusat pada pengalaman para murid, seluruhnya bersama-sama, akan Yesus yang bangkit. Hal ini dibuktikan terutama oleh Injil (Luk 24:35-48), yang memperkenalkan kepada kita sekali lagi di Ruang Atas, di mana Yesus menampakkan diri-Nya kepada para Rasul-Nya, menyapa mereka dengan salam ini : “Damai sejahtera bagi kamu!” (ayat 36). Itulah salam dari Kristus yang bangkit, yang memberi kita damai sejahtera : “Damai sejahtera bagi kamu!”. Salam tersebut berkenaan dengan damai sejahtera batiniah, serta damai sejahtera yang terjalin dalam hubungan dengan orang-orang.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 8 April 2018 : TENTANG HARI MINGGU KERAHIMAN ILAHI

Saudara-saudari terkasih, selamat pagi!

Sebelum berkat penutup, kita akan berpaling kepada Bunda surgawi kita. Namun, bahkan sebelumnya, saya ingin berterima kasih kepada kalian semua yang ambil bagian dalam perayaan ini, khususnya, Misionaris Kerahiman, yang berkumpul untuk pertemuan mereka. Terima kasih atas pelayanan kalian!