Dalam "Syahadat Para Rasul" kita mengatakan "Aku percaya dalam Satu ... Gereja", yaitu, kita mengakui bahwa Gereja adalah satu dan Gereja ini, dalam dirinya sendiri, merupakan kesatuan. Namun, jika kita melihat Gereja Katolik di dunia kita menemukan bahwa ia memiliki hampir 3.000 keuskupan yang tersebar di seluruh benua : begitu banyak bahasa, begitu banyak budaya! Namun ribuan umat Katolik membentuk satu kesatuan. Bagaimana ini bisa terjadi?
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 25 September 2013
Dalam "Syahadat Para Rasul" kita mengatakan "Aku percaya dalam Satu ... Gereja", yaitu, kita mengakui bahwa Gereja adalah satu dan Gereja ini, dalam dirinya sendiri, merupakan kesatuan. Namun, jika kita melihat Gereja Katolik di dunia kita menemukan bahwa ia memiliki hampir 3.000 keuskupan yang tersebar di seluruh benua : begitu banyak bahasa, begitu banyak budaya! Namun ribuan umat Katolik membentuk satu kesatuan. Bagaimana ini bisa terjadi?
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS PADA AUDIENSI UMUM 18 September 2013
Saudara dan saudari terkasih,
Hari ini
saya kembali lagi kepada
gambaran Gereja sebagai Ibu. Saya
sangat
menyukai gambaran ini, karena menurut saya itu memberitahu kita tidak hanya bagaimana Gereja, tetapi juga wajah apa yang harus selalu
dimiliki Gereja, Gereja kita ini.
Saya ingin menekankan tiga
hal, selalu memandang ibu-ibu kita, pada semua yang mereka lakukan, yang mereka jalani, yang
mereka derita
untuk anak-anak mereka,
melanjutkan dengan apa yang saya katakan Rabu lalu. Apa yang dilakukan
seorang ibu?
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 15 September 2013
Saudara dan
saudari terkasih, halo!
Dalam liturgi hari
ini kita membaca bab 15 Injil Lukas, yang berisi
tiga perumpamaan tentang belas kasih: perumpamaan tentang domba yang hilang, perumpamaan tentang dirham yang hilang, dan kemudian yang terpanjang dari semua perumpamaan, khas
Santo Lukas, perumpamaan tentang bapa dan dua anak laki-laki, anak yang "pemboros" dan anak yang menganggap dirinya "adil", yang menganggap dirinya suci. Semua tiga perumpamaan ini berbicara tentang sukacita
Allah. Allah adalah
sukacita. Hal ini menarik: Allah adalah sukacita! Dan apa sukacita Allah? Sukacita Allah adalah mengampuni, sukacita Allah
adalah mengampuni! Sukacita seorang gembala yang menemukan domba kecilnya; sukacita seorang perempuan yang menemukan dirhamnya; sukacita seorang bapa yang menyambut kembali ke dalam rumahnya anak yang hilang -
seolah-olah dia telah meninggal dan
datang kembali kepada kehidupan, datang kembali ke rumah. Di
sinilah seluruh Injil! Di sini! Di sinilah seluruh Injil, seluruh
kekristenan! Tetapi pahamilah bahwa itu bukan perasaan, bukan "paham melakukan kebaikan"! Sebaliknya,
belas kasihan adalah kekuatan sejati yang bisa menyelamatkan
manusia dan dunia dari "kanker" dosa, kejahatan moral, kejahatan spiritual. Kasih semata mengisi kekosongan, jurang-jurang negatif sehingga kejahatan terbuka dalam jantung sejarah. Hanya kasih bisa melakukan ini, dan inilah sukacita Allah!
SEJARAH PESTA SALIB SUCI
Pada awalnya Pesta Salib Suci
dimaksudkan untuk memperingati penemuan salib Yesus oleh Santa Helena, ibu
Kaisar Romawai Konstantinus pada tanggal 18 Agustus 320. Dikisahkan pada
awalnya para penggali menemukan tiga salib, tetapi mereka tak bisa menentukan
yang mana salib Yesus dan yang mana salib kedua penjahat yang disalibkan
bersama dia. Akhirnya mereka mendapat ide yang cemerlang. Mereka membawa
seorang wanita yang sakit dan satu mayat yang sudah akan dikuburkan. Ketiga
salib tersebut diletakkan di atas wanita yang sakit dan mayat tersebut. Dua
salib yang pertama tidak memiliki kekuatan apa-apa. Sementara ketika salib yang
ketiga ditempatkan di atas wanita yang sakit tersebut, wanita itu segera
sembuh. Dan ketika salib itu ditempatkan di atas mayat tersebut, ia memiliki hidup
kembali. Dari dua kejadian luar biasa ini maka mereka dengan segera mengetahui
salib yang mana yang suci. Berita langsung tersebar luas. Orang-orang datang
menghormati salib suci tersebut.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 11 SEPTEMBER 2013
Saudara dan
saudari terkasih, selamat pagi!
Kita membicarakan lagi hari ini katekese tentang Gereja dalam dalam “Tahun Iman” ini. Di antara gambaran-gambaran yang dipilih Konsili Vatikan II membuat kita lebih memahami sifat Gereja, yaitu tentang "Ibu" : Gereja adalah Ibu kita dalam iman, dalam kehidupan supranatural
(lihat Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium, 6.14.15.41.42). Inilah salah satu gambaran
yang paling
banyak digunakan oleh para Bapa Gereja
dalam abad-abad pertama dan saya pikir itu dapat berguna
juga bagi kita. Bagi
saya itu adalah salah satu gambaran yang paling indah tentang Gereja: Gereja Ibu! Dalam arti dan dengan cara apa Gereja Ibu? Kita mulai dengan kenyataan keibuan manusia: apa yang dilakukan seorang ibu?
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 8 September 2013
Dalam Injil hari ini (Luk 14:25-33), Yesus menegaskan syarat-syarat untuk menjadi murid-Nya: tidak meletakkan apa pun di hadapan kasihmu karena Dia, memikul salibmu, dan mengikuti Dia. Banyak orang datang kepada Yesus, ingin menjadi salah satu dari pengikut-Nya; dan ini akan terjadi terutama dalam hal berjaga-jaga akan beberapa impian yang luar biasa, yang menunjukkan Dia sebagai Mesias, Raja Israel. Tetapi Yesus tidak ingin menciptakan khayalan bagi siapa pun. Dia tahu betul apa yang menanti-Nya di Yerusalem, jalan yang sedang Bapa minta dari Dia untuk diambil: itulah jalan salib, jalan mengorbankan diri-Nya untuk penebusan dosa-dosa kita. Mengikuti Yesus tidak berarti mengambil bagian dalam sebuah parade kemenangan! Ini berarti berbagi dalam kasih-Nya penuh belas kasih, menjadi bagian dari perutusan agung belas kasih-Nya terhadap masing-masing dan setiap orang. Perutusan Yesus justru sebuah perutusan belas kasih, pengampunan, kasih! Yesus begitu penuh belas kasih! Dan pengampunan universal ini, belas kasih ini, datang melalui salib.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 4 September 2013
Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Kita mempelajari lagi rangkaian pelajaran katekese setelah
liburan bulan Agustus, tetapi hari ini saya ingin berbicara kepada Anda tentang perjalanan saya ke Brazil, pada kesempatan Hari Orang Muda Sedunia. Lebih dari satu bulan telah berlalu, tetapi saya pikir penting
untuk kembali
ke peristiwa ini, dan jauhnya waktu memungkinkan kita untuk
memahami kepentingannya.
WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 1 September 2013

*******************************************